alexametrics
27.4 C
Manado
Sabtu, 21 Mei 2022

Banner Mobile (Anymind)

‘Diserang’ Stafsus Pemkot, Jurani: Tidak Perlu Berlebihan Nilai Kritikan Saya

MANADOPOST.ID— Sejumlah staf khusus (Stafsus) Pemerintah Kota (Pemkot) Manado membalas kritikan Anggota DPRD Kota Manado Jurani Rurubua terkait kebijakan pemberian insentif oleh Pemkot pada rohaniawan yang tak merata.

Menanggapi respon-respon tersebut, Jurani mengaku bersyukur akhirnya para staf khusus mulai berbondong-bondong memberi penjelasan kepada media terkait kebijakan strategis wali kota tersebut.

“Saya tentunya bersyukur. Artinya, mereka (staf khusus) bekerja pasca dilantik,” ucapnya, Rabu (19/1).

Jurani mengaku dirinya bekerja sebagai wakil rakyat yang menyuarakan pikiran rakyat. “Bukan asal bicara. Bila pun saya sangat setuju program wali kota, maka bukan tugas saya memberi klarifikasi ke publik. Karena saya bukan humas pemerintah,” katanya

Menurutnya, staf khusus membaca kebijakan wali kota Manado dalam bentuk strategis. “Namun saya menilainya secara politis. Buat apa para pendeta dan imam atau rohaniawan diminta untuk mengumpulkan identitas (KTP dan KK) milik jemaatnya?” tanyanya.

Dikatakan personel Komisi 3 itu, tidak perlu berlebihan menilai kritiknya. Cukup beri sosialisasi dan sampaikan maksud dan tujuan. “Bila semua program pemerintah tidak pernah dikritik, bagaimana kita mengetahui bahwa semua sesuai dengan kebutuhan rakyat.

Apalagi, di masa pandemi ini, banyak anggaran yang dipangkas demi agenda yang lebih subtansial,” tutupnya. (ando)

MANADOPOST.ID— Sejumlah staf khusus (Stafsus) Pemerintah Kota (Pemkot) Manado membalas kritikan Anggota DPRD Kota Manado Jurani Rurubua terkait kebijakan pemberian insentif oleh Pemkot pada rohaniawan yang tak merata.

Menanggapi respon-respon tersebut, Jurani mengaku bersyukur akhirnya para staf khusus mulai berbondong-bondong memberi penjelasan kepada media terkait kebijakan strategis wali kota tersebut.

“Saya tentunya bersyukur. Artinya, mereka (staf khusus) bekerja pasca dilantik,” ucapnya, Rabu (19/1).

Jurani mengaku dirinya bekerja sebagai wakil rakyat yang menyuarakan pikiran rakyat. “Bukan asal bicara. Bila pun saya sangat setuju program wali kota, maka bukan tugas saya memberi klarifikasi ke publik. Karena saya bukan humas pemerintah,” katanya

Menurutnya, staf khusus membaca kebijakan wali kota Manado dalam bentuk strategis. “Namun saya menilainya secara politis. Buat apa para pendeta dan imam atau rohaniawan diminta untuk mengumpulkan identitas (KTP dan KK) milik jemaatnya?” tanyanya.

Dikatakan personel Komisi 3 itu, tidak perlu berlebihan menilai kritiknya. Cukup beri sosialisasi dan sampaikan maksud dan tujuan. “Bila semua program pemerintah tidak pernah dikritik, bagaimana kita mengetahui bahwa semua sesuai dengan kebutuhan rakyat.

Apalagi, di masa pandemi ini, banyak anggaran yang dipangkas demi agenda yang lebih subtansial,” tutupnya. (ando)

Most Read

Artikel Terbaru

/