26.2 C
Manado
Rabu, 28 Oktober 2020

Kepentingan Rakyat Jangan Diabaikan, APBD-P Manado Belum Juga Dibahas

MANADOPOST.ID-Sampai sekarang APBD-Perubahan 2020 Kota Manado belum juga dibahas. Anggota Banggar DPRD Kota Manado Robert Tambuwun mengatakan, APBD-P Kota Manado sampai sekarang belum dibahas.

Ini sudah jalan dua Minggu. Hanya berputar di masalah permintaan dari DPRD meminta proyeksi Rp 300 miliar dana pinjaman untuk pemulihan ekonomi nasional dipisahkan.

“Alasan DPRD Kota Manado dana Rp 300 miliar tidak mungkin terserap dalam waktu tiga bulan. Tapi TAPD sudah menjelaskan bahwa, dana Rp 300 miliar akan terpakai sesuai dengan kebutuhan yang ada,” ujarnya.

Menurut dia, dana pinjaman ini adalah program  Presiden Jokowi untuk pemulihan ekonomi nasional melalui PT SMI, salah satu BUMN di bawah Kementerian Keuangan yang memberikan bantuan kepada daerah terdampak covid19.

“Namanya pinjaman harus diganti, tetapi itu dipotong dari Dana Alokasi Umum (DAU) untuk mengganti pinjaman itu dalam  menstimulus perekonomian Kota Manado,” ungkapnya.

Dia mengajak, anggota Banggar untuk melepaskan pikiran negatif tentang postur APBD-P 2020. Mari kita berpikir demi kepentingan raykat. Karena di APBD-P tertata dana THL, Lansia, tenaga kesehatan.

“Kita pisahkan kepentingan Pilkada 2020 dengan kepentingan rakyat. Jadi kalau kita berpikir positif ini akan dilihat dari segi baik. Tetapi kalau kita berpikir negatif hal baik akan dianggap jelek. Mari kita bahas segera karena yang meresahkan dampaknya warga Kota Manado,” ungkapnya.

Terpisah, Anggota Banggar DPRD Bobby Daud mengatakan, pihaknya mendorong APBD-Perubahan segera dibahas. Dia juga meminta kepada pimpinan DPRD untuk melakukan rapat dengan pimpinan fraksi untuk mencari solusi terbaik.

“Karena kita keterwakilan rakyat  harus menuntaskan. Memang ada perbedaan pandangan dalam pinjaman Rp 300 miliar, DPRD meminta ini dipisahkan. Kami sudah memasuki empat kali pembahasan. Jadi bukan berarti tidak dilakukan pembahasan. Pinjaman ini merupakan  program Presiden Jokowi yaitu nomenklaturnya program pemulihan ekonomi nasional supaya ekonomi di Kota Manado jalan.

“Tapi kalau ada nomenklatur dalam program pemulihan ekonomi tidak sesuai DPRD bisa menggunakan hak bubgeting untuk menolak,” ujarnya.

Terpisah, Sekkot Manado Micler Lakat mengatakan, Banggar DPRD meminta TAPD tidak memasukan dana pinjaman pemulihan ekonomi nasional Rp 300 miliar dalam APBD Perubahan. Sedangkan KUA-PPAS yang dicetak Bapelitbang sudah ada pinjaman untuk pemulihan ekonomi nasional. “Jadi harus bongkar lagi. Kami sudah laporkan ke wali kota, jadi Bapelitbang harus rubah lagi,” ujarnya.

Menurut  Sekkot, pinjaman pemulihan ekonomi nasional Rp 300 miliar sama dengan pinjaman 200 miliar di PT SMI untuk pembangunan RSUD. “Itu diberikan bertahap, begitu juga dengan pinjaman Rp 300 miliar untuk pemulihan ekonomi juga akan diberikan bertahap. Kalau dibahas tersendiri kami akan melihat aturan apakah diperbolehkan atau tidak supaya tidak salah,” ujarnya.

Sekkot mengatakan, kalau seandainya APBD Perubahan tidak dibahas maka akan kembali ke APBD Induk 2020. “Kami berharap ini bisa dibahas, karena kalau tidak banyak program kegiatan yang menyentuh masyarakat tidak bisa dilaksanakan,” pungkasnya. (ite)

-

Artikel Terbaru

SGR Kunjungi Pasar Tradisional dan Posko Pemenangan Likupang

Calon Bupati Minahasa Utara (Minut) Shintia G Rumumpe (SGR), Rabu (28/10) berbelanja kebutuhan rumah tangga di Pasar Tradisional Likupang.

Berbelanja di Pasar Sukur dan Kema, SGR Cek Kondisi Pedagang

Calon Bupati Minahasa Utara (Minut) Shintia G Rumumpe (SGR), Rabu (28/10) berbelanja dan menyapa pedagang di Pasar Sukur dan Kema, Rabu (28/10).

Bahaya! Sudah Enam Bulan, Bekas Longsor Belum Diperbaiki

MANADOPOST.ID—Bekas longsoran di salah satu badan jalan penghubung Kecamatan Tahuna Barat dan Kecamatan Kendahe terus membesar.

Pekan Depan, Sekolah Tatap Muka Kembali Aktif

MANADOPOST.ID--Proses belajar tatap muka di  Kota Kotamobagu mulai diperbolehkan oleh Dinas Pendidikan (Disdik) daerah setempat, sebagaimana surat edaran bernomor 400/DISDIK-KK01424/2020.

50 Desa Kembali Aktifkan Gugus Tugas

MANADOPOST.ID--- Guna memaksimalkan pencegahan penularan covid-19 di setiap desa, Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) membentuk Tim Satuan Gugus Tugas (Satgas) Covid-19 di setiap Desa.