24.4 C
Manado
Kamis, 7 Juli 2022

Pdt Rumopa Minta KPU Manado Objektif dalam Debat

MANADOPOST.ID- Pemerhati Pdt Lucky Rumopa meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Manado berlaku objektif.

Hal ini menyusul debat public Pasangan Calon (Paslon) Wakil Wali Kota (Wawali) Manado yang digelar, Selasa (10/11), hanya menampilkan Balon Wawali.

‘’KPU Manado tolong jelaskan apa alasan sehingga debat public tidak menampilkan calon wali kota. Sebaliknya hanya wakilnya saja,’’ tegas Pdt Rumopa.

Rumopa menduga ada kesengajaan subjektifitas penyelenggara untuk menutupi kekurangan calon wali kota lainnya. Juga sebaliknya, mau menonjolkan calon wakil wali kota yang lain.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

‘’KPU tolong menjalankan tugas negara ini dengan objektif. Kenapa tidak serentak saja mengikuti KPU provinsi dan KPU lainnya. Yaitu menampilkan semua pasangan calon dalam debat,’’ ujar Pdt Rumopa.

Walaupun KPU provinsi juga menurut Pdt Lucky, masih ada kekurangan. Yaitu teknis debat yang tidak membiarkan para calon saling berdebat sesuatu persoalan yang hendak dibahas.

‘’Debat berikut kami harap KPU memberikan ruang para pasangan calon berdebat. Atau mengejar pertanyaan yang dilontarkan jika jawaban yang diberikan tidak sesuai dengan pertanyaan,’’ harap Pdt Lucky. (*)

MANADOPOST.ID- Pemerhati Pdt Lucky Rumopa meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Manado berlaku objektif.

Hal ini menyusul debat public Pasangan Calon (Paslon) Wakil Wali Kota (Wawali) Manado yang digelar, Selasa (10/11), hanya menampilkan Balon Wawali.

‘’KPU Manado tolong jelaskan apa alasan sehingga debat public tidak menampilkan calon wali kota. Sebaliknya hanya wakilnya saja,’’ tegas Pdt Rumopa.

Rumopa menduga ada kesengajaan subjektifitas penyelenggara untuk menutupi kekurangan calon wali kota lainnya. Juga sebaliknya, mau menonjolkan calon wakil wali kota yang lain.

‘’KPU tolong menjalankan tugas negara ini dengan objektif. Kenapa tidak serentak saja mengikuti KPU provinsi dan KPU lainnya. Yaitu menampilkan semua pasangan calon dalam debat,’’ ujar Pdt Rumopa.

Walaupun KPU provinsi juga menurut Pdt Lucky, masih ada kekurangan. Yaitu teknis debat yang tidak membiarkan para calon saling berdebat sesuatu persoalan yang hendak dibahas.

‘’Debat berikut kami harap KPU memberikan ruang para pasangan calon berdebat. Atau mengejar pertanyaan yang dilontarkan jika jawaban yang diberikan tidak sesuai dengan pertanyaan,’’ harap Pdt Lucky. (*)

Most Read

Artikel Terbaru

/