24.4 C
Manado
Senin, 15 Agustus 2022

Tumbelaka: Ganti Sespri Wali Kota Manado Arogan, Rusak Nama Ketua AA

MANADOPOST.ID–Pengamat Politik Taufik Tumbelaka menanggapi sikap arogan oknum Sespri Wali Kota Manado Gland Benly yang baru menjabat tiga bulan, saat pelantikan Ketua Lingkungan, Selasa (03/08/21).

Menurut Tumbelaka, dirinya kenal Wali kota Manado Andrei Angouw (AA), sejak sebelum jadi Ketua DPRD Sulut. Ketua AA selalu berupaya ramah dan santun.

“Kalau benar insiden itu, saya harap Ketua AA pertimbangkan karena berpotensi mempermalukan nama baik Ketua AA selaku Wali Kota Manado.Kalau saya boleh saran, GANTI oknum Sepri itu,” pintanya.

Sebelumnya, oknum Sespri Wali Kota Manado, Glad Benly membentak dengan tinggi wartawan Manado Post dan awak media yang lain telah melakukan peliputan live di serbaguna. “Siapa yang suruh ngana ba rekam, kase barenti..,” sebutnya dengan nada tinggi seperti mengajak barantem.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Padahal ketika para wartawan melakukan peliputan masuk di ruangan tidak ada larangan untuk meliput dan merekam serta live streaming.

Padahal dalam pelantikan ini seharusnya tidak ada yang harus ditutupi dan masyarakat ingin tau proses pelantikan ini dilakukan secara transparan dan bertanggung jawab.

“Seharusnya kalau melarang media merekam harus disampaikan dengan baik. Bukan dengan nada ancaman,” ungkap awak media seraya menyesalkan tindakan Sespri wali kota yang arogan seakan kantor wali kota ini miliknya sendiri.

INI PENJELASAN SESPRI:

Sebelum pelantikan so diumumkan beberapa kali agar jangan ada yg LIVE di medsos, akun FB pemkot juga so diinstruksikan jangan LIVE, dan ini diumumkan beberapa kali sebelum pelantikan mulai.

Wartawan yg mo meliput dipersilahkan, tapi LIVE jangan. Ada pertimbangan kenapa jangan LIVE; mencegah jangan sampai ada persepsi liar dr masyarakat seolah2 torang ada babakumpul disaat PPKM sedang diberlakukan.

Just info, kapasitas ruang serbaguna dpt menampung 1200 orang. Kalo ikuti edaran walikota utk kegiatan maksimal 25% hadir fisik, artinya utk acara disitu maksimal 300 orang boleh hadir.

Dengan pengetatan, yg hadir dlm acara tadi ada sekitar 200an orang, so termasuk wartawan. Itupun semua wajib non reaktif RT Antigen.

Jadi intinya, so diingatkan, so diumumkan, AGAR JANGAN LIVE, kong tiba2 ada yg ba LIVE, dia itu pongo sto? Kong mo tegor bagaimana pa dia? Kita yg arogan atau dia yg kabal?

Dari penjelasan oknum sespri wali kota dengan menyebutkan wartawan pongo, sudah ketahuan dirinya tidak beretika, tidak ada sopan santun dalam menyampaikan sesuatu.

“Saya pertama di dalam ruang serbaguna. Tidak ada perintah larangan live streaming untuk jurnalistik. Hanya dilarang untuk live itu ketua lingkungan. Bukan untuk jurnalistik,” ungkap awak media Frangky, yang masuk terlebih dahulu di ruang serbaguna.

Diketahui, semua jurnalistik yang melakukan peliputan baik televisi, media cetak dan elektronik melakukan perekaman. (ite)

MANADOPOST.ID–Pengamat Politik Taufik Tumbelaka menanggapi sikap arogan oknum Sespri Wali Kota Manado Gland Benly yang baru menjabat tiga bulan, saat pelantikan Ketua Lingkungan, Selasa (03/08/21).

Menurut Tumbelaka, dirinya kenal Wali kota Manado Andrei Angouw (AA), sejak sebelum jadi Ketua DPRD Sulut. Ketua AA selalu berupaya ramah dan santun.

“Kalau benar insiden itu, saya harap Ketua AA pertimbangkan karena berpotensi mempermalukan nama baik Ketua AA selaku Wali Kota Manado.Kalau saya boleh saran, GANTI oknum Sepri itu,” pintanya.

Sebelumnya, oknum Sespri Wali Kota Manado, Glad Benly membentak dengan tinggi wartawan Manado Post dan awak media yang lain telah melakukan peliputan live di serbaguna. “Siapa yang suruh ngana ba rekam, kase barenti..,” sebutnya dengan nada tinggi seperti mengajak barantem.

Padahal ketika para wartawan melakukan peliputan masuk di ruangan tidak ada larangan untuk meliput dan merekam serta live streaming.

Padahal dalam pelantikan ini seharusnya tidak ada yang harus ditutupi dan masyarakat ingin tau proses pelantikan ini dilakukan secara transparan dan bertanggung jawab.

“Seharusnya kalau melarang media merekam harus disampaikan dengan baik. Bukan dengan nada ancaman,” ungkap awak media seraya menyesalkan tindakan Sespri wali kota yang arogan seakan kantor wali kota ini miliknya sendiri.

INI PENJELASAN SESPRI:

Sebelum pelantikan so diumumkan beberapa kali agar jangan ada yg LIVE di medsos, akun FB pemkot juga so diinstruksikan jangan LIVE, dan ini diumumkan beberapa kali sebelum pelantikan mulai.

Wartawan yg mo meliput dipersilahkan, tapi LIVE jangan. Ada pertimbangan kenapa jangan LIVE; mencegah jangan sampai ada persepsi liar dr masyarakat seolah2 torang ada babakumpul disaat PPKM sedang diberlakukan.

Just info, kapasitas ruang serbaguna dpt menampung 1200 orang. Kalo ikuti edaran walikota utk kegiatan maksimal 25% hadir fisik, artinya utk acara disitu maksimal 300 orang boleh hadir.

Dengan pengetatan, yg hadir dlm acara tadi ada sekitar 200an orang, so termasuk wartawan. Itupun semua wajib non reaktif RT Antigen.

Jadi intinya, so diingatkan, so diumumkan, AGAR JANGAN LIVE, kong tiba2 ada yg ba LIVE, dia itu pongo sto? Kong mo tegor bagaimana pa dia? Kita yg arogan atau dia yg kabal?

Dari penjelasan oknum sespri wali kota dengan menyebutkan wartawan pongo, sudah ketahuan dirinya tidak beretika, tidak ada sopan santun dalam menyampaikan sesuatu.

“Saya pertama di dalam ruang serbaguna. Tidak ada perintah larangan live streaming untuk jurnalistik. Hanya dilarang untuk live itu ketua lingkungan. Bukan untuk jurnalistik,” ungkap awak media Frangky, yang masuk terlebih dahulu di ruang serbaguna.

Diketahui, semua jurnalistik yang melakukan peliputan baik televisi, media cetak dan elektronik melakukan perekaman. (ite)

Most Read

Artikel Terbaru

/