30.4 C
Manado
Minggu, 14 Agustus 2022

Musda III GPPMP Sulut Pilih Rende dkk Secara Aklamasi

MANADOPOST.ID- Musyawarah Daerah III DPD GPPMP Sulawesi Utara 2021 sukses dilaksanakan di Aula “MAESA KORAH LANGI”, Jalan Sam Ratulangi 17 Nomor 24, Titiwungen Manado, Sabtu (4/12/21) yang dihadiri unsur Dewan Penasihat, Ir Lucky Harry Korah, MSi, Dewan Pembina, Ny Hetty Wuisan (anak pelaku sejarah/pejuang Merah Putih 14 Februari 1946), unsur DPP GPPMP, dipimpin langsung Ketua Umum DPP GPPMP, Jeffrey Rawis, unsur DPD GPPMP Sulut, serta enam DPC GPPMP, yakni Bitung, Minahasa Utara, Manado, Minahasa, Minahasa Selatan, serta Minahasa Tenggara.

Dalam sidang-sidang yang dipimpin Donny Lumingas (Ketua DPP GPPMP Bidang OKK/Korwil Sulut) tersebut, forum Musyawarah Daerah (Musda) III Generasi Penerus Perjuangan Merah Putih 14 Februari 1946 Sulawesi Utara (GPPMP 14.02.46 Sulit) ini menghasilkan sejumlah keputusan, deklarasi serta rekomendasi.

“Salah satunya, menerima laporan pertanggungan jawab pengurus DPD GPPMP Sulut periode 2015-2020 & 2020-2021, dan, secara aklamasi seluruh peserta Musda sepakat memilih Ferry Rende selaku Ketua, Inyo Rumondor/Ketua Harian, Renata Ticonuwu/Sekretaris, dan Rocky Korah/Bendahara,” jelas Donny Lumingas, Senin (6/12/21) didampingi dua Korwil Sulut dari DPP GPPMP, yakni Rev Dr Siti Hadijah, DTh, DMin/Ketua DPP GPPMP Bidang Aksi Peremouan dan Pemberdayaan Anak, serta Wabendum DPP GPPMP, Merry Waleleng.

Disebutkan, ke-4 fungsionaris ini kemudian bersama unsur DPC (Jemmy Saerang/Minahasa dan Piter Manusama/Bitung), serta Donny Lumingas/DPP ditetapkan sebagai Tim Formatur untuk menyusun Komposisi Personalia Pengurus DPD GPPMP Sulut periode 2021-2026.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Perkumpulan Rohaniwan Merah Putih

Forum Musda juga mendeklarasikan organisasi baru (‘inbody’ dalam GPPMP), yakni “Perkumpulan Rohaniwan Merah Putih (PRMP), yang dibacakan salah satu deklaratornya, Pendeta Renata Ticonuwu, STh, MSi didampingi beberapa rohaniwan dari berbagai unsur agama serta deniminasi.

Selain itu, menurut Donny, forum Musda melahirkan beberapa rekomendasi strategis, di antaranya:
a. Mengusulkan kepada Pemprov dzn DPRD Sulut untuk menjadikan Sejarah Peristiwa Heroik Perjuangan Merah Putih 14 Februari 1946 sebagai materi ajar (muatan lokal) di jenjang pendidikan SD, SMP hingga SMA, yang ditetapkan sebagai Peraturan Daerah (Perda),

b. Mengusulkan kepada Pemprov Sulut, DPRD Sulut, Pangdam XIII Merdeka dan Pemkot Manado untuk memulai pembangunan “Monumen Merah Putih & Diorama Peristiwa Heroik Perjuangan Merah Putih 14 Februari 1946”, yang bisa menjadi ikon sekaligus obyek Wisata Sejarah Sulawesi Utara. Sebelumnya telah ada komitmen dari Walikota dan Wakil Walikota Manado untuk menyediakan lahan khusus, juga Rektor Unsrat siap membentuk tim desain dan berkontrobusi membuat desain secara gratis sesuai ukuran lahan,

c. Mengusulkan kepada Pemprov Sulut, agar dapat mengimplementasikan Amanat Presiden RI, Bung Karno pada tahun 1964, untuk menetapkan 14 Februari sebagai Hari Sulawesi Utara, dengan ditandai dengan upacara bendera di setiap instansi dan lembaga pemdidikan, serta pemancangan bendera Merah Putih di rumah-rumah penduduk. *Terkait itu, diusulkan kepada Pemkot Manado, agar menetapkan “Manado Sebagai Kota Pejuang Merah Putih” atau “Kota Pejuang”, sebagaimana Surabaya telah ditetapkan sebagai “Kota Pahlawan” berkenaan dengan heroisme Peristiwa 10 November 1945,

d. Mengusulkan produksi Film Perjuangan Merah Putih dengan judul “Berkibarlah Benderaku” yang layak tayang di bioskop, sebagai ‘legacy’ bagi generasi penerus bangsa.

Komando Penegak Merah Putih

Selain beberapa keputusan, deklarasi dan rekomendasi di atas, Musda III GPPMP Sulut juga sepakat untuk segera mendeklarasikan tiga organisasi ‘inbody’ di daerah itu. “Yakni, sesudah Depidar GPMPI dan Rohaniwan Merah Putih, selanjutnya Dewan Pimpinan Daerah (Depidar) Komando Penegak Merah Putih (Kogamtih) Sulut dengan Panglimanya, Peter Manusama, Depidar Gerakan Angkatan Muda Merah Putih (Garda Merah Putih) Sulut serta Depidar Gabungan Pengusaha Merah Putih Indonesia (Gapempi) Sulut,” demikian Donny.

“Juga forum menyepakati untuk mengaransemen Mars GPPMP, dengan menunjuk Ferry Rende selaku Ketua Terpilih sebagai Koordinator Program, sedangkan Siti Hadijah sebagai PIC, didukung Piter Manusama,” tambah Donny Lumingas.

Usai penutupan Musda III GPPMP Sulut, Ketum DPP GPPMP bersama fungsionaris DPD GPPMP Sulut menggelar diskusi khusus dengan Fabian Sarundajang terkait usulan dirinya sebagai Ketua Umum Depinas Garda Merah Putih. (Fabian sekarang masih menjabat salah satu Waketum DPP GPPMP).

Kemudian mengacarakan ziarah dan tabur bunga ke makam Dr Sinyo Harry Sarundajang, mantan Dewan Kehormatan GPPMP, Dubes RI di Filipina, Gubernur Sulut dua periode, Pnj Gub Maluku Utara dan Maluku.

Rende sempat menolak

Ada yang menarik setelah secara aklamasi forum Musda memilih Rende cs. Yakni ketika pimpinan sidang Donny Lumingas bertanya kepwda keempat fungsionaris tersebut, apakah siap menjadi pengurus DPD GPPMP Sulut.

Ticonuwu, Rumondor, dan Korah menyatakan kesiapannya. Namun, saat ditanya kepada Rende justru menolak. Tapi, penolakan itu hanya untuk sementara dan kemudian diterima secara sempurna.

”Terima kasih kepada enam DPC yang dengan aklamasi telah memilih kami berempat. Kiranya, kami yang terpilih ini akan bersinergi dan menjalankan amanat Musda sesuai AD/ART yang berlaku. Harapnya, setelah ini kita akan membentuk struktur secara lengkap melalui tim formatur. Namun, tim formatur harus ditambah dari utusan DPC dan DPP agar penyusunan struktur sesuai visi misi kedepan,” kata Rende yang mantan jurnalis nasional ini dan pernah menjabat sebagai Wakil Sekjen DPP GPPMP.

Sementara itu, Penasehat DPP GPPMP Ir Lucky Korah, MSi dalam sambutannya mengajak kader GPPMP tingkat pusat dan daerah untuk terus bersinergi lebih baik. ”Pengurus baru ini harapannya akan berjalan lebih baik. Di dalamnya, semua program yang akan datang akan lebih baik lagi,” katanya.

Korah juga berpesan untuk ciptakan program dengan baik, agar kader dan anggota bisa jalaninya bersama-sama.

Sementara Ketua Panitia, Hery Inyo Rumondor dalam laporan singkat menjelaskan, panitia dibentuk setelah ditunjuk Ketua Ferry Rende. ”Walau diakuinya, pelaksanaan Musda III tanpa memiliki dana kecuali partisipasi masing-masing, tapi, syukur kepada Tuhan pelaksanaan Musda III berjalan aman dan sukses, karena didukung oleh peserta utusan dari enam DPC,” jelas HRD salah satu perusahaan tambang di Likupang ini.

Ketua Umum DPP GPPMP Bidang Aksi Perempuan dan Pemberdayaan Anak, Siti Hadijah yang juga Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (Depinas) Gerakan Perempuan Merah Putih Indonesia (GPMPI) menutup Musda III GPPMP Sulut dengan doa bersama. (*)

MANADOPOST.ID- Musyawarah Daerah III DPD GPPMP Sulawesi Utara 2021 sukses dilaksanakan di Aula “MAESA KORAH LANGI”, Jalan Sam Ratulangi 17 Nomor 24, Titiwungen Manado, Sabtu (4/12/21) yang dihadiri unsur Dewan Penasihat, Ir Lucky Harry Korah, MSi, Dewan Pembina, Ny Hetty Wuisan (anak pelaku sejarah/pejuang Merah Putih 14 Februari 1946), unsur DPP GPPMP, dipimpin langsung Ketua Umum DPP GPPMP, Jeffrey Rawis, unsur DPD GPPMP Sulut, serta enam DPC GPPMP, yakni Bitung, Minahasa Utara, Manado, Minahasa, Minahasa Selatan, serta Minahasa Tenggara.

Dalam sidang-sidang yang dipimpin Donny Lumingas (Ketua DPP GPPMP Bidang OKK/Korwil Sulut) tersebut, forum Musyawarah Daerah (Musda) III Generasi Penerus Perjuangan Merah Putih 14 Februari 1946 Sulawesi Utara (GPPMP 14.02.46 Sulit) ini menghasilkan sejumlah keputusan, deklarasi serta rekomendasi.

“Salah satunya, menerima laporan pertanggungan jawab pengurus DPD GPPMP Sulut periode 2015-2020 & 2020-2021, dan, secara aklamasi seluruh peserta Musda sepakat memilih Ferry Rende selaku Ketua, Inyo Rumondor/Ketua Harian, Renata Ticonuwu/Sekretaris, dan Rocky Korah/Bendahara,” jelas Donny Lumingas, Senin (6/12/21) didampingi dua Korwil Sulut dari DPP GPPMP, yakni Rev Dr Siti Hadijah, DTh, DMin/Ketua DPP GPPMP Bidang Aksi Peremouan dan Pemberdayaan Anak, serta Wabendum DPP GPPMP, Merry Waleleng.

Disebutkan, ke-4 fungsionaris ini kemudian bersama unsur DPC (Jemmy Saerang/Minahasa dan Piter Manusama/Bitung), serta Donny Lumingas/DPP ditetapkan sebagai Tim Formatur untuk menyusun Komposisi Personalia Pengurus DPD GPPMP Sulut periode 2021-2026.

Perkumpulan Rohaniwan Merah Putih

Forum Musda juga mendeklarasikan organisasi baru (‘inbody’ dalam GPPMP), yakni “Perkumpulan Rohaniwan Merah Putih (PRMP), yang dibacakan salah satu deklaratornya, Pendeta Renata Ticonuwu, STh, MSi didampingi beberapa rohaniwan dari berbagai unsur agama serta deniminasi.

Selain itu, menurut Donny, forum Musda melahirkan beberapa rekomendasi strategis, di antaranya:
a. Mengusulkan kepada Pemprov dzn DPRD Sulut untuk menjadikan Sejarah Peristiwa Heroik Perjuangan Merah Putih 14 Februari 1946 sebagai materi ajar (muatan lokal) di jenjang pendidikan SD, SMP hingga SMA, yang ditetapkan sebagai Peraturan Daerah (Perda),

b. Mengusulkan kepada Pemprov Sulut, DPRD Sulut, Pangdam XIII Merdeka dan Pemkot Manado untuk memulai pembangunan “Monumen Merah Putih & Diorama Peristiwa Heroik Perjuangan Merah Putih 14 Februari 1946”, yang bisa menjadi ikon sekaligus obyek Wisata Sejarah Sulawesi Utara. Sebelumnya telah ada komitmen dari Walikota dan Wakil Walikota Manado untuk menyediakan lahan khusus, juga Rektor Unsrat siap membentuk tim desain dan berkontrobusi membuat desain secara gratis sesuai ukuran lahan,

c. Mengusulkan kepada Pemprov Sulut, agar dapat mengimplementasikan Amanat Presiden RI, Bung Karno pada tahun 1964, untuk menetapkan 14 Februari sebagai Hari Sulawesi Utara, dengan ditandai dengan upacara bendera di setiap instansi dan lembaga pemdidikan, serta pemancangan bendera Merah Putih di rumah-rumah penduduk. *Terkait itu, diusulkan kepada Pemkot Manado, agar menetapkan “Manado Sebagai Kota Pejuang Merah Putih” atau “Kota Pejuang”, sebagaimana Surabaya telah ditetapkan sebagai “Kota Pahlawan” berkenaan dengan heroisme Peristiwa 10 November 1945,

d. Mengusulkan produksi Film Perjuangan Merah Putih dengan judul “Berkibarlah Benderaku” yang layak tayang di bioskop, sebagai ‘legacy’ bagi generasi penerus bangsa.

Komando Penegak Merah Putih

Selain beberapa keputusan, deklarasi dan rekomendasi di atas, Musda III GPPMP Sulut juga sepakat untuk segera mendeklarasikan tiga organisasi ‘inbody’ di daerah itu. “Yakni, sesudah Depidar GPMPI dan Rohaniwan Merah Putih, selanjutnya Dewan Pimpinan Daerah (Depidar) Komando Penegak Merah Putih (Kogamtih) Sulut dengan Panglimanya, Peter Manusama, Depidar Gerakan Angkatan Muda Merah Putih (Garda Merah Putih) Sulut serta Depidar Gabungan Pengusaha Merah Putih Indonesia (Gapempi) Sulut,” demikian Donny.

“Juga forum menyepakati untuk mengaransemen Mars GPPMP, dengan menunjuk Ferry Rende selaku Ketua Terpilih sebagai Koordinator Program, sedangkan Siti Hadijah sebagai PIC, didukung Piter Manusama,” tambah Donny Lumingas.

Usai penutupan Musda III GPPMP Sulut, Ketum DPP GPPMP bersama fungsionaris DPD GPPMP Sulut menggelar diskusi khusus dengan Fabian Sarundajang terkait usulan dirinya sebagai Ketua Umum Depinas Garda Merah Putih. (Fabian sekarang masih menjabat salah satu Waketum DPP GPPMP).

Kemudian mengacarakan ziarah dan tabur bunga ke makam Dr Sinyo Harry Sarundajang, mantan Dewan Kehormatan GPPMP, Dubes RI di Filipina, Gubernur Sulut dua periode, Pnj Gub Maluku Utara dan Maluku.

Rende sempat menolak

Ada yang menarik setelah secara aklamasi forum Musda memilih Rende cs. Yakni ketika pimpinan sidang Donny Lumingas bertanya kepwda keempat fungsionaris tersebut, apakah siap menjadi pengurus DPD GPPMP Sulut.

Ticonuwu, Rumondor, dan Korah menyatakan kesiapannya. Namun, saat ditanya kepada Rende justru menolak. Tapi, penolakan itu hanya untuk sementara dan kemudian diterima secara sempurna.

”Terima kasih kepada enam DPC yang dengan aklamasi telah memilih kami berempat. Kiranya, kami yang terpilih ini akan bersinergi dan menjalankan amanat Musda sesuai AD/ART yang berlaku. Harapnya, setelah ini kita akan membentuk struktur secara lengkap melalui tim formatur. Namun, tim formatur harus ditambah dari utusan DPC dan DPP agar penyusunan struktur sesuai visi misi kedepan,” kata Rende yang mantan jurnalis nasional ini dan pernah menjabat sebagai Wakil Sekjen DPP GPPMP.

Sementara itu, Penasehat DPP GPPMP Ir Lucky Korah, MSi dalam sambutannya mengajak kader GPPMP tingkat pusat dan daerah untuk terus bersinergi lebih baik. ”Pengurus baru ini harapannya akan berjalan lebih baik. Di dalamnya, semua program yang akan datang akan lebih baik lagi,” katanya.

Korah juga berpesan untuk ciptakan program dengan baik, agar kader dan anggota bisa jalaninya bersama-sama.

Sementara Ketua Panitia, Hery Inyo Rumondor dalam laporan singkat menjelaskan, panitia dibentuk setelah ditunjuk Ketua Ferry Rende. ”Walau diakuinya, pelaksanaan Musda III tanpa memiliki dana kecuali partisipasi masing-masing, tapi, syukur kepada Tuhan pelaksanaan Musda III berjalan aman dan sukses, karena didukung oleh peserta utusan dari enam DPC,” jelas HRD salah satu perusahaan tambang di Likupang ini.

Ketua Umum DPP GPPMP Bidang Aksi Perempuan dan Pemberdayaan Anak, Siti Hadijah yang juga Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (Depinas) Gerakan Perempuan Merah Putih Indonesia (GPMPI) menutup Musda III GPPMP Sulut dengan doa bersama. (*)

Most Read

Artikel Terbaru

/