23.4 C
Manado
Selasa, 16 Agustus 2022

Karena Corona, Founder Kawanua Creative Banting Setir Jadi Pebisnis

MANADOPOST.ID – Daniel Umbex sudah terbiasa bergelut di industri kreatif. Selain menelurkan event, cowok yang jago dance ini juga sering mengurus branding akun media sosial beberapa klien. Namun seperti pekerja kreatif lain, Umbex ikut ‘terpukul’ dengan badai Covid-19. “Saat ada larangan pengumpulan massa, secara langsung event kena. Pun dengan digital agency,” keluhnya.

Kalau ditengok ke belakang, sebelum pandemi terjadi, secara income dan kerjaan Daniel bisa dibilang sudah cukup stabil. Apalagi beberapa brand nasional sudah terikat kerjasama. Namun semua berubah.

Kurang lebih 6 bulan pekerjaan utamanya tidak jalan sama sekali. “Kalau dibilang stress, ya stress. Bahkan sampai jual beberapa barang-barang production yang biasa dipakai buat event,” ujarnya.

Ia pun putar otak agar bisa bertahan.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Bisnis lain coba digarap. Seperti menjual masker dan hand sanitizer. “Modalnya pas-pasang memang. Sampai akhirnya jual preloved pribadi atau second hand sampai modal terkumpul banyak lalu lanjut bisnis kuliner,” paparnya.

Meski pendapatannya belum memuaskan, tapi ia bersyukur, setidaknya bisa bertahan selama pandemi berlangsung. “Dan positifnya saya merasa jauh lebih produktif dan dapat banyak pengalaman baru yang bisa jadi peluang kedepan,” tukasnya.

Daniel bersama tim Kawanua Creative juga sempat menggelar event online. Goal utamanya, agar para pekerja kreatif lain tetap waras dan semangat berkarya. (tkg)

 

MANADOPOST.ID – Daniel Umbex sudah terbiasa bergelut di industri kreatif. Selain menelurkan event, cowok yang jago dance ini juga sering mengurus branding akun media sosial beberapa klien. Namun seperti pekerja kreatif lain, Umbex ikut ‘terpukul’ dengan badai Covid-19. “Saat ada larangan pengumpulan massa, secara langsung event kena. Pun dengan digital agency,” keluhnya.

Kalau ditengok ke belakang, sebelum pandemi terjadi, secara income dan kerjaan Daniel bisa dibilang sudah cukup stabil. Apalagi beberapa brand nasional sudah terikat kerjasama. Namun semua berubah.

Kurang lebih 6 bulan pekerjaan utamanya tidak jalan sama sekali. “Kalau dibilang stress, ya stress. Bahkan sampai jual beberapa barang-barang production yang biasa dipakai buat event,” ujarnya.

Ia pun putar otak agar bisa bertahan.

Bisnis lain coba digarap. Seperti menjual masker dan hand sanitizer. “Modalnya pas-pasang memang. Sampai akhirnya jual preloved pribadi atau second hand sampai modal terkumpul banyak lalu lanjut bisnis kuliner,” paparnya.

Meski pendapatannya belum memuaskan, tapi ia bersyukur, setidaknya bisa bertahan selama pandemi berlangsung. “Dan positifnya saya merasa jauh lebih produktif dan dapat banyak pengalaman baru yang bisa jadi peluang kedepan,” tukasnya.

Daniel bersama tim Kawanua Creative juga sempat menggelar event online. Goal utamanya, agar para pekerja kreatif lain tetap waras dan semangat berkarya. (tkg)

 

Most Read

Artikel Terbaru

/