27.4 C
Manado
Minggu, 3 Juli 2022

Kumabal!! Ratusan Warga Manado Langgar Protokoler Kesehatan

MANADOPOST.ID–Polisi, TNI dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) melakukan patroli protokoler kesehatan di pusat keramaian di Kota Manado, Sabtu (12/9). Dalam patroli tersebut, tim penegakan disiplin menemukan 157 kasus warga yang tidak mengikuti protokoler kesehatan. Bahkan mereka langsung diberikan sanksi yaitu push up dan memungut sampah.

Wali Kota Manado DR GS Vicky Lumentut,  melalui Kasat Pol-PP Kota Manado Yohanis Waworuntu SE M.Si mengimbau warga Kota  Manado menaati protokol kesehatan jika tak ingin menerima sanksi sosial dari Polisi, TNI dan Satpol PP.

Menurut dia, penegakan disiplin mematuhi protokol kesehatan terus digalakkan untuk mencegah penyebaran Covid-19 di ibu kota Provinsi Sulawesi Utara  ini.

“Penerapan Inpres 6/2020 dan Perwal 24/ 2020 harus dilaksanakan secara konsisten. Pemberian sanksi sosial masyarakat patuh dan menjalankan protokol kesehatan dengan memakai masker, cuci tangan dan menjaga jarak,” kata Kasat.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Lanjut dia, Perwal 22020 mengatur tentang Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan dalam Pencegahan dan Pengendalian Covid-19. Menurut Waworuntu, tim penegakan disiplin protokol kesehatan telah dibentuk. Tim ini melibatkan Polisi/TNI dan Satpol PP.

Petugas gabungan diterjunkan ke tempat-tempat keramaian di Kota Manado setiap harinya. Salah satunya pasar-pasar tradisional. “Tim melakukan sweeping terhadap warga yang nekat melanggar protokol kesehatan. Mulai dari memakai masker, menjaga jarak satu sama lain, hingga mencuci tangan dengan sabun,” ujarnya.

Dia mengungkapkan, sanksi sosial, seperti menyapu jalan, push up, membaca Pancasila, menyanyikan Lagu Garuda Pancasila. Ini dilakukan terus menerus agar masyarakat jera sehingga disiplin mematuhi protokol kesehatan.

“Sesuai arahan pak wali kota, mari masyarakat kota Manado, kita melaksanakan semua protokol kesehatan dengan disiplin dan kesadaran agar aman bagi kesehatan guna memutus mata rantai penyebaran covid-19, bukan karena takut diberikan sanksi sosial atau denda,“ ujar Waworuntu.

Sebelumnya, Wali Kota Manado GS Vicky Lumentut meminta warga disiplin menjalankan protokoler kesehatan untuk memutus mata rantai Covid-19. (ite)

MANADOPOST.ID–Polisi, TNI dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) melakukan patroli protokoler kesehatan di pusat keramaian di Kota Manado, Sabtu (12/9). Dalam patroli tersebut, tim penegakan disiplin menemukan 157 kasus warga yang tidak mengikuti protokoler kesehatan. Bahkan mereka langsung diberikan sanksi yaitu push up dan memungut sampah.

Wali Kota Manado DR GS Vicky Lumentut,  melalui Kasat Pol-PP Kota Manado Yohanis Waworuntu SE M.Si mengimbau warga Kota  Manado menaati protokol kesehatan jika tak ingin menerima sanksi sosial dari Polisi, TNI dan Satpol PP.

Menurut dia, penegakan disiplin mematuhi protokol kesehatan terus digalakkan untuk mencegah penyebaran Covid-19 di ibu kota Provinsi Sulawesi Utara  ini.

“Penerapan Inpres 6/2020 dan Perwal 24/ 2020 harus dilaksanakan secara konsisten. Pemberian sanksi sosial masyarakat patuh dan menjalankan protokol kesehatan dengan memakai masker, cuci tangan dan menjaga jarak,” kata Kasat.

Lanjut dia, Perwal 22020 mengatur tentang Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan dalam Pencegahan dan Pengendalian Covid-19. Menurut Waworuntu, tim penegakan disiplin protokol kesehatan telah dibentuk. Tim ini melibatkan Polisi/TNI dan Satpol PP.

Petugas gabungan diterjunkan ke tempat-tempat keramaian di Kota Manado setiap harinya. Salah satunya pasar-pasar tradisional. “Tim melakukan sweeping terhadap warga yang nekat melanggar protokol kesehatan. Mulai dari memakai masker, menjaga jarak satu sama lain, hingga mencuci tangan dengan sabun,” ujarnya.

Dia mengungkapkan, sanksi sosial, seperti menyapu jalan, push up, membaca Pancasila, menyanyikan Lagu Garuda Pancasila. Ini dilakukan terus menerus agar masyarakat jera sehingga disiplin mematuhi protokol kesehatan.

“Sesuai arahan pak wali kota, mari masyarakat kota Manado, kita melaksanakan semua protokol kesehatan dengan disiplin dan kesadaran agar aman bagi kesehatan guna memutus mata rantai penyebaran covid-19, bukan karena takut diberikan sanksi sosial atau denda,“ ujar Waworuntu.

Sebelumnya, Wali Kota Manado GS Vicky Lumentut meminta warga disiplin menjalankan protokoler kesehatan untuk memutus mata rantai Covid-19. (ite)

Most Read

Artikel Terbaru

/