25.4 C
Manado
Saturday, 25 March 2023

RS Pancaran Kasih-Keluarga PDP Damai

MANADOPOST.ID—Penuntasan insiden yang terjadi di Rumah Sakit (RS) Pancaran Kasih menemui titik terang. Kamis (4/6) kemarin, pihak RS dan keluarga PDP, sepakat untuk duduk bersama.

Mediasi yang dilaksanakan di Masjid Raya Ahmad Yani ini, dihadiri langsung oleh Dirut RS Pancaran Kasih dr Franky Kambey. Dari keluarga pasien ada istri dan kedua anak pasien. Kedua pihak memutuskan menyelesaikan dan mencari jalan keluar yang terbaik.

Hal ini disampaikan Amir Liputo, selaku mediator pertemuan kemarin. Anggota DPRD Sulut ini menjelaskan, dalam mediasi tersebut, kedua pihak saling curhat. “Intinya kan dalam beberapa hari ini, beredar kabar berseliweran kiri kanan, persoalan yang terjadi di RS Pancaran Kasih. Saya melihat postingan ini sudah ada yang melenceng dari substansi persoalan. Menjaga tetap pada relnya, sekaligus saya sebagai wakil rakyat, punya kewajiban untuk menyelesaikan masalah yang ada di masyarakat,” terangnya.

“Tadi (kemarin) saya coba memfasilitasi. Dirut RS Pancaran Kasih hadir langsung, bersama istri dan kedua anak serta adik almarhum. Juga hadir Dr Taufik Pasiak. Dan dalam mediasi ini, saya beri kesempatan kedua pihak untuk saling curhat. Agar semuanya jelas. Dan kita cari jalan keluar terbaik dari persoalan ini,” ungkapnya saat dihubungi semalam.

Baca Juga:  Panelewen Pantau Pelayanan di RSUP Kandou Manado
1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Lanjut Liputo yang memfasilitasi pertemuan tersebut, kedua pihak saling menyampaikan apa yang terjadi. “Pihak keluarga menyampaikan keluhan mereka, terhadap apa yang terjadi di RS. Pihak RS juga menjelaskan tentang protap yang harus mereka ambil. Dan akhirnya disimpulkan oleh kedua belah pihak, ini terjadi salah paham. Karena memang kondisi saat itu sudah sangat riuh. Karena begitu banyaknya orang,” ungkapnya, menambahkan kesepakatan menyelesaikan permasalahan telah diambil.

“Kedua belah pihak sepakat, ke depan akan menjadi catatan bagi pihak keluarga dan RS, untuk perbaikan. RS juga menyampaikan protap yang harus dilakukan, dan menjadi catatan bagi kita warga masyarakat, termasuk keluarga. Agar ke depan masyarakat juga taat terhadap protap kesehatan yang ada. Sehingga hal yang terjadi kemarin, tidak akan terulang kembali,” terang Liputo.

Baca Juga:  Tunggakan Gaji Pegawai PD Pasar Capai 7 Miliar, Roland Roeroe: Tunggu Audit Inspektorat, Kalau Ada Masalah Masuk Penjara Bukan Kami

Dia juga mengharapkan, agar masyarakat tidak lagi membagikan konten yang profokatif. “Kedua belah pihak sepakat, persoalan ini selesai sampai di sini (damai). Dan saling memaafkan. Tidak dilanjutkan lagi ke proses yang baru. Diharapkan kepada masyarakat untuk tidak lagi menyebarkan sesuatu, yang menyebabkan kedua belah pihak menjadi ikut terganggu,” harapnya.

Isu sogokoan yang terjadi, juga telah diluruskan. “Misalnya (persoalan) RS yang menyogok. Tadi sudah terungkap, keluarga tidak pernah menyampaikan itu. Diminta kepada masyarakat mari menahan diri, tidak membagikan postingan yang menyebabkan orang salah paham terhadap persoalan ini. Intinya kedua belah pihak sudah sepakat bahwa persoalan ini selesai. Dan diakhiri dengan foto bersama Dirut RS dan keluarga. Saya sebagai wakil rakyat tentu sangat bergembira, karena bisa memfasilitasi untuk kebaikan kita bersama,” katanya.(ctr-02/gnr)

MANADOPOST.ID—Penuntasan insiden yang terjadi di Rumah Sakit (RS) Pancaran Kasih menemui titik terang. Kamis (4/6) kemarin, pihak RS dan keluarga PDP, sepakat untuk duduk bersama.

Mediasi yang dilaksanakan di Masjid Raya Ahmad Yani ini, dihadiri langsung oleh Dirut RS Pancaran Kasih dr Franky Kambey. Dari keluarga pasien ada istri dan kedua anak pasien. Kedua pihak memutuskan menyelesaikan dan mencari jalan keluar yang terbaik.

Hal ini disampaikan Amir Liputo, selaku mediator pertemuan kemarin. Anggota DPRD Sulut ini menjelaskan, dalam mediasi tersebut, kedua pihak saling curhat. “Intinya kan dalam beberapa hari ini, beredar kabar berseliweran kiri kanan, persoalan yang terjadi di RS Pancaran Kasih. Saya melihat postingan ini sudah ada yang melenceng dari substansi persoalan. Menjaga tetap pada relnya, sekaligus saya sebagai wakil rakyat, punya kewajiban untuk menyelesaikan masalah yang ada di masyarakat,” terangnya.

“Tadi (kemarin) saya coba memfasilitasi. Dirut RS Pancaran Kasih hadir langsung, bersama istri dan kedua anak serta adik almarhum. Juga hadir Dr Taufik Pasiak. Dan dalam mediasi ini, saya beri kesempatan kedua pihak untuk saling curhat. Agar semuanya jelas. Dan kita cari jalan keluar terbaik dari persoalan ini,” ungkapnya saat dihubungi semalam.

Baca Juga:  Ratusan Kepsek SMA se-Sulut Mulai Diperiksa, Ada Apa?

Lanjut Liputo yang memfasilitasi pertemuan tersebut, kedua pihak saling menyampaikan apa yang terjadi. “Pihak keluarga menyampaikan keluhan mereka, terhadap apa yang terjadi di RS. Pihak RS juga menjelaskan tentang protap yang harus mereka ambil. Dan akhirnya disimpulkan oleh kedua belah pihak, ini terjadi salah paham. Karena memang kondisi saat itu sudah sangat riuh. Karena begitu banyaknya orang,” ungkapnya, menambahkan kesepakatan menyelesaikan permasalahan telah diambil.

“Kedua belah pihak sepakat, ke depan akan menjadi catatan bagi pihak keluarga dan RS, untuk perbaikan. RS juga menyampaikan protap yang harus dilakukan, dan menjadi catatan bagi kita warga masyarakat, termasuk keluarga. Agar ke depan masyarakat juga taat terhadap protap kesehatan yang ada. Sehingga hal yang terjadi kemarin, tidak akan terulang kembali,” terang Liputo.

Baca Juga:  Yvonne Lengkong Pimpin Kawanua Washington

Dia juga mengharapkan, agar masyarakat tidak lagi membagikan konten yang profokatif. “Kedua belah pihak sepakat, persoalan ini selesai sampai di sini (damai). Dan saling memaafkan. Tidak dilanjutkan lagi ke proses yang baru. Diharapkan kepada masyarakat untuk tidak lagi menyebarkan sesuatu, yang menyebabkan kedua belah pihak menjadi ikut terganggu,” harapnya.

Isu sogokoan yang terjadi, juga telah diluruskan. “Misalnya (persoalan) RS yang menyogok. Tadi sudah terungkap, keluarga tidak pernah menyampaikan itu. Diminta kepada masyarakat mari menahan diri, tidak membagikan postingan yang menyebabkan orang salah paham terhadap persoalan ini. Intinya kedua belah pihak sudah sepakat bahwa persoalan ini selesai. Dan diakhiri dengan foto bersama Dirut RS dan keluarga. Saya sebagai wakil rakyat tentu sangat bergembira, karena bisa memfasilitasi untuk kebaikan kita bersama,” katanya.(ctr-02/gnr)

Most Read

Artikel Terbaru