alexametrics
26.4 C
Manado
Kamis, 19 Mei 2022

Banner Mobile (Anymind)

Kadinkes Manado: Penetapan Klaster Baru Harus Melalui Kajian

MANADO- Peristiwa viral tidak dilakukannya protokol jenasah Covid-19, baik jemput paksa di RSPK & kematian di rumah belum bisa dijadikan klaster baru karena harus melalui kajian epidemiologi. Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Kota Manado Ivan Sumenda Marthen, Senin (8/6).

Menurut dia, ada empat indikator kajian epidemiologi yang dipakai lewat pengamatan kurva epidemiologi selama 14 hari, yaitu kasus pasien terkonfirm positif, kasus ODP/PDP, kasus meninggal PDP, kasus Nakes yang terinfeksi Covid-19.

Lanjutnya, apabila dalam empat indikator kurva tersebut terjadi kenaikan, ditetapkan daerah tersebut zona merah atau klaster Covid-19 yangg disebabkan oleh peristiwa tersebut di atas, bila kurvanya mendatar ditetapkan zona kuning daerah yang harus diwaspadai. Jika kurvanya menurun ditetapkan zona hijau daerah terkendali Covid-19.

“Semua hal tersebut di atas bisa segera diidentifikasi, tergantung dari beberapa tahapan yang harus dilakukan, seperti pemeriksaan baik rapid maupun swab. Jadi di suatu lokasi itu, harus disosialisasikan dan advokasi tokoh agama serta masyarakat setempat dulu bahwa akan ada pemeriksaan massal yang tujuannya untuk memutus mata rantai Covid-19,” ungkapnya.

Terkait dengan viral ada salah satu kelurahan bakal dijadikan klaster baru itu hanya hipotesa yang perlu dilakukan kajian ke depan. Apakah dengan adanya peristiwa tidak dilakukannya protokol jenasah Covid-19, yang menyebabkan begitu banyak kontak erat terhadap jenasah tersebut menyebabkan terjadinya peningkatan kasus Covid-19 di daerah tersebut, jika hal ini bisa dibuktikan dengan pengamatan & penyelidikan epidemiologis daerah tersebut ditetapkan suatu klaster baru, yang memerlukan intervensi penanganan untuk memutus mata rantai penularan Covid-19 di daerah tersebut.

Dia juga membeber sudah melakukan swab terhadap 16 Kontak Erat Resiko Tinggi (KERT) kepada keluarga yang berdomisili di salah satu kelurahan, sedangkan untuk peristiwa jemput paksa pihaknya baru akan melakukan tracing KERT dan pengambilan sampel swab

Dia juga meminta masyarakat melakukan pemeriksaan sedini mungkin. Ini penting dilakukan agar langkah penanganan bisa dengan cepat dilakukan sehingga penyebaran virus dapat dihentikan.

“Ada beberapa kelurahan yang sedang dipantau dan dilaksanakan sosialiasi untuk memberi pemahaman kepada masyarakat bahwa pemeriksaan sedini dilakukan demi kebaikan dan kesehatan bersama untuk mencegah penyebaran covid-19 di daerah tersebut. Karena kasus positif di Kota Manado terus bertambah sehingga kerja sama semua pihak sangat dibutuhkan dalam percepatan penanganan Covid-19,” ungkapnya.

Sementara untuk perkembangan kasus Covid-19 yang lebih terperinci, katanya, hal tersebut merupakan ranah dari Gugus Tugas Kota Manado yang juru bicaranya adalah drg Sanil Marentek.

“Untuk informasi resmi data dan langkah langkah strategis yang sementara dilakukan oleh gugus tugas pemkot Manado itu ada di Juru Bicara Gugus Tugas Manado, drg. Sanil Marentek. Tapi yang bisa kami sampaikan adalah, mari menjadi masyarakat Manado yang cerdas, bersama-sama berjuang melawan Covid-19, untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Kota Manado,” pungkasnya.(ite)

MANADO- Peristiwa viral tidak dilakukannya protokol jenasah Covid-19, baik jemput paksa di RSPK & kematian di rumah belum bisa dijadikan klaster baru karena harus melalui kajian epidemiologi. Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Kota Manado Ivan Sumenda Marthen, Senin (8/6).

Menurut dia, ada empat indikator kajian epidemiologi yang dipakai lewat pengamatan kurva epidemiologi selama 14 hari, yaitu kasus pasien terkonfirm positif, kasus ODP/PDP, kasus meninggal PDP, kasus Nakes yang terinfeksi Covid-19.

Lanjutnya, apabila dalam empat indikator kurva tersebut terjadi kenaikan, ditetapkan daerah tersebut zona merah atau klaster Covid-19 yangg disebabkan oleh peristiwa tersebut di atas, bila kurvanya mendatar ditetapkan zona kuning daerah yang harus diwaspadai. Jika kurvanya menurun ditetapkan zona hijau daerah terkendali Covid-19.

“Semua hal tersebut di atas bisa segera diidentifikasi, tergantung dari beberapa tahapan yang harus dilakukan, seperti pemeriksaan baik rapid maupun swab. Jadi di suatu lokasi itu, harus disosialisasikan dan advokasi tokoh agama serta masyarakat setempat dulu bahwa akan ada pemeriksaan massal yang tujuannya untuk memutus mata rantai Covid-19,” ungkapnya.

Terkait dengan viral ada salah satu kelurahan bakal dijadikan klaster baru itu hanya hipotesa yang perlu dilakukan kajian ke depan. Apakah dengan adanya peristiwa tidak dilakukannya protokol jenasah Covid-19, yang menyebabkan begitu banyak kontak erat terhadap jenasah tersebut menyebabkan terjadinya peningkatan kasus Covid-19 di daerah tersebut, jika hal ini bisa dibuktikan dengan pengamatan & penyelidikan epidemiologis daerah tersebut ditetapkan suatu klaster baru, yang memerlukan intervensi penanganan untuk memutus mata rantai penularan Covid-19 di daerah tersebut.

Dia juga membeber sudah melakukan swab terhadap 16 Kontak Erat Resiko Tinggi (KERT) kepada keluarga yang berdomisili di salah satu kelurahan, sedangkan untuk peristiwa jemput paksa pihaknya baru akan melakukan tracing KERT dan pengambilan sampel swab

Dia juga meminta masyarakat melakukan pemeriksaan sedini mungkin. Ini penting dilakukan agar langkah penanganan bisa dengan cepat dilakukan sehingga penyebaran virus dapat dihentikan.

“Ada beberapa kelurahan yang sedang dipantau dan dilaksanakan sosialiasi untuk memberi pemahaman kepada masyarakat bahwa pemeriksaan sedini dilakukan demi kebaikan dan kesehatan bersama untuk mencegah penyebaran covid-19 di daerah tersebut. Karena kasus positif di Kota Manado terus bertambah sehingga kerja sama semua pihak sangat dibutuhkan dalam percepatan penanganan Covid-19,” ungkapnya.

Sementara untuk perkembangan kasus Covid-19 yang lebih terperinci, katanya, hal tersebut merupakan ranah dari Gugus Tugas Kota Manado yang juru bicaranya adalah drg Sanil Marentek.

“Untuk informasi resmi data dan langkah langkah strategis yang sementara dilakukan oleh gugus tugas pemkot Manado itu ada di Juru Bicara Gugus Tugas Manado, drg. Sanil Marentek. Tapi yang bisa kami sampaikan adalah, mari menjadi masyarakat Manado yang cerdas, bersama-sama berjuang melawan Covid-19, untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Kota Manado,” pungkasnya.(ite)

Most Read

Artikel Terbaru

/