31.4 C
Manado
Jumat, 30 Juli 2021

Waspada Bullying, Ini Dampak dan Solusinya

MANADOPOST.ID – Penindasan, kekerasan atau bullying kian marak di kalangan remaja. Pelaku bully bukan hanya remaja laki-laki melainkan cenderung lebih banyak di kalangan remaja putri.

 

Menurut Hanna Monareh MPsi, Psikolog Klinis, ada beberapa faktor yang menyebabkan individu menjadi pelaku bully. Di mana faktor keluarga menjadi yang pertama. “Tidak jarang mereka yang menjadi pelaku bully, kurang mendapat perhatian, rasa nyaman di rumah. Di rumah juga, mereka pun pernah menjadi korban kekerasan dari orang tua. Di sekolah, pengaruh adanya senior dan junior, perpoloncoan yang tidak jarang menjadi budaya di kalangan siswa ‘balas dendam’. Kelompok ‘Genk’, ingin pengakuan, mengikuti kelompok supaya bisa diterima dan diakui,” beber Monareh.

 

Kemudian sebut Monareh, faktor media sosial, kepribadian yang mudah terpengaruh, ikut-ikutan, mencari jati diri, kontrol emosi kurang, kurang pengendalian diri. “Hal inilah yang cenderung mempengaruhi siswa menjadi pelaku bully antar teman,” beber Ketua Ikatan Psikolog Klinis Indonesia Wilayah Sulawesi Utara.

 

Dampak bullying, lanjut Monareh, bisa fisik dan psikis. Fisik bila pukulan, bisa cendera bahkan kematian. Dampak psikisnya, kecemasan, depresi, agrofobia (ketakutan di keramaian), rasa takut, panik, perasaan kesendirian hadapi perlakuan bully tersebut dan bisa sampai bunuh diri. “Dampak psikologis ini tidak jarang berdampak jangka panjang di saat sudah dewasa,” urai Monareh.

Lanjut dikatakan Dosen Luar Biasa di Fakultas Ilmu Psikologi UKIT, pencegahan dan peran orang terdekat yakni orang tua dan guru sangat penting. Melalui membangun konsep diri yang baik terhadap anak. Kemudian memberikan dukungan minat dan bakat. Membantu anak mengekspresikan perasaannya untuk mengatakan tidak bila dilukai, menceritakan ke orang tua dan guru. Bangun rasa empati pada anak. Bila anak menjadi pelaku atau korban, dengarkan kronologis yang sebenarnya. Tidak menyalahkan anak. Tetapi, mengajari anak menghadapi masalah dengan bertanggung jawab.

“Tidak ada anak yang tidak baik. Pengalaman yang tidak baik mempengaruhi perilaku menjadi tidak baik. Peran orang-orang terdekat, orang tua di rumah dan guru di sekolah, dan semua yang terkait baik di tempat ibadah, organisasi remaja sangat penting untuk pencegahan perilaku bullying,” pungkas Monareh. (gre)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Artikel Terbaru