33 C
Manado
Minggu, 16 Mei 2021
spot_img

Tinggal Dua Pekan Menjabat, Wali Kota Manado GSVL Pamit dan Minta Maaf

MANADOPOST.ID–Masa jabatan Wali Kota Manado GS Vicky Lumentut (GSVL) tinggal dua pekan lagi. Karena itu, GSVL pamitan kepada warga, ketika melakukan kunjungan kerja di Kecamatan Bunaken dan Tuminting.

“Saya pamit kepada bapak/ibu saudara. Saya menjabat sebagai wali kota lebih kurang tinggal 2 pekan lagi, terima kasih atas dukungan dan loyalitasnya kepada saya sehingga program-program saya selama 10 tahun dapat berjalan dengan baik,” katanya.

Wali kota meminta maaf apabila ada yang kurang berkenan selama dirinya memimpin kota Doa ini.

“Bersama ini saya juga memohon dibukakan pintu maaf apabila selama saya menjabat sering membuat saudara sekalian direpotkan, ini tak lain demi tugas kita sebagai pelayan masyarakat,” ungkapnya.

Vicky Lumentut

Menurut dia, selama dua periode kepemimpinannya Manado mendapatkan dua cobaan berat.

“Di tahun 2014 kita dilanda bencana alam banjir bandang yang hampir meluluhlantakan seluruh kota, dan di tahun 2020 kemarin kita dilanda bencana non alam pandemi Covid-19, yang hingga kini pun belum berakhir.

Saya berterima kasih kepada para camat, lurah, dan  kepala lingkungan. Terima kasih juga untuk para tokoh agama dan tokoh masyarakat, yang selama ini terus bergandengan tangan menghadapi semua ini bersama saya,” ujarnya.

Dia juga meminta para pamong tak kendor dan terus bekerja tulus untuk rakyat.
“Teruslah melayani rakyat, melayani Tuhan. Saya telah menjalani sebagai pelayan rakyat seperti bapak/ibu. Saya memulainya dari bawah, dari golongan V, mulai staf di kota Bitung ketika itu.

Seiring perjalanan karir saya kemudian saya mendapat promosi ke Provinsi. Saya sempat dipercaya memegang jabatan kepala dinas. Lalu saya ditarik ke kota Manado menjadi Sekretaris daerah, dan Puji Tuhan boleh pensiun sebagai wali kota saat ini,” katanya.

Ia menceritakan perjalanan karirnya selama menjadi ASN dan pejabat publik.
“Dalam perjalanan karir, saya merasa beruntung sempat dipercaya memegang beberapa proyek strategis ketika kepemimpinan beberapa kepala daerah seperti di jaman Gubernur Rantung, Sondakh, Korah, hingga SH Sarundajang. Saya sempat dipercaya menjadi pengawas langsung pada pembangunan kantor Gubernur di 17 Agustus, mulai dari peletakan batu pertama hingga selesai, pembangunan proyek Gedung Joeang di kawasan 45 pusat kota, menata kawasan pameran pembangunan Kayuwatu, dan banyak lagi proyek strategis lainnya di daerah ini,” ungkapnya.

Dia mengatakan, loyalitas adalah kunci utama dirinya sukses berkarir. “Saya selalu menanamkan loyalitas terhadap pimpinan hingga diakhir masa jabatannya. Saya tidak pernah menggunakan ilmu katak, yang tendang sana tendang sini untuk bisa maju kedepan. Saya tak menutup mata, saat ini saya melihat ada beberapa pejabat yang mulai loyo, kendor dalam pelayanan, seakan tak ada lagi motivasi. Terserang virus H2C, harap-harap cemas,” katanya.

Dia meminta para pejabat untuk terus bekerja melayani rakyat tanpa menunggu siapa pemimpinnya.

“Saya titipkan Manado kepada bapak/ibu saudara untuk terus menjadi rumah besar bagi kita semua, bekerjalah untuk Tuhan, siapapun pemimpinnya,” pungkasnya. (ite)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Artikel Terbaru