25C
Manado
Jumat, 23 April 2021

KPK Evaluasi Penyaluran Bansos di Manado

MANADOPOST.ID—Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia (RI) melakukan monitoring dan evaluasi (Monev), di kantor Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Kota Manado, Rabu (31/3) kemarin.

KPK RI melalui Tim Spesialis Monitoring Syahdu Winda mengatakan, kunjungan semata-mata untuk melakukan monitoring dan evaluasi terhadap penyaluran bantuan sosial yang ada di kota Manado.

“Kami datang untuk melakukan monitoring dan evaluasi. Kenapa di Manado, karena kami menganggap penyaluran Bansos di Manado ini merupakan salah satu yang terbaik di Sulawesi Utara (Sulut) bahkan Indonesia, jadi bukan berarti di Manado itu ada kasus atau bagaimana,” kata Winda.

Menurut Winda, nantinya kota Manado sendiri akan dijadikan sampel dan percontohan bagi kabupaten kota lain terutama di Sulut dalam hal penyaluran Bansos, dalam hal ini Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan Program Keluarga Harapan (PKH).

“Nantinya kami akan menjadikan Kota Manado ini sebagai sampel dan percontohan bagi kabupaten/kota lain. Karena kami menilai sampai saat ini kota Manado berhasil melakukan penyaluran bansos ini dengan baik,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Perkotaan kota Manado, Drs Sammy A.R Kaawoan, MAP mengucapkan terima kasih kepada Tim Direktorat Monitoring dari KPK RI yang sudah berkunjung dan melakukan monitoring serta evaluasi dalam penyaluran bansos yang ada di Manado.

“Ini merupakan suatu kehormatan bagi kami, karena langsung dikunjungi oleh tim Direktorat Monitoring KPK RI, kami dari Dinsos Manado tentunya mengucapkan terima kasih karena telah menaruh perhatian besar terhadap penyaluran Bansos yang dilakukan oleh pihak kami,” ungkap Kaawoan.

Dia juga bersyukur karena jerih payah dari Pemerintah kota Manado selama ini ternyata membuahkan hasil yang maksimal.

“Tentunya setiap usaha yang dilakukan dengan sungguh – sungguh pasti hasilnya akan baik juga. Terima kasih untuk seluruh tim pendamping yang telah bekerja selama ini,” pungkas Kaawoan. (ite)

Artikel Terbaru