28C
Manado
Selasa, 9 Maret 2021

Dewan Kritisi Pembatasan Jam Operasional Usaha

MANADOPOST.ID–Pembatasan jam operasional usaha sampai jam delapan malam di Kota Manado dikritisi. Anggota DPRD Kota Manado Jeane Laluyan, kebijakan Pemkot tersebut terkesan tidak mendukung para pengusaha di masa pandemi Covid-19, terlebih warga yang menjalankan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

“Batasan operasional rumah makan yang hanya bisa beroperasi sampai jam 8, itu sangat merugikan para pengusaha rumah makan, terlebih bagi mereka yang menjalankan UMKM. Apa baru jam 8 virus corona keluar?, harusnya sama saja kan, pahaman dari mana ini,” katanya.

Menurut srikandi PDIP yang dikenal kritis ini, Pemkot harusnya memberikan kelonggaran kepada pemilik usaha, dengan cara memperketat protokol kesehatan.

“Banyak cara sebenarnya untuk menekan kerumunan di rumah makan, contohnya bisa gunakan aplikasi untuk memesan, meja pengunjung diatur jaraknya, pakai sekat, kan bisa. Pengunjung diwajibkan pakai masker.

Jangan, masih jam 8 sudah ditutup. Ingat, para pengusaha tersebut membayar pajak, membayar retribusi sampah, jadi sudah sepantasnya pemerintah memperhatikan hal ini,” ujarnya

Laluyan menyarankan, pemerintah seharusnya bisa memberdayakan para Satpol PP yang ada, untuk lebih memaksimalkan pengawasan protap kesehata di lapangan.

“Berdayakan Satpol-PP, ditambah juga bantuan dari TNI dan Polri untuk melakukan pengawasan protap covid-19, agar pelaku usaha kecil bisa berjualan di malam hari. Semuanya ini tentunya untuk keselamatan dan kesejahteraan masyarakat, itu yang utama,” ungkapnya.

Sementara itu, pengamat sosial Roy Maramis menilai, pembatasan jam operasional ini merugikan para pelaku usaha khususnya UMKM.

“Seharusnya pemerintah mengevaluasi pembatasan jam operasional ini, apakah efektif menekan Covid-19. Karena faktanya kasus Covid-19 terus mengalami kenaikan,” ujarnya.

Menurut dia, lebih baik pemerintah memberlakukan protokol kesehatan ketat ketimbang membatasi jam operasional usaha. Karena dampak yang ditimbulkan dari pembatasan ini pengusaha merugi yang berdampak pada pengurungan tenaga kerja.

“Lagi pula masyarakat sekarang sudah terbiasa dengan new normal. Ini lebih diperketat. Sebab kalau pengusaha merugi dampaknya akan pengangguran bertambah,” ungkapnya.

Dia juga meminta pemerintah jangan terlalu phobia dengan Covid-19. Karena penyakit ini bisa sembuh dengan sendirinya dan banyak yang dinyatakan positif tetapi sembuh.

“Yang meninggal itu kan karena penyakit bawaan. Karena pemerintah harus mengkaji lagi setiap kebijakan yang dikeluarkan,” pungkasnya. (ite)

Artikel Terbaru