23.4 C
Manado
Thursday, 8 December 2022

Kawanua di Perantauan Jangan Malu dengan Identitas dan Budaya Lokal

MANADOPOST.ID—Kawanua khususnya generasi muda yang ada di perantauan jangan malu dengan identitas dan budaya lokal kita sebagai orang Sulawesi Utara (Sulut).

Jangan menganggap budaya yang melekat menjadikan kita kelihatan kuno.

Inilah yang menjadi salah satu poin utama diskusi panel yang diinisiasi Kawanua Se-dunia Indonesia (KSDI) berkolaborasi dengan Kerukunan Keluarga Kawanua (K3) dengan mengangkat tema ‘Pemberdayaan Budaya Lokal Menghadapi Persaingan Global’.

Diskusi yang dilangsungkan di Gedung ASMI di bilangan Jakarta Timur, Sabtu (12/11) ini menghadirkan sejumlah pembicara antara lain Bupati Kabupaten Kepulauan Talaud Elly Engelbert Lasut melalui Zoom, Direktur Utama Bank Sulutgo Revino Pepah yang diwakili Direktur Operasional Louisa Parengkuan serta Ketua Umum (Ketum) K3 Angelica Tengker, dengan moderator Wakil Ketua Umum K3 Donald Pokatong dan Ketum KSDI Renny Rorong.

Baca Juga:  Kapolresta Manado: Korban Loncat dari Kamar Nomor 710, Lantai 7
1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Ketum KSDI Renny Rorong ketika diwawancarai koran ini usai acara mengatakan, kegiatan seperti ini perlu dilakukan untuk terus mengingatkan kawanua di perantuan akan pentingnya budaya lokal.

“Dunia sekarang sudah ada keterbukaan. Dengan adanya internet, semua bisa diakses. Di era yang semakin global ini, generasi muda harus tetap bisa menjunjung tinggi budaya lokal,” dia menekankan.

Menurut Rorong, budaya lokal sudah teruji dari masa ke masa. “Sudah teruji, budaya lokal mengikat dan mengingat satu dengan yang lain. Teruslah maju tapi juga tetap dengan kearifan lokal,” katanya.

”Kami berpesan, kepada kawanua, walaupun tetap mengikuti perkembangan zaman namun tidak melupakan identitas dan budaya kita,” pesan Rorong diamini Ketua Panitia Ivan Luntungan dan Sekretaris Hence Bulu.

Baca Juga:  50 Perawat Direkrut Jadi Relawan

Senada, Ketum K3 Angelica Tengker menambahkan, diskusi-diskusi seperti ini memiliki urgensi yang tinggi.

”Sesuai tema globalisasi, sering kali menghilangkan budaya lokal. Sering tergerus. Challenge-nya, kita harus perkenalkan sebagai kekayaan,” kata Angelica.

Menurut dia, kawanua yang ada di perantauan harus mengubah persepsi.

“Dulu malu, kelihatan kuno, hilangkan hal tersebut. Karena, hal yang kita pikir kuno ini jika bawa ke level lebih tinggi bisa jadi daya tarik ke warga dunia. Harus kita sosialisasikan melalui KSDI dan K3. Generasi muda harus bangga dengan budaya lokal,” tutup Angelica. (fgn)

MANADOPOST.ID—Kawanua khususnya generasi muda yang ada di perantauan jangan malu dengan identitas dan budaya lokal kita sebagai orang Sulawesi Utara (Sulut).

Jangan menganggap budaya yang melekat menjadikan kita kelihatan kuno.

Inilah yang menjadi salah satu poin utama diskusi panel yang diinisiasi Kawanua Se-dunia Indonesia (KSDI) berkolaborasi dengan Kerukunan Keluarga Kawanua (K3) dengan mengangkat tema ‘Pemberdayaan Budaya Lokal Menghadapi Persaingan Global’.

Diskusi yang dilangsungkan di Gedung ASMI di bilangan Jakarta Timur, Sabtu (12/11) ini menghadirkan sejumlah pembicara antara lain Bupati Kabupaten Kepulauan Talaud Elly Engelbert Lasut melalui Zoom, Direktur Utama Bank Sulutgo Revino Pepah yang diwakili Direktur Operasional Louisa Parengkuan serta Ketua Umum (Ketum) K3 Angelica Tengker, dengan moderator Wakil Ketua Umum K3 Donald Pokatong dan Ketum KSDI Renny Rorong.

Baca Juga:  Kawal Dana Desa, Unsrat Rancang Program Mahasiswa Peduli Desa

Ketum KSDI Renny Rorong ketika diwawancarai koran ini usai acara mengatakan, kegiatan seperti ini perlu dilakukan untuk terus mengingatkan kawanua di perantuan akan pentingnya budaya lokal.

“Dunia sekarang sudah ada keterbukaan. Dengan adanya internet, semua bisa diakses. Di era yang semakin global ini, generasi muda harus tetap bisa menjunjung tinggi budaya lokal,” dia menekankan.

Menurut Rorong, budaya lokal sudah teruji dari masa ke masa. “Sudah teruji, budaya lokal mengikat dan mengingat satu dengan yang lain. Teruslah maju tapi juga tetap dengan kearifan lokal,” katanya.

”Kami berpesan, kepada kawanua, walaupun tetap mengikuti perkembangan zaman namun tidak melupakan identitas dan budaya kita,” pesan Rorong diamini Ketua Panitia Ivan Luntungan dan Sekretaris Hence Bulu.

Baca Juga:  Berkat CCTV, 4 Pelaku Penganiayaan di Tempat Hiburan Dibekuk Polres Kotamobagu

Senada, Ketum K3 Angelica Tengker menambahkan, diskusi-diskusi seperti ini memiliki urgensi yang tinggi.

”Sesuai tema globalisasi, sering kali menghilangkan budaya lokal. Sering tergerus. Challenge-nya, kita harus perkenalkan sebagai kekayaan,” kata Angelica.

Menurut dia, kawanua yang ada di perantauan harus mengubah persepsi.

“Dulu malu, kelihatan kuno, hilangkan hal tersebut. Karena, hal yang kita pikir kuno ini jika bawa ke level lebih tinggi bisa jadi daya tarik ke warga dunia. Harus kita sosialisasikan melalui KSDI dan K3. Generasi muda harus bangga dengan budaya lokal,” tutup Angelica. (fgn)

Most Read

Artikel Terbaru

/