23.4 C
Manado
Wednesday, 7 December 2022

Tanam Pohon Produktif, BWSS I ‘Hijaukan’ Bendungan Kuwil Kawangkoan

MANADOPOST.ID—Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi I melaksanakan kegiatan Penanaman Pohon di lingkungan sekitar Bendungan Kuil Kawangkoan (Kuwkaw) Jumat (11/11) dalam rangka Program Gerakan Nasional Kemitraan Penyelamatan Air (GNKPA).

Kepala BWSS I I Komang Sudana, mengatakan bahwa kegitan tersebut dilaksanakan dalam rangka menindaklanjuti arahan Menteri PUPR Basuki Hadimoeljono.

“Kegiatan penghijauan dengan menanam pohon di lingkungan pekerjaan pembangunan infrastruktur di lingkungan Unor PUPR adalah arahan Bapak Menteri PUPR M. Basuki Hadimoeljono”, kata Sudana.

KUWKAW: Kasubag Umum dan TU Jaqualine Tahar didampingi PPK OP-SDA I Muhammad saat melakukan penanaman pohon durian di area greenbelt.

Penanaman pohon dengan memanfaatkan kawasan konservasi pada bendungan Kuwkaw tersebut lanjut Sudana, dilaksanakan oleh Satker Operasi dan Pemeliharaan, Kegiatan OP 1 dengan melibatkan seluruh karyawan.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

“Dalam Kegiatan Penanaman pohon ini dihadiri oleh Pejabat Struktural, Pejabat Fungsional, Pejabat Perbendaharaan dan Staf BWSS I dan kegiatan ini juga didukung penyedia jasa Pembangunan Bendungan Kuwil-Kawangkoan PT. Wika, PT. Indra Karya, dan PT. Nindia Karya”, terang Sudana.

Baca Juga:  Anindita Pasiak Lolos Pertukaran Pelajar SMA ke Amerika, Ini Pesan Wali Kota Manado

PPK OP-SDA I Muhammad pun menambahkan bahwa pohon yang ditanam adalah tanaman produktif yakni pohon buah durian

“Kurang lebih ada 300 pohon buah durian yang kami tanam di bendungan,” jelas Muhammad kepada Manado Post.

Adapun Bendungan Kuwkaw yang berlokasi di Kecamatan Kalawat Kabupaten Minahasa Utara diketahui akan segera diresmikan pada akhir tahun 2022.

Fungsi utama Bendungan Kuwkaw untuk mereduksi banjir sebesar 282,18 meter kubik perdetik. Diyakini bisa mereduksi lebih dari setengah banjir besar yang terjadi di Manado 2014 silam sebesar 470 meter kubik per detik.

Sebagaimana diketahui, kota Manado yang berada di tepi laut Teluk Manado yang merupakan daerah hilir dari 3 DAS besar yaitu DAS Tondano, DAS Sario dan DAS Malalayang. Ketika hujan deras terjadi dan massa air di Kota Manado meningkat, maka debit air di daerah DAS Tondano dapat dikendalikan melalui Bendungan Kuwkaw yang telah dibangun saat ini.

Baca Juga:  Menteri Basuki Targetkan Bendungan Kuwkaw-Lolak Diresmikan 2022

Selain itu, Bendungan  Kuwil juga berkontribusi pada ketersediaan air baku sebesar 4,5 meter kubik per detik. Atau dapat menyediakan air baku sejumlah 388,8 juta liter per hari (4.500 liter x 3.600 detik x 24Jam).

Sebagai sumber energi listrik, bendungan ini pula berkontribusi menyediakan energi listrik melalui Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM) dengan kapasitas 2×0,70 MW atau 1,4 MW.

Fungsi berikut dari pembangunan bendungan Kuwil yaitu sebagai pengembangan kawasan pariwisata di Sulut. Bendungan Kuwkaw memiliki daya tarik tersendiri karena memiliki icon kebudayaan, yakni adanya waruga sebagai makam leluhur suku Minahasa, namanya Taman Wisata Budaya Waruga yang terletak di Kawasan Bendungan Kuwkaw. (Desmianti Babo).

MANADOPOST.ID—Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi I melaksanakan kegiatan Penanaman Pohon di lingkungan sekitar Bendungan Kuil Kawangkoan (Kuwkaw) Jumat (11/11) dalam rangka Program Gerakan Nasional Kemitraan Penyelamatan Air (GNKPA).

Kepala BWSS I I Komang Sudana, mengatakan bahwa kegitan tersebut dilaksanakan dalam rangka menindaklanjuti arahan Menteri PUPR Basuki Hadimoeljono.

“Kegiatan penghijauan dengan menanam pohon di lingkungan pekerjaan pembangunan infrastruktur di lingkungan Unor PUPR adalah arahan Bapak Menteri PUPR M. Basuki Hadimoeljono”, kata Sudana.

KUWKAW: Kasubag Umum dan TU Jaqualine Tahar didampingi PPK OP-SDA I Muhammad saat melakukan penanaman pohon durian di area greenbelt.

Penanaman pohon dengan memanfaatkan kawasan konservasi pada bendungan Kuwkaw tersebut lanjut Sudana, dilaksanakan oleh Satker Operasi dan Pemeliharaan, Kegiatan OP 1 dengan melibatkan seluruh karyawan.

“Dalam Kegiatan Penanaman pohon ini dihadiri oleh Pejabat Struktural, Pejabat Fungsional, Pejabat Perbendaharaan dan Staf BWSS I dan kegiatan ini juga didukung penyedia jasa Pembangunan Bendungan Kuwil-Kawangkoan PT. Wika, PT. Indra Karya, dan PT. Nindia Karya”, terang Sudana.

Baca Juga:  Kantongi KKPR, Pemanfaatan Lahan KIMONG Wajib Bebaskan Tanah. Ada Overlap Dengan Daerah Irigasi

PPK OP-SDA I Muhammad pun menambahkan bahwa pohon yang ditanam adalah tanaman produktif yakni pohon buah durian

“Kurang lebih ada 300 pohon buah durian yang kami tanam di bendungan,” jelas Muhammad kepada Manado Post.

Adapun Bendungan Kuwkaw yang berlokasi di Kecamatan Kalawat Kabupaten Minahasa Utara diketahui akan segera diresmikan pada akhir tahun 2022.

Fungsi utama Bendungan Kuwkaw untuk mereduksi banjir sebesar 282,18 meter kubik perdetik. Diyakini bisa mereduksi lebih dari setengah banjir besar yang terjadi di Manado 2014 silam sebesar 470 meter kubik per detik.

Sebagaimana diketahui, kota Manado yang berada di tepi laut Teluk Manado yang merupakan daerah hilir dari 3 DAS besar yaitu DAS Tondano, DAS Sario dan DAS Malalayang. Ketika hujan deras terjadi dan massa air di Kota Manado meningkat, maka debit air di daerah DAS Tondano dapat dikendalikan melalui Bendungan Kuwkaw yang telah dibangun saat ini.

Baca Juga:  Debat Perdana! Sualang, Saafa, Pajouw dan Mangindaan Adu Program

Selain itu, Bendungan  Kuwil juga berkontribusi pada ketersediaan air baku sebesar 4,5 meter kubik per detik. Atau dapat menyediakan air baku sejumlah 388,8 juta liter per hari (4.500 liter x 3.600 detik x 24Jam).

Sebagai sumber energi listrik, bendungan ini pula berkontribusi menyediakan energi listrik melalui Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM) dengan kapasitas 2×0,70 MW atau 1,4 MW.

Fungsi berikut dari pembangunan bendungan Kuwil yaitu sebagai pengembangan kawasan pariwisata di Sulut. Bendungan Kuwkaw memiliki daya tarik tersendiri karena memiliki icon kebudayaan, yakni adanya waruga sebagai makam leluhur suku Minahasa, namanya Taman Wisata Budaya Waruga yang terletak di Kawasan Bendungan Kuwkaw. (Desmianti Babo).

Most Read

Artikel Terbaru

/