32.4 C
Manado
Senin, 4 Juli 2022

Tak Menyerah ‘Dipukul’ Pandemi, Begini Cara Harvey Wotulo Agar Bisnisnya Bertahan

MANADOPOST.ID – Sesadis-sadisnya pandemi Covid-19 menghantam ekonomi, tak terbesit dalam benak Harvey Wotulo untuk menyerah. Cowok yang memiliki lini fashion tersebut lebih berpikir bagimana caranya untuk menyesuaikan dengan keadaan dan berinovasi.

“Jujur, pendapatan memang turun sekali. Sebelum pandemi selain penjualan dilakukan secara online hampir setiap minggunya buka tenant/booth di event-event baik berskala kecil ataupun besar seperti konser musik atau festival. Tapi karena adanya aturan harus di rumah, akhirnya fokus penjualan lebih ke online,” beber cowok berzodiak Leo ini.

Ia juga membuat giveaway masker dengan brandingan HARV. Dengan alasan, walaupun penjualan produk berkurang, tapi item dengan brandingan HARV tetap tersebar luas dan juga bisa berinteraksi langsung terhadap konsumen.

Selain itu, ia juga menggeber event “GET THE CROWN” stay at home challenge untuk komunitas skateboard dan dance. Yang mana dua komunitas ini merupakan target market utama dari HARV. Inovasi lainnya ada di produk fashion.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

“Kan selama pandemi banyak orang yang jadi rajin berolahraga. Makanya saya merilis produk yang bisa dipakai saat olahraga seperti topi, kaos, celana dan kaos kaki,” tuturnya.

Dirinya juga berinvestasi ke beberapa aset untuk menekan biaya produksi dengan membuka tempat produksi khususnya sablon.

“Banyak memang yang saya lakukan mengatasi situasi sulit. Terakhir saya juga melebarkan sayap ke bidang F&B dengan membuka HARVCAFE dan HARVOCADO. Karena usaha kuliner lagi naik daun ya selama pandemi,” pungkasnya. (tkg)

MANADOPOST.ID – Sesadis-sadisnya pandemi Covid-19 menghantam ekonomi, tak terbesit dalam benak Harvey Wotulo untuk menyerah. Cowok yang memiliki lini fashion tersebut lebih berpikir bagimana caranya untuk menyesuaikan dengan keadaan dan berinovasi.

“Jujur, pendapatan memang turun sekali. Sebelum pandemi selain penjualan dilakukan secara online hampir setiap minggunya buka tenant/booth di event-event baik berskala kecil ataupun besar seperti konser musik atau festival. Tapi karena adanya aturan harus di rumah, akhirnya fokus penjualan lebih ke online,” beber cowok berzodiak Leo ini.

Ia juga membuat giveaway masker dengan brandingan HARV. Dengan alasan, walaupun penjualan produk berkurang, tapi item dengan brandingan HARV tetap tersebar luas dan juga bisa berinteraksi langsung terhadap konsumen.

Selain itu, ia juga menggeber event “GET THE CROWN” stay at home challenge untuk komunitas skateboard dan dance. Yang mana dua komunitas ini merupakan target market utama dari HARV. Inovasi lainnya ada di produk fashion.

“Kan selama pandemi banyak orang yang jadi rajin berolahraga. Makanya saya merilis produk yang bisa dipakai saat olahraga seperti topi, kaos, celana dan kaos kaki,” tuturnya.

Dirinya juga berinvestasi ke beberapa aset untuk menekan biaya produksi dengan membuka tempat produksi khususnya sablon.

“Banyak memang yang saya lakukan mengatasi situasi sulit. Terakhir saya juga melebarkan sayap ke bidang F&B dengan membuka HARVCAFE dan HARVOCADO. Karena usaha kuliner lagi naik daun ya selama pandemi,” pungkasnya. (tkg)

Most Read

Artikel Terbaru

/