27 C
Manado
Jumat, 27 November 2020

IPM Manado Tertinggi di Sulut

MANADOPOST.ID-Selama hampir 10 tahun memimpin Kota Manado, Wali Kota DR GS Vicky Lumentut (GSVL) tidak hanya sukses membangun infrastruktur kesehatan seperti berdirinya rumah sakit daerah (RSD).

Namun, Lumentut juga berhasil menaikan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) kota Manado menjadi 78,02 persen di tahun 2020. Bahkan, IPM Kota Manado jauh di atas kabupaten/kota lainnya di Sulut, termasuk Provinsi Sulut.

Pertumbuhan IPM yang cukup siginifikan diera pemerintahan GSVL ini otomatis ikut berdampak pada kenaikan investasi yang bersumber dari penanaman modal dalam negeri, kenaikan  Pendapatan Domestic Regional Bruto (PDRB) maupun terjadinya pertumbuhan di sektor ekonomi riil.

“Harus kita akui bahwa, IPM kota Manado paling tinggi dari 15 kabupaten/kota lainnya di Sulut termasuk provinsi Sulut. Selain ditunjang oleh pertumbuhan ekonomi lokal, banyak regulasi Pemkot Manado yang memberikan kemudahan bagi dunia investasi ikut menjadi salah satu penentu naiknya IPM,” ucap GSVL.

Menurut Lumentut, salah satu tantangan pihaknya saat ini adalah, bagaimana mengurangi angka pengangguran di kota Manado, yang tiap tahun ikut mengalami kenaikan. Kenaikan ini menurut GSVL, lebih disebabkan karena kota Manado sampai saat ini masih menjadi tujuan utama para pencari kerja dari 14 kabupaten/kota di Sulut.

“Sampai saat ini kota Manado masih menjadi kota primadona bagi pencari kerja di 14 kabupaten/kota di Sulut. Kondisi ini ikut berdampak pada masih tinggihnya angka pengangguran di kota Manado,” jelas Lumentut yang juga Ketua DPD Partai Nasdem Kota Manado.

Data yang ada kata GSVL menunjukan, penyumbang terbesar angka pencari kerja di kota Manado adalah, kelompok lulusan sarjana dari perguruan tinggi. Kemudian, kelompok lulusan SD, SMA maupun sederajat. “Untuk kelompok SMP dan Diploma angkahnya masih bisa ditekan dan masih kurang,” ucap GSVL.

Alasan utama kelompok SMP dan diploma masih kurang adalah, karena lulusan kelompok ini umumnya langsung diserap oleh pasar kerja. “Salah satu penyebab kelompok lulusan perguruan tinggi masih tinggi adalah, karena kelompok ini banyak memilih jenis pekerjaan atau sebaliknya spesifikasi ilmu mereka yang tidak ada dipasar kerja,” beber Lumentut.

Melihat kondisi ini, mantan Ketua DPD Partai Demokrat Sulut mengingatkan kepada Pemprov Sulut untuk tetap memberdayakan pendidikan kejuruan dari berbagai aspek termasuk lulusannya.

“Karena lulusan ini mampu diterima oleh pasar kerja. Sudah saatnya kita siapkan konsep pembangunan SDM-nya, supaya lulusan kelompok ini langsung diterima oleh pasar kerja,” pungkas GSVL.(ite)

-

Artikel Terbaru

Terbaik Kedua, Rotty Raih Penghargaan PKN Tingkat II

MANADOPOST.ID– Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XVI tahun 2020 yang diselenggarakan oleh Lembaga Administrasi Negara (LAN)

Gran Puri Siapkan Pesta Pergantian Tahun Berkesan

PENAWARAN spesial di malam tahun baru. Hotel Gran Puri Manado mempersembahkan Aloha Pool and Grill Party 2021.

538 Wasit Pemilu Dirapid test

MANADOPOST.ID—Menjamin kesehatan penyelenggara, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) gelar rapid tes massal. Bagi seluruh jajaran pengawas pemilihan di setiap tingkatan, Kamis (26/11) kemarin.

Distanak Kena Sorot, Pupuk di Minsel Langka

MANADOPOST.ID—Bulan November 2020 ini musim tanam bagi petani. Tapi saat ini kelangkaan pupuk terjadi. Membuat petani kesulitan mencari pupuk.

KPU Minsel Beber 15 Hal Baru di Pilkada

MANADOPOST.ID—Perhelatan pemilihan kepala daerah (Pilkada) di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) tak lama lagi selesai. Masyarakat pada 9 Desember nanti bakal