alexametrics
23.4 C
Manado
Senin, 23 Mei 2022

Banner Mobile (Anymind)

RSUP Kandou Bangun Kerja Sama Dengan RS Korsel

MANADOPOST.ID-Untuk meningkatkan pelayanan, Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Kandou Manado membangun kerja sama dengan rumah sakit (RS) di Korea Selatan (Korsel).

Kerja sama ini diawali dengan webinar bersama Rumah Sakit Kyungpook National University Hospital Korea Selatan, Senin (8/11/21).

Direktur Utama (Dirut) RSUP Kandou, Dr. dr. Jimmy Panelewen SpB-KBD, didampingi Direktur SDM Dr. dr. Ivonne Rotty M.Kes mengatakan, kerja sama bersesuaian dengan Renstra dan unggulan brending di RSUP Kandou yakni bedah vaskuler.

“Kemudian meminimalisasi jangka panjang, maka gagasan mulai diarahkan kepada kerja sama pelayanan bedah vascular dan endovascular,” kata Panelewen.

Diketahui, perkembangan bedah vaskular Indonesia dimulai dari seorang subspesialis bedah vaskular dan endovaskular adalah seorang ahli yang mengkhususkan diri dalam pengobatan semua penyakit pembuluh darah arteri, vena ataupun limfatik, kecuali prosedur pada jantung dan otak.

Di Indonesia spesialis ini dimulai sejak 1973 yang dirintis Prof. dr. Djang Djusi, SpB (K)V, dan dr. Murnizal, SpB(K)V, di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM).

Pada 1996 dibentuk perhimpunan bedah vaskular dan endovaskular Indonesia (PESBEVI) dan diterima sebagai anggota Asian Society of Vascular Surgery (ASVS).

Sesuai Benchmark yang berkembang di dunia, bedah vaskular Indonesia dikembangkan sebagai subspesialis dari ilmu bedah umum, ahli bedah vaskular dan endovaskular merupakan ahli bedah umum dengan pendidikan lanjutan selama 2 tahun khusus di bidang vaskular.

Seorang subspesialis bedah vaskular dan endovaskular dapat dikatakan ahli yang paling paripurna dalam tata laksana penyakit pembuluh darah, dikarenakan melakukan layanan sesuai dengan kekhususan ilmu bedah vaskular dan bukan sebagai sampingan dari spesialisasi lain yang saat ini juga melayani kasus bedah vaskular akibat masih sedikit sekali jumlah subspesialis bedah vaskular dan endovaskular di Indonesia.

Pengetahuan mendalam mengenai penyakit vaskular, kemampuan melakukan pemeriksaan diagnostik baik non-invasif maupun yang invasif dalam bidang pengobatan, seorang subspesialis bedah vaskular dan endovaskular dapat melakukan tindakan konservatif dengan terapi medikamentosa, melakukan tindakan pembedahan terbuka dan dapat juga melakukan tindakan yang non-invasif berupa kateterisasi perkutan.

Dengan menguasai semua modalitas tata laksana tersebut, seorang subspesialis bedah vaskular dan endovaskular dapat memberikan layanan terbaik, pertimbangan terapi yang sesuai kondisi beratnya penyakit pasien serta mampu mengatasi komplikasi yang terjadi pada tata laksana penyakit-penyakit vaskular. (ite)

MANADOPOST.ID-Untuk meningkatkan pelayanan, Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Kandou Manado membangun kerja sama dengan rumah sakit (RS) di Korea Selatan (Korsel).

Kerja sama ini diawali dengan webinar bersama Rumah Sakit Kyungpook National University Hospital Korea Selatan, Senin (8/11/21).

Direktur Utama (Dirut) RSUP Kandou, Dr. dr. Jimmy Panelewen SpB-KBD, didampingi Direktur SDM Dr. dr. Ivonne Rotty M.Kes mengatakan, kerja sama bersesuaian dengan Renstra dan unggulan brending di RSUP Kandou yakni bedah vaskuler.

“Kemudian meminimalisasi jangka panjang, maka gagasan mulai diarahkan kepada kerja sama pelayanan bedah vascular dan endovascular,” kata Panelewen.

Diketahui, perkembangan bedah vaskular Indonesia dimulai dari seorang subspesialis bedah vaskular dan endovaskular adalah seorang ahli yang mengkhususkan diri dalam pengobatan semua penyakit pembuluh darah arteri, vena ataupun limfatik, kecuali prosedur pada jantung dan otak.

Di Indonesia spesialis ini dimulai sejak 1973 yang dirintis Prof. dr. Djang Djusi, SpB (K)V, dan dr. Murnizal, SpB(K)V, di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM).

Pada 1996 dibentuk perhimpunan bedah vaskular dan endovaskular Indonesia (PESBEVI) dan diterima sebagai anggota Asian Society of Vascular Surgery (ASVS).

Sesuai Benchmark yang berkembang di dunia, bedah vaskular Indonesia dikembangkan sebagai subspesialis dari ilmu bedah umum, ahli bedah vaskular dan endovaskular merupakan ahli bedah umum dengan pendidikan lanjutan selama 2 tahun khusus di bidang vaskular.

Seorang subspesialis bedah vaskular dan endovaskular dapat dikatakan ahli yang paling paripurna dalam tata laksana penyakit pembuluh darah, dikarenakan melakukan layanan sesuai dengan kekhususan ilmu bedah vaskular dan bukan sebagai sampingan dari spesialisasi lain yang saat ini juga melayani kasus bedah vaskular akibat masih sedikit sekali jumlah subspesialis bedah vaskular dan endovaskular di Indonesia.

Pengetahuan mendalam mengenai penyakit vaskular, kemampuan melakukan pemeriksaan diagnostik baik non-invasif maupun yang invasif dalam bidang pengobatan, seorang subspesialis bedah vaskular dan endovaskular dapat melakukan tindakan konservatif dengan terapi medikamentosa, melakukan tindakan pembedahan terbuka dan dapat juga melakukan tindakan yang non-invasif berupa kateterisasi perkutan.

Dengan menguasai semua modalitas tata laksana tersebut, seorang subspesialis bedah vaskular dan endovaskular dapat memberikan layanan terbaik, pertimbangan terapi yang sesuai kondisi beratnya penyakit pasien serta mampu mengatasi komplikasi yang terjadi pada tata laksana penyakit-penyakit vaskular. (ite)

Most Read

Artikel Terbaru

/