30 C
Manado
Jumat, 4 Desember 2020

Cerita dari BLINK Manado, Indriani Anggrum

BLACKPINK Dorong Diri Jadi Makin Pede

MANADO– 2 Oktober lalu, THE ALBUM milik BLACKPINK resmi dirilis. Siapa yang paling bergembira? Siapa lagi kalau bukan para fansnya berjuluk BLINK. Album studio girl group asal Korea Selatan itu pecah rekor. 590.000 kopi album dalam sehari secara fisik ludes di pasaran. Belum lagi music video di YouTube yang menembus puluhan juta penonton dalam sehari. Kesuksesan ini tentu tak lepas dari BLINK. Termasuk di dalamnya peran dari Indriani Anggrum.

Sebagai BLINK, Indriani rela streaming video berjam-jam agar rekor BLACKPINK bisa tercapai. “Koreografi dan lagunya sempurna. Para fans akhirnya jadi tertarik mendengarkan dan menonton video mereka di YouTube,” tuturnya. Indri menyukai dunia K-Pop sebenarnya jauh sebelum BLACKPINK lahir. “Sudah dari kelas 6 SD suka K-Pop. Sampai sekarang sudah semester 5 perkuliahan tetap suka. Awal suka BLACKPINK karena Jennie,” jelasnya.

Emang kenapa Jennie? “Saya kan suka dunia fashion. Saya sering follow akun-akun brand di Instagram. Saat Jennie menjadi salah satu modelnya, akhirnya saya mulai follow. OOTD-nya Jennie memang keren lah. Sampai akhirnya saya dengar lagu-lagu BLACKPINK,” jelasnya. Alasan lain kenapa Indri jatuh cinta dengan BLACKPINK itu karena lagu-lagunya sangat cocok dengan diri.

Misalnya saja di Lovesick Girls. Track kesukaannya di THE ALBUM itu punya makna yang kuat. “Jisoo dan Jennie yang menulis lagu itu menyelip pesan yang mendalam di lirik lagu. Mereka berpesan bahwa walaupun tersakiti oleh cinta, seseorang harus bisa bangkit kembali dan mengatasi patah hatinya,” jelas Indri.

Tiap lagu di THE ALBUM menurut Indri punya ciri khas tersendiri. Namun secara keseluruhan, album tersebut menonjolkan sisi wanita yang kuat. “Semua lagu di albumnya enak didengar. Apalagi di masa pandemi saat ini,” beber mahasiswi Universitas Klabat ini.

Namun bagi yang belum sempat membeli albumnya tak perlu berkecil hati. Indri menjelaskan, menjadi BLINK tak harus membeli album atau selalu datang ke konser. “Saya sudah beli album tapi belum bisa datang ke konser karena jadwalnya bertabrakan dengan jam kuliah. Toh saya tetap bangga jadi BLINK,” ujarnya. Menjadi BLINK, bisa dimulai dengan hal sederhana. Misalnya saja membuat donasi amal dari ulang tahun member dan memberikannya kepada mereka yang membutuhkan.

Kegiatan positif seperti itu yang ia petik setelah terjun ke dalam dunia K-Pop. Selain bisa saling membantu sesame, menjadi BLINK membuat dirinya termotivasi jadi sukses. “Harus sukses untuk mencapai sesuatu. Mulai dari, get that degree, berolahraga, mencari apa bakat atau talenta saya, dan menjalani hidup dengan tidak membosankan. Padahal saya cuek terhadap diri saya sendiri dan pendiam. Lewat K-Pop khususnya BLACKPINK, saya mulai diet yang sehat juga dan mulai merawat diri,” paparnya.

Ia merasa beberapa teman-teman K-Popers lain juga melakukan hal yang sama. Dari mencintai diri sendiri dan membuat diri jadi lebih baik. “BLACKPINK bikin saya makin pede (percaya diri),” katanya.

Namun, menjadi BLINK memang ada tantangan tersendiri. Misalnya komentar pedas dari orang. “Belum lagi ada yang suka hate speech untuk sang idola. Namanya fans, mana ada yang mau idolanya dijatuhkan,” jelasnya.

Tantangan lain adalah lokasi konsernya. Karena Indri dari Manado, perlu biaya ekstra untuk bisa menonton sang idola yang biasanya manggung di Jakarta atau di luar negeri. Ia berharap suatu saat nanti BLACKPINK bisa konser di Manado. “Jadi tak perlu jauh-jauh lagi nonton konser. Seandainya yaa,” tukasnya. (*)

ABOUT BLINK MANADO

Terbentuk 8 Mei 2019.

Jumlah member: 100-an

Tiap ulang tahun member diadakan event:

3 Januari (Kim Ji-soo)

16 Januari (Kim Jennie)

11 Februari (Rosé)

27 Maret (Lisa)

Tiap anniversary BLACKPINK juga diadakan event. Namun saat pandemik ini beberapa event di-pending.

-

Artikel Terbaru

Desa Wisata Candirejo Borobudur Tawarkan Sensasi Budaya Jawa

Salah satu desa wisata tradisional yang terkenal #DiIndonesiaAja adalah Desa Penglipuran, Bali. Nah, selain itu, masih banyak desa wisata tradisional lain, termasuk yang lokasinya tak jauh dari Candi Borobudur, Jawa Tengah.

Bajeto 341 Lingkungan Solid Menangkan JGE-VB

Kekuatan pendukung dan simpatisan Pasangan Calon (Paslon) Jilly Gabriella Eman-Virgie Baker, (JGE-VB) kian hari terus bertambah.

Pilih Mor, Rekaman Bersama Enda Ungu

Personel Band Ungu Franco Medjaya Kusumah atau akrab disapa Enda, menunjukkan keseriusannya memenangkan Pasangan Calon (Paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Manado, Mor Bastiaan-Hanny Joost Pajouw (Mor-HJP).

VAP – HR Merajai Pelosok Sulut

Sosok calon Gubernur Sulut Dr (HC) Vonnie Anneke Panambunan STh yang selalu peduli masyarakat kecil, terus dicintai warga hingga di daerah pelosok di 15 kabupaten/kota se-Sulut.

Perhatian-perhatian! Pintu Teater Dibuka 5 Desember

"Perhatian-perhatian. Pintu teater telah dibuka. Bagi Anda yang telah memiliki karcis dipersilahkan untuk memasuki ruangan teater…” Rindu dengar kalimat tersebut? Sebentar lagi rindu anda terobati.