22 C
Manado
Selasa, 27 Oktober 2020

La Nina Mulai ‘Mengancam’ Sulut

MANADO—Dampak La Nina mulai melanda Sulawesi Utara (Sulut), terutama Manado. Hujan lebat selama beberapa jam sejak pukul 18.30 Wita, menyebabkan banjir di sejumlah titik di Kota Tinutuan.

Di Kelurahan Kombos Barat, misalnya, tinggi luapan air di jalan raya telah mencapai setinggi lutut orang dewasa sehingga sulit dilewati kendaraan. Juga di depan Sekolah Don Bosco Manado. Hal serupa terjadi di Kelurahan Bailang, luapan air mencapai pinggang orang dewasa.

Di Kelurahan Banjer, luapan air setinggi paha orang dewasa mengaliri jalan dan rumah warga dengan arus yang relative kencang.

Hujan lebat yang disertai angin kencang turut mengakibatkan tumbangnya banyak pohon. Satu di antaranya yang menimpa kendaraan yang tengah melintas di Kelurahan Kombos Barat, tepatnya di depan pesantren Pondok Karya Pembangunan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulut Joy Oroh kepada Manado Post mengungkapkan, berdasarkan pantauan anggota di lapangan sejumlah titik terdampak genangan air hingga pohon tumbang. Menurutnya, petugas BPBD Provinsi terus berkoordinasi dengan BPBD Kota Manado turun langsung di titik-titik bencana.

“Petugas BPBD berkoordinasi dengan BPBD Manado dan pemerintah kelurahan-kelurahan dan masyarakat saat ini berada di titik banjir dan pohon tumbang,” jelas dia

Satu mobil yang tertimpa pohon tumbang kata Oroh saat ini sudah berhasil dievakuasi. “Bersyukur dalam kejadian tidak ada korban. Pengendara hanya mengalami shock,” ungkap dia.

Dia juga mengungkapkan dari laporan dan pengecekan, DAS Tondano masih dalam keadaan normal. Keadaan air di pintu air Tondano masih dibatas normal.

“Kami terus memantau juga kondisi air di pintu air Tondano. Laporan terakhir bersyukur debit air masih normal. Kami berharap tentu hujan segera redah,” harap dia.

Dirinya turut menyarankan kepada seluruh masyarakat Sulut agar tetap waspada dan berhati-hati. Kondisi iklim Sulut hingga Desember kata Oroh masih akan mengalami peningkatan intensitas hujan.

“Kepada masyarakat kami himbau agar meningkatkan kewaspadaan. Kalau bisa tetap mengawas diri jika intensitas hujan meningkat dan berkepanjang, evakuasi wajib dilakukan bagi masyarakat di lereng bukit atau di bantaran sungai,” himbaunya.

Diketahui pihak Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika telah mengeluarkan peringatan cuaca pada Sabtu (17/10), agar mewaspadai potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang di wilayah Manado, Bitung, Tomohon, Kotamobagu, Minahasa Utara, Minahasa Selatan, Minahasa Tenggara, Bolmong, Bolmong Timur, Bolmong Utara, Kepuauan Sitaro, Kepulauan Sangihe, dan Kepulauan Talaud.

Sebelumnya dikatakan Kepala Seksi Observasi dan Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Maritim Bitung Ricky Daniel Aror, sat ini sebagian besar wilayah Indonesia termasuk Sulut, sedang mewaspadai fenomena alam La Nina yang bisa memicu bencana hidrometeorologi. Curah hujan disebut meningkat hingga 40 persen.

Bencana hidrometeorologi diantaranya adalah banjir, tanah longsor, angin puting beliung, badai, dan sejenisnya. Dijelaskan Aror, warga harus waspada.

“La Nina itu luas, sebenarnya bukan hanya Sulut. Indonesia secara umum terdampak La Nina. Seluruh Indonesia suhu penguapan laut saat ini tinggi, maka memicu awan-awan konvektif yang mengandung hujan,” jelas dia saat dikonfirmasi Manado Post.

Lanjut Aror, La Nina mengakibatkan hujan sering muncul. Terkait dampak dari La Nina, katanya bisa memicu bencana hidrometeorologi. Namun kata Aror, bencana Hidrometeorogi hanya efek lanjut dari La Nina, jadi selama mitigasi dilakukan dengan baik seperti membuang sampah dengan baik, dapat mencegah bencana.

“Jadi ini kembali lagi ke kita sebagai masyarakat. Bila kita mampu menjaga kelestarian alam dengan tidak membuang sampah sembarangan, bencana Hidrometeorologi ini dapat dihindari,” saran dia.

Bencana tersebut lanjut Aror akan sangat berdampak bagi masyarakt yang bermukim di bantaran sungai atau lereng bukit. Untuk itu, dia menyarankan agar kewaspadaan lebih ditingkatkan. “Kembali lagi ke kita. Kewaspadaan jika hujan turun harus lebih ditingkatkan. Dan bagi pengembang dan pemerintah diharapkan dapat menjaga kelestarian alam sekitar. Seperti tidak lagi melakukan penebangan hutan lindung,” tutup Aror. (*)

-

Artikel Terbaru

Silangen Dilantik, MJP Tantang Tetap Kritis pada Pemprov

Ketua DPRD Provinsi Sulut dr Fransiscus Andi Silangen sah dilantik, kemarin. Banyak ucapan dan harapan mengalir dari rekan sekerjanya di DPRD Sulut. Salah satunya dari personel Komisi IV DPRD Sulut Melky J Pangemanan (MJP).

Taati Protokol Kesehatan saat Berlibur, Clay: Harus Disiplin dan Peduli

Akhir pekan ini, bakal ada libur nasional dan cuti bersama Maulid Nabi Muhammad, 28-30 Oktober. Momen liburan panjang seperti ini biasanya dimanfaatkan untuk liburan. Mengingat pandemic Covid-19 belum berlalu, Pjs Bupati Clay JH Dondokambey SSTP MAP pun meminta masyarakat Minahasa Utara yang hendak berlibur, agar menerapkan protokol kesehatan secara disiplin supaya tidak terjadi kenaikan kasus Covid-19.

Warga Bitung Siap Bawa Kemenangan untuk VAP-HR

Dukungan untuk calon gubernur dan wakil gubernur Sulut, Dr (HC) Vonnie A Panambunan STh (VAP) dan Dr Hendry Runtuwene STh (HR), terus mengalir. Warga dari segala penjuru Sulut tak henti menyatakan dukungan untuk paslon nomor urut dua yang diusung partai NasDem ini. Seperti terpantau Senin (26/10), saat VAP-HR menggelar kampanye terbatas di sejumlah lokasi di Bitung, antusias warga tak terbendung meski kegiatan dilaksanakan dengan protokol kesehatan ketat.

Keke Minahasa Lolos Pantukhir Seleksi WARA Tingkat Sulut

Mariska Onibala, berhasil lolos kegiatan penentuan terakhir (pantukhir) seleksi Penerimaan Bintara PK (WARA) Wanita Angkatan Udara Gelombang II TA 2020, di Balai Prajurit Pangkalan TNI AU Sam Ratulangi, Manado, Sulut, Senin (26/10).

Nostalgia di Persekolahan Advent Unklab, Clay: Saya Jualan Roti

Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Minut Clay June Dondokambey SSTP MAP, Senin (26/10) diundang ke talkshow Unklab Adventist Laboratory School. Kepala Biro Umum Pemprov Sulut ini pun diajak bernostalgia di Persekolahan Advent Unklab.