alexametrics
31.4 C
Manado
Jumat, 20 Mei 2022

Banner Mobile (Anymind)

Dugaan Kuliah Fiktif Diusut Kejari

MANADOPOST.ID–Penyidik dari Kejaksaan Negeri Kabupaten Kepulauan Yapen Provinsi Papua menyambangi Kantor Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Manado.

Dari informasi, kedatangan mereka untuk mengusut kasus dugaan kuliah fiktif yang digelar Universitas Negeri Manado (UNIMA) bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Yapen.

Pantauan Manado Post, Senin (11/1) lalu, ada dua orang mantan petinggi UNIMA berada di Kantor Kejari Manado dalam memenuhi panggilan penyidik Kejari Yapen untuk dimintai keterangan sebagai saksi.

Setelah menunggu lama di depan Kantor Kejari Kota Manado, akhirnya berhasil menjumpai penyidik dari Kejari Yapen Viko Purnama.

“Jadi hari ini yang diperiksa hanya dua orang, yaitu mantan Pembantu Rektor I dan III. Kasus dugaan kuliah fiktif di UNIMA. Nanti untuk lebih jelasnya akan ada keterangan pers dari pihak Kejari Manado pada Kamis (hari ini),” ujarnya.

Pantauan, salah satu mantan Pembantu Rektor UNIMA meninggalkan Kantor Kejari Manado usai diperiksa oleh Tim Penyidik Kejari Yapen Papua dengan diam-diam.

Terpisah, Kasi Intel Kejari Manado Hijran ketika dikonfirmasi membenarkan adanya pemeriksaan yang dilakukan oleh penyidik Kejari Yapen Papua.

“Kejari Yapen pinjam ruangan untuk melakukan pemeriksaan di Kejari Manado. Dari saksi yang dimintai keterangan tidak ada nama mantan rektor dimaksud,” pungkasnya. (ite)

MANADOPOST.ID–Penyidik dari Kejaksaan Negeri Kabupaten Kepulauan Yapen Provinsi Papua menyambangi Kantor Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Manado.

Dari informasi, kedatangan mereka untuk mengusut kasus dugaan kuliah fiktif yang digelar Universitas Negeri Manado (UNIMA) bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Yapen.

Pantauan Manado Post, Senin (11/1) lalu, ada dua orang mantan petinggi UNIMA berada di Kantor Kejari Manado dalam memenuhi panggilan penyidik Kejari Yapen untuk dimintai keterangan sebagai saksi.

Setelah menunggu lama di depan Kantor Kejari Kota Manado, akhirnya berhasil menjumpai penyidik dari Kejari Yapen Viko Purnama.

“Jadi hari ini yang diperiksa hanya dua orang, yaitu mantan Pembantu Rektor I dan III. Kasus dugaan kuliah fiktif di UNIMA. Nanti untuk lebih jelasnya akan ada keterangan pers dari pihak Kejari Manado pada Kamis (hari ini),” ujarnya.

Pantauan, salah satu mantan Pembantu Rektor UNIMA meninggalkan Kantor Kejari Manado usai diperiksa oleh Tim Penyidik Kejari Yapen Papua dengan diam-diam.

Terpisah, Kasi Intel Kejari Manado Hijran ketika dikonfirmasi membenarkan adanya pemeriksaan yang dilakukan oleh penyidik Kejari Yapen Papua.

“Kejari Yapen pinjam ruangan untuk melakukan pemeriksaan di Kejari Manado. Dari saksi yang dimintai keterangan tidak ada nama mantan rektor dimaksud,” pungkasnya. (ite)

Most Read

Artikel Terbaru

/