27.4 C
Manado
Minggu, 3 Juli 2022

APBD-P Manado 2020 Defisit 119 Miliar

MANADOPOST.ID–Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2020 Kota Manado defisit Rp 119 miliar. Hal ini terungkap dalam pembahasan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) antara Banggar dan TAPD, di ruang sidang DPRD Kota Manado, Rabu (14/10) kemarin.

Menurut Asisten III Pemkot Manado Bart Assa, dana Pinjaman Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sangat penting untuk menutup defisit anggaran dalam APBD Perubahan 2020. “Kalau pun dipisahkan pembahasan maka defisitnya lebih membengkak. Di mana Tunjangan, Penghasilan Pegawai (TPP), honor Tenaga Harian Lepas (THL) tidak akan terbayarkan. Begitu juga dengan pembiayaan lainnya,” ujarnya.

Assa juga menyarankan dana pinjaman PEN Rp 300 miliar dimasukkan dalam  pembahasan KUA-PPAS. Karena proses pembahasan ini masih panjang. Kalau pun ada anggaran yang tidak sesuai peruntukan, anggota DPRD bisa menggunakan hak budgeting untuk menolak. “Tapi TAPD tidak mungkin membuat program yang tidak sesuai. Semua yang disusun sesuai peruntukan,” ujarnya.

Menurut dia, jika dana pinjaman PEN Rp 300 miliar ditolak, harus dilampirkan berita acara menolakan dan ditandatangani bersama, sehingga bisa dipertanggungjawabkan dan memiliki kekutan hukum.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

“Tapi kalau hanya penyampaian lisan, itu tidak bisa menjadi pegangan karena ada implikasi hukum nantinya,” ujar Assa seraya berharap, anggota Banggar dapat membahas APBD-P 2020 dan dana pinjaman ini.

Pantauan Manado Post, pembahasan dihujani interupsi dari anggota Banggar DPRD. Di mana anggota Banggar setujuh dibahas APBD Perubahan 2020, tetapi pinjaman PEN Rp 300 miliar harus dipisahkan dan dibahas sendiri.

Karena tidak mendapatkan titik temu antara Banggar dan TAPD rapat KUA-PPAS diskor dan dilanjutkan hari ini dan dibahas bersama Ketua DPRD Kota Manado. Diketahui, rapat dihadiri Wakil Ketua DPRD Nortje Van Bone da  Andrey Laikun, Ketua TAPD Micler Lakat, anggota Banggar dan tim TAPD. (ite)

MANADOPOST.ID–Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2020 Kota Manado defisit Rp 119 miliar. Hal ini terungkap dalam pembahasan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) antara Banggar dan TAPD, di ruang sidang DPRD Kota Manado, Rabu (14/10) kemarin.

Menurut Asisten III Pemkot Manado Bart Assa, dana Pinjaman Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sangat penting untuk menutup defisit anggaran dalam APBD Perubahan 2020. “Kalau pun dipisahkan pembahasan maka defisitnya lebih membengkak. Di mana Tunjangan, Penghasilan Pegawai (TPP), honor Tenaga Harian Lepas (THL) tidak akan terbayarkan. Begitu juga dengan pembiayaan lainnya,” ujarnya.

Assa juga menyarankan dana pinjaman PEN Rp 300 miliar dimasukkan dalam  pembahasan KUA-PPAS. Karena proses pembahasan ini masih panjang. Kalau pun ada anggaran yang tidak sesuai peruntukan, anggota DPRD bisa menggunakan hak budgeting untuk menolak. “Tapi TAPD tidak mungkin membuat program yang tidak sesuai. Semua yang disusun sesuai peruntukan,” ujarnya.

Menurut dia, jika dana pinjaman PEN Rp 300 miliar ditolak, harus dilampirkan berita acara menolakan dan ditandatangani bersama, sehingga bisa dipertanggungjawabkan dan memiliki kekutan hukum.

“Tapi kalau hanya penyampaian lisan, itu tidak bisa menjadi pegangan karena ada implikasi hukum nantinya,” ujar Assa seraya berharap, anggota Banggar dapat membahas APBD-P 2020 dan dana pinjaman ini.

Pantauan Manado Post, pembahasan dihujani interupsi dari anggota Banggar DPRD. Di mana anggota Banggar setujuh dibahas APBD Perubahan 2020, tetapi pinjaman PEN Rp 300 miliar harus dipisahkan dan dibahas sendiri.

Karena tidak mendapatkan titik temu antara Banggar dan TAPD rapat KUA-PPAS diskor dan dilanjutkan hari ini dan dibahas bersama Ketua DPRD Kota Manado. Diketahui, rapat dihadiri Wakil Ketua DPRD Nortje Van Bone da  Andrey Laikun, Ketua TAPD Micler Lakat, anggota Banggar dan tim TAPD. (ite)

Most Read

Artikel Terbaru

/