30.4 C
Manado
Minggu, 14 Agustus 2022

Warga GPI Keluhkan Iven Auto Drag Race di Ringroad II

MANADOPOST.ID – Keluhan dilontarkan warga Perumahan Griya Paniki Indah (GPI), Mapanget, Manado atas kegiatan Auto Moto Drag Race Toyota Fortuner of Indonesia (ID42NER).

Iven ini akan menggunakan jalan ringroad II. Diketahui ini menjadi salah satu akses masuk warga ke perumahan. Mirisnya, jalan ini akan ditutup untuk digunakan selama iven yakni 20-24 Juli 2022.

Surat yang ditanda-tangani oleh Panitia bernama Gilbert Eman dan Irsan Lalisang, ramai dibagikan di media sosial. Salah satunya di grup warga GPI. Warga pun banyak memprotes kegiatan itu.

“Lucu juga kang, hanya krn kepentingan kelompok tertentu jalan umum secepat itu berubah menjadi sirkuit GPI. Efek dari satu ķata “sirkuit gpi” akan berdampak ke depan. Jangan pernah larang klo ada balap liar krn itu adalah sirkuit. Sekali izin diberikan, pasti akan ada ijin2 berikutnya sedangkan itu merupakan fasilitas umum (jalan umum),” tulis akun Widagdo Heru.

Pemberitahuan penutupan jalan oleh Pemerintah Kecamatan Mapanget (Istimewa)
1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Warga mengeluh, karena jika ringroad ditutup, maka mereka harus berputar ke arah bandara untuk pergi bekerja. “Lebeh jaoh mo pigi kantor, lebe jaoh mo pulang kantor,” tulis aku Oliver Junior Barama. Warga menyatakan penolakan iven ini.

“Mohon maaf saya sebagai pengguna jalan umum menolak acara yg di maksud karena sangat mengganggu aktivitas kami pengguna jalan utk ke kantor dan anak2 ke sekolah. Mohon pmerintah dapat mempertimbangkan. Terimakasih,” tegas akun Retha Jacobis. (gel)

MANADOPOST.ID – Keluhan dilontarkan warga Perumahan Griya Paniki Indah (GPI), Mapanget, Manado atas kegiatan Auto Moto Drag Race Toyota Fortuner of Indonesia (ID42NER).

Iven ini akan menggunakan jalan ringroad II. Diketahui ini menjadi salah satu akses masuk warga ke perumahan. Mirisnya, jalan ini akan ditutup untuk digunakan selama iven yakni 20-24 Juli 2022.

Surat yang ditanda-tangani oleh Panitia bernama Gilbert Eman dan Irsan Lalisang, ramai dibagikan di media sosial. Salah satunya di grup warga GPI. Warga pun banyak memprotes kegiatan itu.

“Lucu juga kang, hanya krn kepentingan kelompok tertentu jalan umum secepat itu berubah menjadi sirkuit GPI. Efek dari satu ķata “sirkuit gpi” akan berdampak ke depan. Jangan pernah larang klo ada balap liar krn itu adalah sirkuit. Sekali izin diberikan, pasti akan ada ijin2 berikutnya sedangkan itu merupakan fasilitas umum (jalan umum),” tulis akun Widagdo Heru.

Pemberitahuan penutupan jalan oleh Pemerintah Kecamatan Mapanget (Istimewa)

Warga mengeluh, karena jika ringroad ditutup, maka mereka harus berputar ke arah bandara untuk pergi bekerja. “Lebeh jaoh mo pigi kantor, lebe jaoh mo pulang kantor,” tulis aku Oliver Junior Barama. Warga menyatakan penolakan iven ini.

“Mohon maaf saya sebagai pengguna jalan umum menolak acara yg di maksud karena sangat mengganggu aktivitas kami pengguna jalan utk ke kantor dan anak2 ke sekolah. Mohon pmerintah dapat mempertimbangkan. Terimakasih,” tegas akun Retha Jacobis. (gel)

Most Read

Artikel Terbaru

/