Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Masalah Air PDAM dan Gas LPG 3 Kg Bikin Warga Marah, Pemkot Manado Diminta Perhatian dan Tindak Lanjut

Livrando Kambey • Rabu, 11 Maret 2026 | 14:29 WIB

Warga Kelurahan Teling Atas saat menyampaikan aspirasi dan keluhan pada kegiatan reses Ketua Komisi 4, Jimmy Gosal, Selasa (10/3)
Warga Kelurahan Teling Atas saat menyampaikan aspirasi dan keluhan pada kegiatan reses Ketua Komisi 4, Jimmy Gosal, Selasa (10/3)

MANADOPOST.ID- Dua isu krusial menjadi pembahasan seru pada kegiatan reses Ketua Komisi 4 DPRD Kota Manado, Jimmy Gosal di Kelurahan Teling Atas, Lingkungan 6.

Dua isu yang membuat masyarakat naik tensi itu yakni soal air PDAM yang sering tak mengalir, namun tagihan lancar dan Gas LPG 3 Kg yang saat ini mulai sulit di dapat.

"Memang dua ini yang menjadi aspirasi dan dikeluhkan warga dalam reses. Pertama soal air PDAM. Masyarakat ungkapkan kemarahan mereka soal ini. Karena mereka sudah bayar rutin tiap bulan, tapi airnya tidak mengalir selama sebulan lebih.

​Warga katakan, memang ada pemasangan baru yang gratis. Tapi giliran mereka bayar rutin, airnya malah tidak mengalir. Tapi tetap harus bayar. Itu masalah utamanya," ungkap Gosal, Rabu (11/3) kepada Manado Post.

Persoalan selanjutnya yakni soal Gas LPG 3 Kg. Menurutnya, warga sangat-sangat vokal menyuarakan masalah ini.

"Mereka katakan ke saya, tolong pemerintah tindak tegas pangkalan-pangkalan yang menjual gas ke rumah makan atau pelaku usaha.

Karena akhirnya, masyarakat yang membutuhkan malah tidak kebagian, tidak pernah dapat. Stok gas selalu kosong. Itu yang membuat mereka marah," ujarnya.

​Dalam reses itu, kata Gosal, Camat Wanea yang hadir langsung menegaskan akan eksekusi dengan tegas.

"Camat tegaskan, kalau kedapatan pangkalan seperti itu, maka akan ditutup dan cabut izinnya.

Karena, stok gas sebenarnya ada, tapi pangkalan yang diduga bermain. Itu yang jadi masalah, makanya warga marah," tandasnya.

Dua masalah itu yang paling banyak dibicarakan dan berkembang di reses. Kalau yang lain, kata Gosal, masalah bantuan sosial soal Desil 1, 2, 3, 4, BPJS.

"Tapi mereka sudah mengerti setelah dijelaskan oleh Dinas Sosial. Mereka paham," tuturnya.

"Tapi yang paling kritis dan membuat masyarakat marah sekali, ya soal air PDAM dan Gas LPG itu.

Jadi kami tentunya meminta agar ada perhatian dan tindak lanjut dari pemerintah soal keluhan dan masalah yang dihadapi masyarakat itu," sambungnya.

Diketahui, nampak hadir dalam reses tersebut Camat Wanea, perwakilan Dinas Sosial, Lurah Teling Atas dan Lurah Tanjung Batu. (Livrando Kambey)

Editor : Tanya Rompas