alexametrics
31.4 C
Manado
Jumat, 20 Mei 2022

Banner Mobile (Anymind)

‘Manado Dikunci’, Netizen: Aturan Tak Masuk Akal

MANADO—Sejak Senin (25/5) kemarin, postingan berita terkait pembatasan masuk ke Kota Manado dari Pemkot Manado menuai pro dan kontra. Di laman Facebook resmi Manado Post, postingan terkait berita ini cukup ramai.

Sebagian besar netizen tidak setuju dengan rencana Pemkot Manado tersebut. Akun facebook bernama Herling Umboh bahkan menyebut aturan ini tidak masuk akal.

“Aturan nda maso akal. Pak OD-SK (Olly Dondokambey-Steven Kandouw) tolong liat aturan ini. Aturan beking stengah mati rakyat. Rapid test itu mahal, bukan gratis. Maso Jakarta saja nda perlu rapid test,” serunya.

Senada disampaikan Iki Tirayoh. “Jujur peraturan ini menyusahkan masyarakat dan sudah melanggar hak asasi manusia,” sebutnya.

Akun Leslie Sepang meminta pemerintah mempertimbangkan orang Manado yang bekerja di luar Manado.“Bagaimana dengan orang yang masih kerja, tempat kerja di luar Manado atau sebaliknya?,” tuturnya.

Saran muncul dari akun bernama Daniel. “Lebih baik dipetakan saja lingkungan berapa yang banyak terpapar, baru karantina wilayah,” sebutnya.

Di sisi lain, salah satu warga Manado yang tinggal di perumahan Citraland Benny Tenda berharap kebijakan Pemkot Manado ini dikaji menyeluruh. Dia mencotohkan dirinya yang ber-KTP Manado namun tinggal di Citraland yang sudah wilayah Minahasa.

“Sebaiknya mereka yang tinggal di pinggiran Manado, baik yang berbatasan dengan Minut atau Minahasa diberikan kebijakan seperti menunjukkan KTP, periksa suhu badan, memakai masker, dan kapasitas mobil tidak melebih 50 persen dari seat yang ada,” sebutnya.

Hal yang sama, lanjut Tenda, sebaiknya diberlakukan pada ASN Pemkot Manado dan Pemprov Sulut. “Jadi sebaiknya sebelum diberlakukan, lakukan kajian dahulu,” kunci Tenda.(gel)

MANADO—Sejak Senin (25/5) kemarin, postingan berita terkait pembatasan masuk ke Kota Manado dari Pemkot Manado menuai pro dan kontra. Di laman Facebook resmi Manado Post, postingan terkait berita ini cukup ramai.

Sebagian besar netizen tidak setuju dengan rencana Pemkot Manado tersebut. Akun facebook bernama Herling Umboh bahkan menyebut aturan ini tidak masuk akal.

“Aturan nda maso akal. Pak OD-SK (Olly Dondokambey-Steven Kandouw) tolong liat aturan ini. Aturan beking stengah mati rakyat. Rapid test itu mahal, bukan gratis. Maso Jakarta saja nda perlu rapid test,” serunya.

Senada disampaikan Iki Tirayoh. “Jujur peraturan ini menyusahkan masyarakat dan sudah melanggar hak asasi manusia,” sebutnya.

Akun Leslie Sepang meminta pemerintah mempertimbangkan orang Manado yang bekerja di luar Manado.“Bagaimana dengan orang yang masih kerja, tempat kerja di luar Manado atau sebaliknya?,” tuturnya.

Saran muncul dari akun bernama Daniel. “Lebih baik dipetakan saja lingkungan berapa yang banyak terpapar, baru karantina wilayah,” sebutnya.

Di sisi lain, salah satu warga Manado yang tinggal di perumahan Citraland Benny Tenda berharap kebijakan Pemkot Manado ini dikaji menyeluruh. Dia mencotohkan dirinya yang ber-KTP Manado namun tinggal di Citraland yang sudah wilayah Minahasa.

“Sebaiknya mereka yang tinggal di pinggiran Manado, baik yang berbatasan dengan Minut atau Minahasa diberikan kebijakan seperti menunjukkan KTP, periksa suhu badan, memakai masker, dan kapasitas mobil tidak melebih 50 persen dari seat yang ada,” sebutnya.

Hal yang sama, lanjut Tenda, sebaiknya diberlakukan pada ASN Pemkot Manado dan Pemprov Sulut. “Jadi sebaiknya sebelum diberlakukan, lakukan kajian dahulu,” kunci Tenda.(gel)

Most Read

Artikel Terbaru

/