27.4 C
Manado
Kamis, 7 Juli 2022

Manado Jangan Jadi Kota Korintus

MANADOPOST.ID–Tema MTPJ GMIM minggu ini tentang ‘memelihara kekudusan perkawinan’ (1 Korintus 7:1-6). Dalam tema tersebut, menceritakan Kota Korintus yang menjadi kota metropolitan di Yunani  menjadi tempat percabulan, perceraian dan perzinahan. Karena itu, Kota Manado jangan menjadi seperti Kota Korintus. Warganya harus memelihara kekudusan.

Dari data yang ada, angka perceraian Kota Manado mengalami kenaikan. Tahun 2017 332 kasus, 2018 363 kasus dan 2019 mencapai 411 kasus. Selain itu di Kota Manado terdapat tempat percabulan yang berbalut Spa pijat plus. Tetapi tempat tersebut ditutup sementara oleh pemerintah Kota Manado karena pandemi Covid-19.

Sekretaris Departemen Ajaran GMIM Pdt Joli Sondakh MTH mengatakan, tema MTPJ GMIM mengingatkan keluarga  Kristen menjaga kekudusan perkawinan. “Kalau fenomena terjadi angkat perceraian tiap tahun mengalami peningkatan. Orang bercerai tidak memahami arti perkawinan.

“Dalam konteks perceraian di kota Korintus dilatar belakangi pencabulan, perzinahan bukan serta merta ini berlaku di Manado, tetapi Paulus mengatakan laki-laki dan perempuan harus menikah untuk menghindari pencabulan,” ujarnya.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Menurut dia, GMIM mengingatkan warga untuk mempertahankan rumah tangga suami dan istri. Suami harus memenuhi kewajiban  sebagai seorang suami begitu juga sebaliknya, istri harus memenuhi tugasnya.

“Renungan dibuat untuk menyadarkan jemaat dan masyarakat memelihara kekudusan pernikahan dan wajib dikakukan. Perceraian bertambah karena banyak  faktor orang ketiga dan ekonomi,” ungkapnya.

Menurut Pdt Joli, terjadi perceraian karena kesadaran janji pernikahan kurang. Janji yang diucapkan dalam pernikahan baik suka maupun duka  harus dipegang. “Gereja mengatakan apa yang disatukan Tuhan tidak diceraikan manusia. Karena keluarga lembaga suci,” ungkapnya.

Soal tindakan pencabulan dan perzinahan kata Pdt Joli, harusnya ini tidak dilakukan. Itu terjadi karena kesadaran iman rendah. “Imbauan gereja dilarang pergi ke tempat percabulan. Kesadaran ini harus ada agar tidak cabul,” pungkasnya. (ite)

MANADOPOST.ID–Tema MTPJ GMIM minggu ini tentang ‘memelihara kekudusan perkawinan’ (1 Korintus 7:1-6). Dalam tema tersebut, menceritakan Kota Korintus yang menjadi kota metropolitan di Yunani  menjadi tempat percabulan, perceraian dan perzinahan. Karena itu, Kota Manado jangan menjadi seperti Kota Korintus. Warganya harus memelihara kekudusan.

Dari data yang ada, angka perceraian Kota Manado mengalami kenaikan. Tahun 2017 332 kasus, 2018 363 kasus dan 2019 mencapai 411 kasus. Selain itu di Kota Manado terdapat tempat percabulan yang berbalut Spa pijat plus. Tetapi tempat tersebut ditutup sementara oleh pemerintah Kota Manado karena pandemi Covid-19.

Sekretaris Departemen Ajaran GMIM Pdt Joli Sondakh MTH mengatakan, tema MTPJ GMIM mengingatkan keluarga  Kristen menjaga kekudusan perkawinan. “Kalau fenomena terjadi angkat perceraian tiap tahun mengalami peningkatan. Orang bercerai tidak memahami arti perkawinan.

“Dalam konteks perceraian di kota Korintus dilatar belakangi pencabulan, perzinahan bukan serta merta ini berlaku di Manado, tetapi Paulus mengatakan laki-laki dan perempuan harus menikah untuk menghindari pencabulan,” ujarnya.

Menurut dia, GMIM mengingatkan warga untuk mempertahankan rumah tangga suami dan istri. Suami harus memenuhi kewajiban  sebagai seorang suami begitu juga sebaliknya, istri harus memenuhi tugasnya.

“Renungan dibuat untuk menyadarkan jemaat dan masyarakat memelihara kekudusan pernikahan dan wajib dikakukan. Perceraian bertambah karena banyak  faktor orang ketiga dan ekonomi,” ungkapnya.

Menurut Pdt Joli, terjadi perceraian karena kesadaran janji pernikahan kurang. Janji yang diucapkan dalam pernikahan baik suka maupun duka  harus dipegang. “Gereja mengatakan apa yang disatukan Tuhan tidak diceraikan manusia. Karena keluarga lembaga suci,” ungkapnya.

Soal tindakan pencabulan dan perzinahan kata Pdt Joli, harusnya ini tidak dilakukan. Itu terjadi karena kesadaran iman rendah. “Imbauan gereja dilarang pergi ke tempat percabulan. Kesadaran ini harus ada agar tidak cabul,” pungkasnya. (ite)

Most Read

Artikel Terbaru

/