alexametrics
28.4 C
Manado
Jumat, 20 Mei 2022

Banner Mobile (Anymind)

Tidak Mengcovidkan Pasien, Ini Penjelasan RSUP Kandouw

MANADOPOST.ID–Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Kandou tidak mengcovidkan pasien. Direktur Utama RSUP Kandou, melalui Kabid Pelayanan Medik dan Keperawatan dr Hanry Takasenseran mengatakan, penanganan pasien di Instalasi Gawat Darurat (IGD) sudah sesuai prosedur.

“Untuk menentukan pasien Covid-19 atau tidak dimulai dari IGD. Karena di situ ada proses screening, triase. Kalau terindikasi kriteria Covid, maka dilayanan isolasi IGD,” ujarnya.

Lanjutnya, setelah itu dilakukan proses pemeriksaan secara klinis, fisik, pemeriksaan laboratorium darah dan pemeriksaan metalogi. “Yang paling penting dilakukan foto dada rontgen untuk melihat kondisi paru-parunya apakah ada infeksi di paru-paru atau tidak. Kalau untuk Covid itu infeksi pneumonia. Juga dilihat kandungan oksigen dalam darah.

Dari pemeriksaan klinis kita bisa melihat rawat lanjutnya. Apakah rawat inap di isolasi atau tidak,” ungkapnya.

Menurut dia, kalau dari pemeriksaan klinis oleh dokter kemudian ditambah pemeriksaan penunjang yaitu foto dada rontgen ada infeksi, kemudian terpenuhi ada tanda-tanda itu ditetapkan diagnosanya pasien Covid atau suspek.

Kemudian pasien-pasien akan dirawat lanjut di ruang isolasi rawat inap di RSUP Kandou. Setelah masuk ruang isolasi rawat inap baru dilakukan pemeriksaan swab PCR. “Jadi di IGD kami tidak melakukan swab PCR, nanti di ruang isolasi rawat inap. Karena di IGD hanya berdarkan hasil klinis pasien dan foto dada,” ujarnya.

Terkait viral di Medsos Facebook soal pasien Covid, kata Hanry pihaknya tidak menanggapi secara spesifik. “Saya tidak menyebutkan inisial nama pasien dan arogansi pasien. Apa

yang dilakukan sesuai prosedur. Mulai dari IGD sudah dilakukan penanganan. Pasang infus, oksigen dan obat-obatan yang diberikan,  foto dada dan  lanjut di ruang rawat inap,” jelasnya.

Dia juga mengungkapkan, pihak RSUP Kandou sudah bertemu dengan pasien, sudah saling memberikan klarifikasi sehingga ada kesepahaman.  “Difasilitasi Polresta Manado dalam suasana penuh kekeluargaan salin memahami dan menerima,” ungkapnya.

Dia mengatakan, setiap kritik yang disampaikan kepada RS itu menjadi masukkan dan intropeksi diri untuk mengevaluasi pelayanan dalam peningkatan pelayanan yang lebih baik. “Setiap saat ada potensi masalah. Masing-masing orang mempunyai kepuasan yang berbeda.  Kami berusaha memberikan pelayanan yang maksimal dengan meminimalisir komplein,” pungkasnya. (*)

MANADOPOST.ID–Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Kandou tidak mengcovidkan pasien. Direktur Utama RSUP Kandou, melalui Kabid Pelayanan Medik dan Keperawatan dr Hanry Takasenseran mengatakan, penanganan pasien di Instalasi Gawat Darurat (IGD) sudah sesuai prosedur.

“Untuk menentukan pasien Covid-19 atau tidak dimulai dari IGD. Karena di situ ada proses screening, triase. Kalau terindikasi kriteria Covid, maka dilayanan isolasi IGD,” ujarnya.

Lanjutnya, setelah itu dilakukan proses pemeriksaan secara klinis, fisik, pemeriksaan laboratorium darah dan pemeriksaan metalogi. “Yang paling penting dilakukan foto dada rontgen untuk melihat kondisi paru-parunya apakah ada infeksi di paru-paru atau tidak. Kalau untuk Covid itu infeksi pneumonia. Juga dilihat kandungan oksigen dalam darah.

Dari pemeriksaan klinis kita bisa melihat rawat lanjutnya. Apakah rawat inap di isolasi atau tidak,” ungkapnya.

Menurut dia, kalau dari pemeriksaan klinis oleh dokter kemudian ditambah pemeriksaan penunjang yaitu foto dada rontgen ada infeksi, kemudian terpenuhi ada tanda-tanda itu ditetapkan diagnosanya pasien Covid atau suspek.

Kemudian pasien-pasien akan dirawat lanjut di ruang isolasi rawat inap di RSUP Kandou. Setelah masuk ruang isolasi rawat inap baru dilakukan pemeriksaan swab PCR. “Jadi di IGD kami tidak melakukan swab PCR, nanti di ruang isolasi rawat inap. Karena di IGD hanya berdarkan hasil klinis pasien dan foto dada,” ujarnya.

Terkait viral di Medsos Facebook soal pasien Covid, kata Hanry pihaknya tidak menanggapi secara spesifik. “Saya tidak menyebutkan inisial nama pasien dan arogansi pasien. Apa

yang dilakukan sesuai prosedur. Mulai dari IGD sudah dilakukan penanganan. Pasang infus, oksigen dan obat-obatan yang diberikan,  foto dada dan  lanjut di ruang rawat inap,” jelasnya.

Dia juga mengungkapkan, pihak RSUP Kandou sudah bertemu dengan pasien, sudah saling memberikan klarifikasi sehingga ada kesepahaman.  “Difasilitasi Polresta Manado dalam suasana penuh kekeluargaan salin memahami dan menerima,” ungkapnya.

Dia mengatakan, setiap kritik yang disampaikan kepada RS itu menjadi masukkan dan intropeksi diri untuk mengevaluasi pelayanan dalam peningkatan pelayanan yang lebih baik. “Setiap saat ada potensi masalah. Masing-masing orang mempunyai kepuasan yang berbeda.  Kami berusaha memberikan pelayanan yang maksimal dengan meminimalisir komplein,” pungkasnya. (*)

Most Read

Artikel Terbaru

/