Perjuangkan Nasib 1.000 Karyawan yang Dirumahkan

GM Matahari Johny Teys, saat Dialog Virtual Manado Post dengan tema ‘Memulihkan Ekonomi Manado di Era New Normal yang diprakarsai oleh Manado Post, sore tadi.

MANADOPOST.ID- Adalah hal yang wajar, jika lebih dari 1.000 pekerja Matahari Department Store mulai menjerit. Karena dari total 16 toko Matahari yang ada di Indonesia Timur (Intim), hanya di Manado saja yang belum diizinkan untuk buka oleh pemerintah setempat.

“Toko lain yang ada di Intim sudah buka. Hanya Manado yang belum. Karen belum diizinkan. Padahal kami memiliki lebih dari 1.000 pekerja yang sudah dirumahkan selama tiga bulan belakangan ini. Saat ini semuanya sudah kesulitan dan ingin kerja lagi. Ini kiranya menjadi perhatian pemerintah,” pinta GM Matahari Johny Teys, saat Dialog Virtual Manado Post dengan tema ‘Memulihkan Ekonomi Manado di Era New Normal yang diprakarsai oleh Manado Post, sore tadi.

Dia pun menyoroti saat ini, pemerintah terlalu banyak melakukan pelarangan, padahal belum pasti apa yang dilarang tersebut mendatangkan konsekuensi yang buruk. Sehingga dia meminta pemerintah untuk mempertimbangkan setiap aturan yang dibuat. Karena biar bagaimana pun pekerja yang dirumahkan membutuhkan uang untuk bisa survive hidup. “Saat ini kita berada dalam kehidupan yang semuanya serba ketakutan. Tapi kita tidak mencoba membuka diri dengan kondisi yang ada. Tapi tetap menjalankan dan mematuhi protokol kesehatan. Mall di luar sudah banyak yang buka. Padahal dari tren kasus, daerah lain jauh lebih banyak,” katanya.

Dia pun mengakui, jika bayak pekerja yang berdiam di rumah saja atau WFH, justru akan lebih mendatangkan stres, dan tubuh tidak akan ada perbandingan. Imun tubuh pun akan turun, yang bisa mempengaruhi kesehatan. “Kami tenant nasional sudah siap menetapkan protap. Pemerintah seharunya mau lihat dari jarak dekat, dan menilai apa yang kurang. Sehingga kami aka nada masukan apa yang kurang dan apa yang harus dibenahi. Selama ini kami hanya dilarang tanpa memberikan kesempatan. Kami berharap, agar pemerintah bisa membuka kembali pusat perbelanjaan agar kami sudah bisa kembali bekerja,” tukasnya. (ayu)