29.4 C
Manado
Kamis, 11 Agustus 2022

Perlebar Jalan Malalayang, Walikota AA Minta Warga Sumbang Lahan

MANADOPOST.ID—Adanya keluhan dari berbagai masyarakat terkait kemacetan yang sering terjadi di ruas jalan Pantai Malalayang, tepatnya di depan proyek Penataan Kawasan Pantai, Walikota Manado Andrei Angouw (AA) mengharapkan agar warga setempat menyumbangkan tanah untuk memperlebar jalan tersebut.

“Pemda nda ada anggaran mo bebaskan lahan disitu. Kalau boleh pemilik lahan kase akang,” kata Walikota dengan dialeg Manado kental saat dikonfirmasi pihak Manado Post beberapa waktu lalu.

Walikota Manado Andrei Angouw

Menurutnya, berdasarkan aturan tidak boleh melakukan pembangunan hingga batas jalan. “Kan memang nda bisa membangun juga sampe di pinggir jalan,” kata AA.

Walikota pun menyebutkan bahwa karena keterbatasan anggaran, pihaknya juga sementara melakukan kegiatan pemotongan pohon dalam upaya memperlebar jalan di Malalayang tersebut.

SEGERA DIANGKUT: Dahan pohon yang telah dipotong disarankan agar segera diangkut agar tidak mempersempit jalan hingga mengakibatkan kemacetan.
1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

“Sementara potong itu pohon, supaya itu jalan boleh jadi lebe lebar. Jadi sekarang Pemkot mo potong dulu itu pohon pohon supaya boleh kase lebar biar sedikit,” tambah Walikota.

Sebelumnya, Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sulut Hendro Satrio menyebutkan bahwa pihak BPJN siap melakukan pengusulan untuk pelebaran jalan di Kawasan Pantai Malalayang apabila pemerintah daerah dapat menyiapkan pembebasan tanah pada areal jalan yang akan diperlebar.

“Kalau lahan siap ya kita bisa mengajukan. Kalau tidak siap, maka kita sulit juga untuk melakukan pengajuan,” kata Satrio.

Kepala Satker PJN 1 Sulut Julianti Manu juga tak memungkiri sering terjadinya kemacetan pada ruas jalan tersebut. “Memang disitu sempit sih, agak macet,” beber Manu.

Senada dengan kepala BPJN pula, Manu menyebutkan bahwa pelebaran jalan di Kawasan Pantai Malalayang juga terkendala pembebasan tanah. “Kemarin diminta juga untuk dilakukan pelebaran jalan disitu. Namun kita terkendala dilahan. Kalau ada lahan siap, kita bisa mengusulkan ke pusat,” terang Manu.

Terkait pemotongan pohon di kawasan Pantai Malalayang, senada dengan Walikota, sebelumnya Manu juga menyebutkan bahwa saat ini pihaknya sementara berkolaborasi dengan Pemkot Manado terkait penataan jalan dan drainase di Malalayang.

“Jadi kami sudah ada kolaborasi dengan Pemkot Manado. Dimana kita akan melakukan penataan dan pembersihan jalan dan drainase disitu sehingga kelihatan lebar,” pungkas Manu.

Sementara itu, Andre T warga Malalayang yang juga berprofesi sebagai supir angkutan menyarankan agar pekerjaan pemotongan pohon cepat dirampungkan.

“Sebaiknya pemotongan pohon dilakukan bukan dijam yang ramai aktivitas kendaraan. Kalau perlu dilakukan tengah malam sampai subuh. Kan potongnya pakai alat, tidak manual dan aman. Supaya jalan tidak macet dan pekerjaannya langsung, jangan putus-putus supaya cepat selesai,” ungkap Tumbel.

Dari pantauan Manado Post (23/7), pemotongan pohon sementara dilakukan oleh petugas di Kawasan Pantai Malalayang. (des)

MANADOPOST.ID—Adanya keluhan dari berbagai masyarakat terkait kemacetan yang sering terjadi di ruas jalan Pantai Malalayang, tepatnya di depan proyek Penataan Kawasan Pantai, Walikota Manado Andrei Angouw (AA) mengharapkan agar warga setempat menyumbangkan tanah untuk memperlebar jalan tersebut.

“Pemda nda ada anggaran mo bebaskan lahan disitu. Kalau boleh pemilik lahan kase akang,” kata Walikota dengan dialeg Manado kental saat dikonfirmasi pihak Manado Post beberapa waktu lalu.

Walikota Manado Andrei Angouw

Menurutnya, berdasarkan aturan tidak boleh melakukan pembangunan hingga batas jalan. “Kan memang nda bisa membangun juga sampe di pinggir jalan,” kata AA.

Walikota pun menyebutkan bahwa karena keterbatasan anggaran, pihaknya juga sementara melakukan kegiatan pemotongan pohon dalam upaya memperlebar jalan di Malalayang tersebut.

SEGERA DIANGKUT: Dahan pohon yang telah dipotong disarankan agar segera diangkut agar tidak mempersempit jalan hingga mengakibatkan kemacetan.

“Sementara potong itu pohon, supaya itu jalan boleh jadi lebe lebar. Jadi sekarang Pemkot mo potong dulu itu pohon pohon supaya boleh kase lebar biar sedikit,” tambah Walikota.

Sebelumnya, Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sulut Hendro Satrio menyebutkan bahwa pihak BPJN siap melakukan pengusulan untuk pelebaran jalan di Kawasan Pantai Malalayang apabila pemerintah daerah dapat menyiapkan pembebasan tanah pada areal jalan yang akan diperlebar.

“Kalau lahan siap ya kita bisa mengajukan. Kalau tidak siap, maka kita sulit juga untuk melakukan pengajuan,” kata Satrio.

Kepala Satker PJN 1 Sulut Julianti Manu juga tak memungkiri sering terjadinya kemacetan pada ruas jalan tersebut. “Memang disitu sempit sih, agak macet,” beber Manu.

Senada dengan kepala BPJN pula, Manu menyebutkan bahwa pelebaran jalan di Kawasan Pantai Malalayang juga terkendala pembebasan tanah. “Kemarin diminta juga untuk dilakukan pelebaran jalan disitu. Namun kita terkendala dilahan. Kalau ada lahan siap, kita bisa mengusulkan ke pusat,” terang Manu.

Terkait pemotongan pohon di kawasan Pantai Malalayang, senada dengan Walikota, sebelumnya Manu juga menyebutkan bahwa saat ini pihaknya sementara berkolaborasi dengan Pemkot Manado terkait penataan jalan dan drainase di Malalayang.

“Jadi kami sudah ada kolaborasi dengan Pemkot Manado. Dimana kita akan melakukan penataan dan pembersihan jalan dan drainase disitu sehingga kelihatan lebar,” pungkas Manu.

Sementara itu, Andre T warga Malalayang yang juga berprofesi sebagai supir angkutan menyarankan agar pekerjaan pemotongan pohon cepat dirampungkan.

“Sebaiknya pemotongan pohon dilakukan bukan dijam yang ramai aktivitas kendaraan. Kalau perlu dilakukan tengah malam sampai subuh. Kan potongnya pakai alat, tidak manual dan aman. Supaya jalan tidak macet dan pekerjaannya langsung, jangan putus-putus supaya cepat selesai,” ungkap Tumbel.

Dari pantauan Manado Post (23/7), pemotongan pohon sementara dilakukan oleh petugas di Kawasan Pantai Malalayang. (des)

Most Read

Artikel Terbaru

/