32 C
Manado
Jumat, 4 Desember 2020

Dorong Roda Ekonomi Pulih, Semua Tempat Usaha Dibuka

MANADO- Meskipun Kota Manado masih berada di zona oranye soal tingkat resiko penyebaran Covid 19, namun dinamika pergerakan ekonomi di semua sektor mulai didorong agar pulih kembali.

Hal ini terlihat ketika hampir semua dunia usaha di kota metropolitan Manado mulai membuka usaha mereka. “Kami bersyukur karena bapak wali kota ikut memberikan kesempatan kepada kami untuk tetap berdagang, meskipun kami tetap dalam penerapan protap covid,” kata Jefri Mandak, salah satu pedagang sepatu di kawasan eks shopping center Manado.

Menurut Jefri, sejak Pemkot Manado memberikan kelonggaran untuk berdagang sejak bulan Juli 2020 lalu, maka dirinya bersama pedagang yang lain mampu memenuhi kebutuhan hidup mereka sehari-hari, meskipun omset penjualan mereka tidak sebanding dengan kondisi disaat belum pandemi. “Sejak Covid menghantam bulan Maret 2020 lalu, kita bersyukur wali kota tidak pernah memberlakukan lockdown dan kami bisa berjualan meskipun omset kami masih sepi,” tambah Ismed Lihawa, pedagang kebutuhan rumah tangga lainnya.

Sementara itu, Wali Kota Manado DR GS Vicky Lumentut dalam sebuah diskusi baru-baru ini mengatakan, pihaknya sejak Februari 2020 lalu telah melakukan kajian soal dampak penyebaran Covid-19 terhadap pendapatan per kapita masyarakat di kota Manado.

Menurut wali kota, sejak peristiwa penyebaran virus pertama kali di kota Wuhan, pihaknya sejak dini sudah mengsosialisasikan kepada masyarakat di kota Manado untuk memberdayakan lahan tidur yang ada di sekitar kita, termasuk memanfaatkan pekarangan rumah kita dengan teknologi pertanian sederhana. “Saya mungkin orang pertama yang mengkampanyekan marijo torang bakobong, meskipun dengan teknologi pertanian yang sangat sederhana,” tutur wali kota.

Lanjutnya, di bidang jasa dan perdagangan umum, semenjak Agustus 2020 lalu, transaksi perdagangan di kota Manado termasuk cukup tinggi. Itu terlihat, ketika sejumlah sarana pertokoan bahkan mall mulai dibuka kembali, meskipun dengan penerapan protap covid yang sangat ketat. “Saya berfikir bahwa masyarakat saya harus hidup di situasi pandemi, meskipun kita wajib mematuhi protap kesehatan,” urai Lumentut.

Tidak hanya sektor perdagangan, wali kota Manado juga mulai membangkitkan sektor pariwisata lokal dengan mulai beroperasinya sebagian besar hotel di kota Manado, meskipun tingkat daya huni masih belum maksimal. “Bapak & Ibu bisa merasakan bagiamana lalu lintas kita mulai macet. Sejumlah titik-titik perekonomian mulai dipadati pengunjung. Ini bukti bahwa, ekonomi di kota Manado mulai hidup kembali,” pungkasnya. (*)

-

Artikel Terbaru

Oktober, Neraca Perdagangan Sulut Surplus 563,9 Miliar

MANADOPOST.ID—Hingga Oktober tahun ini, Sulawesi Utara (Sulut) masih tetap konsisten menjaga kestabilan neraca perdagangan. Berdasarkan data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Rabu (2/12) lalu

Desa Wisata Candirejo Borobudur Tawarkan Sensasi Budaya Jawa

Salah satu desa wisata tradisional yang terkenal #DiIndonesiaAja adalah Desa Penglipuran, Bali. Nah, selain itu, masih banyak desa wisata tradisional lain, termasuk yang lokasinya tak jauh dari Candi Borobudur, Jawa Tengah.

Kios UMKM Sediakan Beragam Kue Natal

MANADOPOST.ID— Bagi Anda yang masih bingung untuk mencari kue natal, Kios UMKM menjadi pilihan yang tepat.

Desa Wisata Penglipuran Batasi Kapasitas Pengunjung Hingga 50%

Selalu ada hal menarik untuk diceritakan mengenai Pulau Dewata Bali, salah satunya adalah Desa Penglipuran yang terletak di Kelurahan Kubu, Kabupaten Bangli, Bali.

Umat Muslim Manado: Terima Kasih Olly-Steven dan AA-RS

MANADOPOST.ID—Masih dalam rangkaian Maulid Nabi Muhammad SAW, relawan Bravo New pasangan calon (Paslon) Pilkada Sulut, Olly Dondokambey-Steven Kandouw