25C
Manado
Senin, 1 Maret 2021

Dewan `Cium` Bau Tak Beres di Pembangunan Talud

MANADOPOST.ID–Komisi I DPRD Kota Manado mencium bau tak beras di pembangunan talud tahun lalu. Karena longsor menimpah rumah di Kelurahan Malalayang Barat.

Hal ini terungkap ketika Komisi III DPRD Manado turun lapangan (Turlap), Rabu (20/1) lalu, untuk melakukan pemeriksaan. “Dari pemeriksaan yang kami lakukan, bisa disimpulkan penyebab masalah adalah faktor manusia, yang menyebabkan kerugian bahkan korban jiwa,” kata anggota Komisi III DPRD Manado Lucky Datau, saat memeriksa lokasi dipimpin Ketua Komisi I DPRD Ronny Makawata bersama Ir. Jean Sumilat, dan Royke Anter, SE.

Dia menyebutkan, talud roboh menewaskan dua warga dan merusak dua rumah. Dia mengungkapkan, sudah mendengarkan penjelasan orang-orang yang tinggal di lokasi maupun keluarga korban, sebelum di bangun talud tidak pernah terjadi tanah longsor, setelah dibangun talud akhirnya menimbulkan korban.

“Sebab ketika dilihat hampir tidak ada tanah yang longsor, justru hanya fisik talud yang ada, bahkan hingga dasarnya sehingga menimbulkan tanda tanya,” katanya.

Dia mengatakan, meskipun belum masuk ke ranah hukum, tetapi pembangunan talud tersebut sudah mengindikasikan banyak melanggar aturan, dan jika sampai APH meliriknya maka akan jadi masalah pidana.

Apalagi katanya, jika melihat ke penegasan pemerintah pusat dan daerah, selama masa pandemi pembangunan fisik ditangguhkan semuanya, tetapi justru ada pembangunan talud dengan nilai Rp 390,4 juta, yang seperti asal-asalan.

Hal ini kata Lucky menjadi indikasi ada ketidakberesan, sehingga patut diperhatikan dan ditelusuri, karena apapun alasan melaksanakan pembangunan yang belum urgen melanggar aturan, di tengah kondisi pandemi Covid-19.

“Dari temuan itu, kami meyakini kalau semua hal itu terjadi karena kesalahan manusia, yang tak mematuhi aturan dan membangun asal-asalan,” katanya.

Karena itu, dia menegaskan, pihaknya, akan menggunakan hak memanggil dinas terkait, dalam hal ini Dinas PUPR bahkan rekanan untuk memberikan klarifikasi tentang semua masalah itu.

Sebelumnya, Kepala Dinas PUPR Kota Manado Royke Mamahit mengatakan, secara logika sedangkan ada talud longsor bisa seperti itu.

Bagaimana kalau tidak ada talud. “Laporan dari PPK dan pelaksana saat pekerjaan diawasi oleh warga dan Pala. Bagaimana bisa dikatakan asal jadi,” pungkasnya. (ite)

Artikel Terbaru