alexametrics
31.4 C
Manado
Minggu, 29 Mei 2022

Banner Mobile (Anymind)

Sampah PR Besar AA-RS, WAUS Hadirkan Solusi

MANADOPOST. ID—Sampah adalah masalah yang tidak pernah usai di Kota Manado. Seiring pertumbuhan penduduk yang makin pesat, juga menambah produksi sampah dan makin menjadikannya sebagai masalah yang kompleks.

Sejak dilantik sebagai Walikota dan Wakil Walikota Manado, Andrei Angouw dan Richard Sualang (AA-RS) memasukkan masalah sampah sebagai program utama untuk segera diselesaikan. Bahkan walikota beberapa kali ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sumompo untuk menghadirkan solusi. Namun masalah sampah, tidak semudah membalikkan telapak tangan.

Sementara itu, masalah sampah di Kota Manado juga memunculkan keterpangilan dari berbagai elemen masyarakat, seperti WAUS yang hadir dengan ide yang digagas untuk memusnahkan setiap sampah yang ada di Kota Manado.

Disebutkan Founder WAUS Christ Longdong bahwa kehadiran WAUS yaitu untuk memberikan solusi yang nyata demi mengurangi bahkan memusnahkan sampah yang ada di Kota Manado dengan metode yang diterapkan. Hal ini terungkap saat pertemuan dengan Walikota Manado beberapa hari lalu.

Founder WAUS Christ Longdong saat mempresentasikan metode WAUS dalam mengatasi sampah Manado pada Walikota Andrei Angouw.

“Sampah organik yang merupakan penyumbang sampah terbesar di TPA dapat dikelola menjadi kompos, biogas dan pelet. Sampah plastik dapat menjadi sumber energi listrik maupun bahan bakar. Sedangkan sampah kertas, tekstil dan lainnya dapat dibuat bahan mebel, souvenir, bahan bangunan dan lainnya yang bisa dikelola oleh UMKM atau industri kreatif,” sebut Longdong.

Bahkan saat meyakinkan Walikota Manado dalam presentasi tersebut, Owner Bahaga Souvenir ini menyebutkan bahwa melalui Lubang Sampah Organik, masyarakat dapat memilah sampah organik dari anorganik dari rumah yang adalah sumber sampah. “Selain itu, Lubang Resapan Anti Banjir WAUS dapat mengurangi resiko banjir. Serta Metode penanganan anti longsor WAUS untuk kurangi resiko longsor,” papar Longdong di depan Walikota.

Metode pengelolaan sampah ini, menurut Longdong telah diujicoba pada salah satu lingkungan di Kelurahan Perkamil. “Dan ini sukses. Banyak masyarakat yang mengapresiasi kegiatan WAUS. Karena dengan sendirinya dapat mengurangi sampah dan pencemaran lingkungan,” tambah Christ.

Menanggapi hal tersebut Walikota Manado Andrei Angouw sangat antusias dan mengapresiasi gebrakan dari WAUS. Hingga Angouw mempersilahkan WAUS untuk melanjutkan penerapan metode penanganan sampah tersebut pada kawasan yang lebih luas.

“Silahkan WAUS Energy jadikan Perkamil sebagai lokasi pilot project pengolahan sampah organik, penanganan banjir dan penanganan longsor. Bila sudah berhasil di Perkamil baru bisa dilakukan juga ke area lain di Manado,” ungkap Walikota pada tim WAUS.

Adapun pertemuan WAUS bersama Walikota Andrei Angouw, juga dihadiri CSAO WAUS Harley Mangindaan mantan Wakil Walikota Manado, CMO Ivanry Matu dan CTO Edwin Monoarfa.

Produk Rumah Organik Sonder yang diolah dari bahan sampah organik dan kotoran ternak dijual di Freshmart Bahu dan Paniki serta dijual secara online.

Sejalan dengan itu, Pemerhati Lingkungan yang juga merupakan Founder Rumah Organik Sonder (ROS) Mario Enstein Poli menyebutkan Pekerjaan Rumah (PR) dari AA-RS bukan sekedar menumpuk sampah di TPA. “Namun utamanya adalah merubah prilaku masyarakat. Karena ini adalah akar permasalahan dari masalah Sampah yang belum bisa diatasi,” sebut Poli.

Menurutnya, apabila masyarakat mampu memilah buangan rumah tangga dengan baik, sampah tidak akan menumpuk di TPA dan menyebabkan pencemaran. “Kalau bisa dipilah, tiap jenis buangan memiliki nilai ekonomis. Ada pembelinya. Misal benda besi-an berkarat, plastik, kertas bekas, kardus dan lainnya. Sedangkan buangan rumah tangga seperti sisa bahan dapur, kulit buah, dan lainnya dapat dijadikan pupuk organik untuk kesuburan tanah bahkan bisa dijual,” tutup Poli yang juga adalah Ketua Kelompok Tani Berkat Usaha Bersama Desa Tounelet Sonder.

Diketahui Rumah Organik Sonder adalah produsen Pupuk Organik, Media Tanam dan beberapa produk pertanian lainnya yang memanfaatkan sampah organik dan kotoran ternak sebagai bahan baku yang sejak awal pandemi telah dijual secara online hingga ke supermarket. (Desmianti Babo) 

 

MANADOPOST. ID—Sampah adalah masalah yang tidak pernah usai di Kota Manado. Seiring pertumbuhan penduduk yang makin pesat, juga menambah produksi sampah dan makin menjadikannya sebagai masalah yang kompleks.

Sejak dilantik sebagai Walikota dan Wakil Walikota Manado, Andrei Angouw dan Richard Sualang (AA-RS) memasukkan masalah sampah sebagai program utama untuk segera diselesaikan. Bahkan walikota beberapa kali ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sumompo untuk menghadirkan solusi. Namun masalah sampah, tidak semudah membalikkan telapak tangan.

Sementara itu, masalah sampah di Kota Manado juga memunculkan keterpangilan dari berbagai elemen masyarakat, seperti WAUS yang hadir dengan ide yang digagas untuk memusnahkan setiap sampah yang ada di Kota Manado.

Disebutkan Founder WAUS Christ Longdong bahwa kehadiran WAUS yaitu untuk memberikan solusi yang nyata demi mengurangi bahkan memusnahkan sampah yang ada di Kota Manado dengan metode yang diterapkan. Hal ini terungkap saat pertemuan dengan Walikota Manado beberapa hari lalu.

Founder WAUS Christ Longdong saat mempresentasikan metode WAUS dalam mengatasi sampah Manado pada Walikota Andrei Angouw.

“Sampah organik yang merupakan penyumbang sampah terbesar di TPA dapat dikelola menjadi kompos, biogas dan pelet. Sampah plastik dapat menjadi sumber energi listrik maupun bahan bakar. Sedangkan sampah kertas, tekstil dan lainnya dapat dibuat bahan mebel, souvenir, bahan bangunan dan lainnya yang bisa dikelola oleh UMKM atau industri kreatif,” sebut Longdong.

Bahkan saat meyakinkan Walikota Manado dalam presentasi tersebut, Owner Bahaga Souvenir ini menyebutkan bahwa melalui Lubang Sampah Organik, masyarakat dapat memilah sampah organik dari anorganik dari rumah yang adalah sumber sampah. “Selain itu, Lubang Resapan Anti Banjir WAUS dapat mengurangi resiko banjir. Serta Metode penanganan anti longsor WAUS untuk kurangi resiko longsor,” papar Longdong di depan Walikota.

Metode pengelolaan sampah ini, menurut Longdong telah diujicoba pada salah satu lingkungan di Kelurahan Perkamil. “Dan ini sukses. Banyak masyarakat yang mengapresiasi kegiatan WAUS. Karena dengan sendirinya dapat mengurangi sampah dan pencemaran lingkungan,” tambah Christ.

Menanggapi hal tersebut Walikota Manado Andrei Angouw sangat antusias dan mengapresiasi gebrakan dari WAUS. Hingga Angouw mempersilahkan WAUS untuk melanjutkan penerapan metode penanganan sampah tersebut pada kawasan yang lebih luas.

“Silahkan WAUS Energy jadikan Perkamil sebagai lokasi pilot project pengolahan sampah organik, penanganan banjir dan penanganan longsor. Bila sudah berhasil di Perkamil baru bisa dilakukan juga ke area lain di Manado,” ungkap Walikota pada tim WAUS.

Adapun pertemuan WAUS bersama Walikota Andrei Angouw, juga dihadiri CSAO WAUS Harley Mangindaan mantan Wakil Walikota Manado, CMO Ivanry Matu dan CTO Edwin Monoarfa.

Produk Rumah Organik Sonder yang diolah dari bahan sampah organik dan kotoran ternak dijual di Freshmart Bahu dan Paniki serta dijual secara online.

Sejalan dengan itu, Pemerhati Lingkungan yang juga merupakan Founder Rumah Organik Sonder (ROS) Mario Enstein Poli menyebutkan Pekerjaan Rumah (PR) dari AA-RS bukan sekedar menumpuk sampah di TPA. “Namun utamanya adalah merubah prilaku masyarakat. Karena ini adalah akar permasalahan dari masalah Sampah yang belum bisa diatasi,” sebut Poli.

Menurutnya, apabila masyarakat mampu memilah buangan rumah tangga dengan baik, sampah tidak akan menumpuk di TPA dan menyebabkan pencemaran. “Kalau bisa dipilah, tiap jenis buangan memiliki nilai ekonomis. Ada pembelinya. Misal benda besi-an berkarat, plastik, kertas bekas, kardus dan lainnya. Sedangkan buangan rumah tangga seperti sisa bahan dapur, kulit buah, dan lainnya dapat dijadikan pupuk organik untuk kesuburan tanah bahkan bisa dijual,” tutup Poli yang juga adalah Ketua Kelompok Tani Berkat Usaha Bersama Desa Tounelet Sonder.

Diketahui Rumah Organik Sonder adalah produsen Pupuk Organik, Media Tanam dan beberapa produk pertanian lainnya yang memanfaatkan sampah organik dan kotoran ternak sebagai bahan baku yang sejak awal pandemi telah dijual secara online hingga ke supermarket. (Desmianti Babo) 

 

Most Read

Artikel Terbaru

/