25 C
Manado
Sabtu, 15 Mei 2021
spot_img

Tanggul Anti Banjir Manado On Progres

MANADOPOST.ID – Setelah Ibu Kota Sulawesi Utara kerap dihantam banjir yang mengakibatkan kerugian miliaran rupiah, Kementerian PUPR melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi I kini tengah menggenjot program penanganan banjir Manado.

Menurut Kepala BWS Sulawesi I, Bastari program ini adalah salah satu solusi cepat mengatasi banjir Manado. “Tahun ini, ada dua sungai yang jadi prioritas untuk atasi banjir Manado, yakni Pembangunan Bangunan Pengendali Banjir (BPB) Sungai Sario dan Sungai Tondano,” papar Bastari.

Adapun pembangunan BPB yang dilakukan berupa tanggul untuk melindungi masyarakat di bentaran sungai dari banjir. “Pekerjaan ini untuk melindungi mereka yang di sekitar bentaran sungai dan masyarakat lainnya dari banjir,” kata Bastari.

Adapun dari ke dua bangunan tersebut BPB Sungai Sario dengan anggaran Rp.5,1 miliar, saat ini tengah on progres. “Pembangunan bangunan pengendali banjir Sungai Sario, sementara dikerjakan. Kalau Sungai Tondano, masih dalam proses pelelangan,” imbuhnya.

Sementara itu, dari pelaksana proyek Pembangunan BPB Sungai Sario yakni Gilang Pramana Putra selaku Project Manager PT. Rasawula Gavriel Sultra (RGS) menyebutkan, kegiatan yang dilakukan untuk mencegah banjir, meliputi pembangunan tanggul sepanjang 800 meter dengan tinggi tiga meter. “Proyeknya meliputi pembangunan tanggul dari titik jembatan kuning Mega Mall sampai di belakang PLN Manado sekaligus normalisasi sungai. Mengangkat sedimen-sedimen sepanjang bangunan tanggul,” kata Pramana.

Dari pantauan Manado Post, terdapat banyak gundukan sedimen, salah satu penyebab banjir yang berada di muara Sungai Sario. Gundukan sedimen ini disinyalir menjadi penghambat aliran air Sungai Sario ke muara pantai di sekitar Mega Mall. Sehingga dengan adanya proyek ini, dapat mencegah banjir Manado.

Pada proses pembangunan, Bastari menghimbau agar masyarakat dan pemerintah dapat mensupport kegiatan pembuatan tanggul tersebut.

“Mohon suport dari pala, lurah, camat dan dinas terkait untuk lancarnya pembangunan. Untuk masyarakat, dibentaran sungai, pekerjaan ini untuk melindungi mereka dan masyarakat lainnya, agar supaya mereka mau terganggu sementara waktu akibat pekerjaan ini,” terang Bastari.

Sementara itu, berdasarkan paparan dari salah satu masyarakat yang berdomisili di lokasi tersebut, Noulix Dahar menyatakan suportnya atas pembangunam tersebut. “Pekerjaan yang dilakukan sangat bagus, karena dicor pakai ring balak jadi kuat,” tutup Dahar. (des)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Artikel Terbaru