alexametrics
26.4 C
Manado
Senin, 23 Mei 2022

Banner Mobile (Anymind)

Gaji Petugas Sampah di Manado Belum Dibayar

MANADOPOST.ID–Para camat di Kota Manado ‘disemprot’ anggota DPRD Kota Manado ketika rapat  dengar pendapat dengan Komisi I terkait evaluasi kerja triwulan IV 2020,  Senin (25/1) lalu.

Di mana, Anggota DPRD Kota Manado Jeane Laluyan menyoroti belum dibayarkannya gaji para Tenaga Harian Lepas (THL) yang bekerja sebagai petugas sampah.

“Dari informasi yang saya dapat, para THL ini belum menerima gaji dari bulan Desember, pantas saja sampah menumpuk, pasti petugas enggan angkat sampah-sampahnya karena gaji belum bayar,” semprot Laluyan.

Menurut dia, para camat jangan menyalahkan para THL jika kinerja mereka buruk di lapangan.

“Jangan salahkan mereka jika sampah tidak diangkat, tinggal bagaimana pintar-pintarnya para camat, cari cara menyelesaikan masalah sampah.  Dengan berdayakan para Pala di setiap lingkungan agar sampah bisa diatasi, jangan hanya saat Pilkada bergerak cepat, tetapi saat sekarang juga,” ungkapnya.

Sementara itu, Camat Paal Dua Glennstiano Kowaas, mempersoalkan penumpukan sampah ada di TPA Sumumpo.

“THL mau mengangkut sampah, operasional dan kendaraan siap, tapi persoalan utamanya antrian di TPA,” kata Kowaas.

Kowaas membeber, dalam sehari bisa 3 kali pengangkutan jika bongkar muat di TPA lancar.

“Tapi saat ini kadangkala dalam 2 hari baru 1 kali pengangkutan,” pungkasnya. (ite)

MANADOPOST.ID–Para camat di Kota Manado ‘disemprot’ anggota DPRD Kota Manado ketika rapat  dengar pendapat dengan Komisi I terkait evaluasi kerja triwulan IV 2020,  Senin (25/1) lalu.

Di mana, Anggota DPRD Kota Manado Jeane Laluyan menyoroti belum dibayarkannya gaji para Tenaga Harian Lepas (THL) yang bekerja sebagai petugas sampah.

“Dari informasi yang saya dapat, para THL ini belum menerima gaji dari bulan Desember, pantas saja sampah menumpuk, pasti petugas enggan angkat sampah-sampahnya karena gaji belum bayar,” semprot Laluyan.

Menurut dia, para camat jangan menyalahkan para THL jika kinerja mereka buruk di lapangan.

“Jangan salahkan mereka jika sampah tidak diangkat, tinggal bagaimana pintar-pintarnya para camat, cari cara menyelesaikan masalah sampah.  Dengan berdayakan para Pala di setiap lingkungan agar sampah bisa diatasi, jangan hanya saat Pilkada bergerak cepat, tetapi saat sekarang juga,” ungkapnya.

Sementara itu, Camat Paal Dua Glennstiano Kowaas, mempersoalkan penumpukan sampah ada di TPA Sumumpo.

“THL mau mengangkut sampah, operasional dan kendaraan siap, tapi persoalan utamanya antrian di TPA,” kata Kowaas.

Kowaas membeber, dalam sehari bisa 3 kali pengangkutan jika bongkar muat di TPA lancar.

“Tapi saat ini kadangkala dalam 2 hari baru 1 kali pengangkutan,” pungkasnya. (ite)

Most Read

Artikel Terbaru

/