alexametrics
26.4 C
Manado
Senin, 23 Mei 2022

Banner Mobile (Anymind)

Insentif Rohaniawan Manado Tak Merata, Jurani: Banyak yang Merasa Ini Diskriminatif

MANADOPOST.ID— Anggota DPRD Kota Manado, Jurani Rurubua sempat mengkritik pemberian insentif kepada rohaniawan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Manado.

Menurutnya, tidak ada yang salah dengan kebijakan pemberian insentif kepada pemuka agama. Namun, distribusi dengan nilai berbeda hanya karena jumlah jemaat dan besarnya rumah ibadah, dinilainya tidak relevan.

“Yang jemaat besar diberikan insentif besar, yang jemaat sedikit diberikan insentif kecil,” kata Jurani, Rabu (19/1).

Dijelaskannya, tanpa diberikan intensif sekalipun, rohaniawan memang sudah bertugas sebagai pembina umat, pembimbing ke arah yang baik.

“Jadi, bila pun harus diberikan apresiasi, maka sebaiknya di sama ratakan, gereja atau masjid dan rumah ibadah lainnya punya nominal yang sama,” tandasnya.

Lebih jauh dikatakannya, apapun bentuk pemberian uang kepada rohaniawan yang diberikan pemerintah adalah uang rakyat.

“Sehingga sebagai perwakilan rakyat, saya berkapasitas untuk melakukan kritik, saran. Bila Saya mengangkat ke permukaan terkait kebijakan ini, tentu karena banyak sebagian besar rohaniawan tidak setuju dan merasa diperlakukan secara diskriminatif,” pungkasnya. (ando)

MANADOPOST.ID— Anggota DPRD Kota Manado, Jurani Rurubua sempat mengkritik pemberian insentif kepada rohaniawan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Manado.

Menurutnya, tidak ada yang salah dengan kebijakan pemberian insentif kepada pemuka agama. Namun, distribusi dengan nilai berbeda hanya karena jumlah jemaat dan besarnya rumah ibadah, dinilainya tidak relevan.

“Yang jemaat besar diberikan insentif besar, yang jemaat sedikit diberikan insentif kecil,” kata Jurani, Rabu (19/1).

Dijelaskannya, tanpa diberikan intensif sekalipun, rohaniawan memang sudah bertugas sebagai pembina umat, pembimbing ke arah yang baik.

“Jadi, bila pun harus diberikan apresiasi, maka sebaiknya di sama ratakan, gereja atau masjid dan rumah ibadah lainnya punya nominal yang sama,” tandasnya.

Lebih jauh dikatakannya, apapun bentuk pemberian uang kepada rohaniawan yang diberikan pemerintah adalah uang rakyat.

“Sehingga sebagai perwakilan rakyat, saya berkapasitas untuk melakukan kritik, saran. Bila Saya mengangkat ke permukaan terkait kebijakan ini, tentu karena banyak sebagian besar rohaniawan tidak setuju dan merasa diperlakukan secara diskriminatif,” pungkasnya. (ando)

Most Read

Artikel Terbaru

/