26.4 C
Manado
Senin, 4 Juli 2022

Adu Klaim Survei, Warga: Jangan-jangan yang Unggul Mor-HJP

MANADOPOST.ID—Pertarungan di Pilwako Manado ketat. Ini disampaikan peneliti Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA usai merilis survei Pilgub Sulut di Hotel Swissbell Manado, Rabu (2/12) lalu.

Peneliti LSI Adjie Alfaraby pada wartawan ketika diwawancarai mengatakan, dari empat pasang calon yang bertarung di Pilwako Manado ada tiga yang berpeluang menang. Yakni Mor Bastiaan dan Hanny Joost Pajouw (Mor-HJP), Andrei Angouw-Richard Sualang (AA-RS), dan Julyeta PA Runtuwene-Harley Mangindaan (PAHAM).

“Untuk paslon Mor-HJP, AA-RS, dan PAHAM posisi dukungannya sangat ketat perbedaannya,” tuturnya. Dengan persaingan yang demikian ketat, LSI tidak bisa menyimpulkan siapa yang teratas dari tiga kandidat itu.

Karena berada dibatas margin error. LSI sendiri melakukan survei pada 18-23 November, sample 800 dan margin error 3 persen, dengan tingkat kepercayaan 97 persen. Metode yang digunakann multistage random.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

“Karena ketatnya persaingan ketiga kandidat tersebut, semua berpeluang untuk menang berdasarkan data statistik dan survei. Jadi ketiganya punya peluang yang sama menang,” ujar Faraby.

“Melihat selisih begitu ketat dan dalam batas margin error, maka demi menjaga nama baik lembaga, kami tidak berani mengunggulkan satupun pasangan di antara ketiga pasangan di atas,” tandasnya.

Memang menjelang hari H Pilkada Serentak 2020 di Manado, sejumlah lembaga survei merilis prediksi pemenang dalam kontestasi 5 tahunan tersebut. Di sisi lain, reputasi LSI tak diragukan, sebagai lembaga survei paling kredibel se-Indonesia. Sejumlah survei dan prediksi LSI Denny JA, nyaris sama seperti yang ditetapkan KPU.

Diketahui adu klaim sedang terjadi antara beberapa lembaga survei. Salah satu yang menarik terkait survei di Kota Manado. Dari lembaga survei Indo Barometer merilis paslon tertentu menjadi pemenang dengan persentase 40,5 persen, diikuti paslon lain 26,3 persen, dan 17,8 persen paslon lainnya, terakhir paslon keempat hanya mendapat 7,5 persen.

Kemudian Indonesian Observer merilis jika AA-RS yang unggul. Paslon nomor urut 1 ini unggul 38,9 persen, disusul PAHAM 26,6 persen, Mor-HJP 20,04 persen, dan SSK-SS 9,2 persen

Antropolog Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fispol) Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Drs Mahyudin Damis MHum menilai, elektabilitas paslon belum bisa diukur dari hasil survei. “Karena sudah menjadi pengalaman, dua kali dalam survei, contohnya Pilpres, hasil akhirnya berbeda. Itu pengalaman kita,” ungkap Mahyudin Damis.

Apalagi, tambah Damis, jika ada lembaga survei yang hanya mencantumkan nama satu pasangan saja. “Oleh karena metode tak jelas maka lembaga surveinya pun patut dipertanyakan jika tak mau dibilang lembaga survei itu abal-abal. Karena bisa kita bandingkan dengan survei lain untuk persentase dan nama dari tiap palon tertera. Namun yang ramai diberitakan tidak demikian,” tutur Damis.

Dia melanjutkan, sisi positif dari hasil survei, bisa menjadi patokan atau masukan bagi masing-masing paslon untuk mengevaluas strategi.  “Hasil yang ada ini bisa menjadi patokan masing-masing pasangan, apakah nanti hasilnya sesuai atau tidak. Bisa menjadi tolak ukur juga dimana kelemahan atau kelebihan masing-masing sehingga bisa diperbaiki menjelang hari H pemilihan,” kuncinya.

Sementara itu, akademisi sekaligus pemerhati politik Manado Isyana Konoras menuturkan hasil survei sepanjang dilakukan sesuai kaidah penelitian yang baik dan benar dan disajikan dengan jujur sesuai fakta di lapangan maka bisa dijadikan bahan evaluasi bagi yang berkepentingan.

“Yang perlu diingatkan, publikasi hasil survei sesuai ketentuan hanya bisa dilakukan lembaga yang telah terdaftar di KPU, dan jika hanya untuk kepentingan internal maka dipergunakan untuk bahan evaluasi,” tutur Dosen IAIN Manado ini.

Sementara beberapa warga manado justru lebih mempercayai pernyataan peneliti LSI. Yang mengatakan jika persaingan ketat. “PAHAM dan AA-RS saling klaim hasil survei. Jangan-jangan malah Mor-HJP yang tak berikan klaim, namun mereka yang unggul. Juga lebih masuk akal penjelasan LSI, karena memang persaingan di Manado cukup ketat,” tandas Marvel M, warga Teling.(*)

MANADOPOST.ID—Pertarungan di Pilwako Manado ketat. Ini disampaikan peneliti Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA usai merilis survei Pilgub Sulut di Hotel Swissbell Manado, Rabu (2/12) lalu.

Peneliti LSI Adjie Alfaraby pada wartawan ketika diwawancarai mengatakan, dari empat pasang calon yang bertarung di Pilwako Manado ada tiga yang berpeluang menang. Yakni Mor Bastiaan dan Hanny Joost Pajouw (Mor-HJP), Andrei Angouw-Richard Sualang (AA-RS), dan Julyeta PA Runtuwene-Harley Mangindaan (PAHAM).

“Untuk paslon Mor-HJP, AA-RS, dan PAHAM posisi dukungannya sangat ketat perbedaannya,” tuturnya. Dengan persaingan yang demikian ketat, LSI tidak bisa menyimpulkan siapa yang teratas dari tiga kandidat itu.

Karena berada dibatas margin error. LSI sendiri melakukan survei pada 18-23 November, sample 800 dan margin error 3 persen, dengan tingkat kepercayaan 97 persen. Metode yang digunakann multistage random.

“Karena ketatnya persaingan ketiga kandidat tersebut, semua berpeluang untuk menang berdasarkan data statistik dan survei. Jadi ketiganya punya peluang yang sama menang,” ujar Faraby.

“Melihat selisih begitu ketat dan dalam batas margin error, maka demi menjaga nama baik lembaga, kami tidak berani mengunggulkan satupun pasangan di antara ketiga pasangan di atas,” tandasnya.

Memang menjelang hari H Pilkada Serentak 2020 di Manado, sejumlah lembaga survei merilis prediksi pemenang dalam kontestasi 5 tahunan tersebut. Di sisi lain, reputasi LSI tak diragukan, sebagai lembaga survei paling kredibel se-Indonesia. Sejumlah survei dan prediksi LSI Denny JA, nyaris sama seperti yang ditetapkan KPU.

Diketahui adu klaim sedang terjadi antara beberapa lembaga survei. Salah satu yang menarik terkait survei di Kota Manado. Dari lembaga survei Indo Barometer merilis paslon tertentu menjadi pemenang dengan persentase 40,5 persen, diikuti paslon lain 26,3 persen, dan 17,8 persen paslon lainnya, terakhir paslon keempat hanya mendapat 7,5 persen.

Kemudian Indonesian Observer merilis jika AA-RS yang unggul. Paslon nomor urut 1 ini unggul 38,9 persen, disusul PAHAM 26,6 persen, Mor-HJP 20,04 persen, dan SSK-SS 9,2 persen

Antropolog Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fispol) Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Drs Mahyudin Damis MHum menilai, elektabilitas paslon belum bisa diukur dari hasil survei. “Karena sudah menjadi pengalaman, dua kali dalam survei, contohnya Pilpres, hasil akhirnya berbeda. Itu pengalaman kita,” ungkap Mahyudin Damis.

Apalagi, tambah Damis, jika ada lembaga survei yang hanya mencantumkan nama satu pasangan saja. “Oleh karena metode tak jelas maka lembaga surveinya pun patut dipertanyakan jika tak mau dibilang lembaga survei itu abal-abal. Karena bisa kita bandingkan dengan survei lain untuk persentase dan nama dari tiap palon tertera. Namun yang ramai diberitakan tidak demikian,” tutur Damis.

Dia melanjutkan, sisi positif dari hasil survei, bisa menjadi patokan atau masukan bagi masing-masing paslon untuk mengevaluas strategi.  “Hasil yang ada ini bisa menjadi patokan masing-masing pasangan, apakah nanti hasilnya sesuai atau tidak. Bisa menjadi tolak ukur juga dimana kelemahan atau kelebihan masing-masing sehingga bisa diperbaiki menjelang hari H pemilihan,” kuncinya.

Sementara itu, akademisi sekaligus pemerhati politik Manado Isyana Konoras menuturkan hasil survei sepanjang dilakukan sesuai kaidah penelitian yang baik dan benar dan disajikan dengan jujur sesuai fakta di lapangan maka bisa dijadikan bahan evaluasi bagi yang berkepentingan.

“Yang perlu diingatkan, publikasi hasil survei sesuai ketentuan hanya bisa dilakukan lembaga yang telah terdaftar di KPU, dan jika hanya untuk kepentingan internal maka dipergunakan untuk bahan evaluasi,” tutur Dosen IAIN Manado ini.

Sementara beberapa warga manado justru lebih mempercayai pernyataan peneliti LSI. Yang mengatakan jika persaingan ketat. “PAHAM dan AA-RS saling klaim hasil survei. Jangan-jangan malah Mor-HJP yang tak berikan klaim, namun mereka yang unggul. Juga lebih masuk akal penjelasan LSI, karena memang persaingan di Manado cukup ketat,” tandas Marvel M, warga Teling.(*)

Most Read

Artikel Terbaru

/