24.4 C
Manado
Kamis, 7 Juli 2022

Lansia di Manado Banyak Tidak Kebagian Bantuan Pemerintah

MANADOPOST.ID–Banyak warga lanjut usia (Lansia) di Kota Manado yang tidak menerima bantuan dana Lansia dari pemerintah. Hal ini terungkap ketika DPRD Kota Manado melakukan hearing Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) serta Camat se Kota Manado, kemarin.

Anggota Komisi 1 DPRD Kota Manado Jeane Luluyan mengatakan, banyak masyarakat melaporkan tidak menerima bantuan dana Lansia dari Pemkot Manado. Padahal mereka sudah didata. “Kami memanggil Dukcapil dan camat ingin klarifikasi kenapa sampai ada Lansia yang tidak mendapatkan bantuan,” ujarnya.

Menurut dia, ini tahun politik. Banyak masyarakat berprasangka tidak menerima dana Lansia karena pilih kasih, perbedaan politik maupun warna. “Kalau pun ada kesalahan data kenapa tidak diperbaiki. Karena mereka juga warga Kota Manado. Kenapa itu dijadikan alasan untuk menggugurkan penerima,” ujarnya.

Senada juga diungkapkan Ketua Komisi A DPRD Kota Manado Beny Parasan. Menurut dia, ada di Kecamatan Wenang umurnya sudah 68 tahun, ber KTP Manado memiliki  Kartu Keluarga, tetapi tidak menerima dana Lansia. “Padahal datanya sudah diambil, tetapi tetap tidak mendapatkan bantuan,” ujarnya.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Menurut dia, hasil hearing akan menjadi bahan masukan ketika digelar hearing lintas Komisi nantinya. “Kami akan memanggil, Badan Keuangan, BRI, Dukcapil dan Dinsos mempertanyakan kenapa banyak Lansia yang belum terima bantuan, padahal anggaranya sudah tertata Rp 32 miliar,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dukcapil Manado Julises Oehlers mengatakan, Lansia yang tidak mendapatkan bantuan karena NIK tidak aktif karena sudah meninggal dan pindah daerah. “Karena kami hanya memverifikasi data dari Dinas Sosial,” ujarnya.

Camat Malalayang Reyn Heydemans menjelaskan, dari jumlah 6.639 Lansia yang diusulkan, yang mendapatkan bantuan 5.499 Lansia, yang tidak keluar nama 1.140 Lansia. “Kami melakukan pendataan dari kepala lingkungan, kemudian kami verifikasi dan dimasukkan di Dinas Sosial, setelah itu diverifikasi tahap kedua di Dukcapil. Dari Dukcapil penerima gugur karena data tidak aktif,” pungkasnya. (ite)

MANADOPOST.ID–Banyak warga lanjut usia (Lansia) di Kota Manado yang tidak menerima bantuan dana Lansia dari pemerintah. Hal ini terungkap ketika DPRD Kota Manado melakukan hearing Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) serta Camat se Kota Manado, kemarin.

Anggota Komisi 1 DPRD Kota Manado Jeane Luluyan mengatakan, banyak masyarakat melaporkan tidak menerima bantuan dana Lansia dari Pemkot Manado. Padahal mereka sudah didata. “Kami memanggil Dukcapil dan camat ingin klarifikasi kenapa sampai ada Lansia yang tidak mendapatkan bantuan,” ujarnya.

Menurut dia, ini tahun politik. Banyak masyarakat berprasangka tidak menerima dana Lansia karena pilih kasih, perbedaan politik maupun warna. “Kalau pun ada kesalahan data kenapa tidak diperbaiki. Karena mereka juga warga Kota Manado. Kenapa itu dijadikan alasan untuk menggugurkan penerima,” ujarnya.

Senada juga diungkapkan Ketua Komisi A DPRD Kota Manado Beny Parasan. Menurut dia, ada di Kecamatan Wenang umurnya sudah 68 tahun, ber KTP Manado memiliki  Kartu Keluarga, tetapi tidak menerima dana Lansia. “Padahal datanya sudah diambil, tetapi tetap tidak mendapatkan bantuan,” ujarnya.

Menurut dia, hasil hearing akan menjadi bahan masukan ketika digelar hearing lintas Komisi nantinya. “Kami akan memanggil, Badan Keuangan, BRI, Dukcapil dan Dinsos mempertanyakan kenapa banyak Lansia yang belum terima bantuan, padahal anggaranya sudah tertata Rp 32 miliar,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dukcapil Manado Julises Oehlers mengatakan, Lansia yang tidak mendapatkan bantuan karena NIK tidak aktif karena sudah meninggal dan pindah daerah. “Karena kami hanya memverifikasi data dari Dinas Sosial,” ujarnya.

Camat Malalayang Reyn Heydemans menjelaskan, dari jumlah 6.639 Lansia yang diusulkan, yang mendapatkan bantuan 5.499 Lansia, yang tidak keluar nama 1.140 Lansia. “Kami melakukan pendataan dari kepala lingkungan, kemudian kami verifikasi dan dimasukkan di Dinas Sosial, setelah itu diverifikasi tahap kedua di Dukcapil. Dari Dukcapil penerima gugur karena data tidak aktif,” pungkasnya. (ite)

Most Read

Artikel Terbaru

/