25.4 C
Manado
Selasa, 16 Agustus 2022

Urus Izin Lambat, Warga Ngamuk di PTSP Manado

MANADOPOST.ID–Warga Winangun 1 Kecamatan Malalayang Max Maramis mengamuk di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP), Jumat (28/5) pagi.
Max mengatakan, Izin Usaha Jasa Konstruksi (IUJK) yang diurusi di kantor pelayanan tersebut terbilang lambat.

Menurut Max, kalau dibandingkan dengan di wilayah Tondano, proses pelayanan pengurusan izin di sana lebih cepat dari Pemkot Manado. “Saya hanya mengambil pemenuhan komitmen untuk efektivitas IUJK sampe tiga hari. Bagaimana ini pelayanan disini serba birokrasi,” ungkapnya.

Dia mengatakan, kalau hanya karena (IUJK) ini tidak efektif dan kalah tender pada proyek ratusan juta, maka kantor DPM-PTSP akan dirinya perkarakan sampai ke Polda Sulut. “Kami minta ketegasan dari Kantor DPM-PTSP untuk secepatnya mengeluarkan Izin Usaha Jasa Konstruksi tersebut,” pungkas kader banteng ini.

Melihat Wali Kota Manado Andrei Angouw yang tiba di halaman Kantor Wali Kota pagi, Max Maramis langsung melaporkan ulah para pegawai Dinas Pelayanan Satu Pintu kepada wali kota.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Sontak, wali kota bersama Max Maramis, langsung menuju ruangan pelayanan Satu Pintu sekaligus berbicara dengan salah satu ASN yakni, Honny Kansil yang membidangi pengurusan izin tersebut. “Kita mendaftar lewat online, untuk memperoleh IUJK itu, tapi karena berbelit belit izin itu sampai hari ini belum keluar,” ujar Max.

Setelah itu, wali kota langsung memanggil sejumlah ASN untuk bertemu di ruangan wali kota guna menuntaskan persoalan izin tersebut. (ite)

MANADOPOST.ID–Warga Winangun 1 Kecamatan Malalayang Max Maramis mengamuk di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP), Jumat (28/5) pagi.
Max mengatakan, Izin Usaha Jasa Konstruksi (IUJK) yang diurusi di kantor pelayanan tersebut terbilang lambat.

Menurut Max, kalau dibandingkan dengan di wilayah Tondano, proses pelayanan pengurusan izin di sana lebih cepat dari Pemkot Manado. “Saya hanya mengambil pemenuhan komitmen untuk efektivitas IUJK sampe tiga hari. Bagaimana ini pelayanan disini serba birokrasi,” ungkapnya.

Dia mengatakan, kalau hanya karena (IUJK) ini tidak efektif dan kalah tender pada proyek ratusan juta, maka kantor DPM-PTSP akan dirinya perkarakan sampai ke Polda Sulut. “Kami minta ketegasan dari Kantor DPM-PTSP untuk secepatnya mengeluarkan Izin Usaha Jasa Konstruksi tersebut,” pungkas kader banteng ini.

Melihat Wali Kota Manado Andrei Angouw yang tiba di halaman Kantor Wali Kota pagi, Max Maramis langsung melaporkan ulah para pegawai Dinas Pelayanan Satu Pintu kepada wali kota.

Sontak, wali kota bersama Max Maramis, langsung menuju ruangan pelayanan Satu Pintu sekaligus berbicara dengan salah satu ASN yakni, Honny Kansil yang membidangi pengurusan izin tersebut. “Kita mendaftar lewat online, untuk memperoleh IUJK itu, tapi karena berbelit belit izin itu sampai hari ini belum keluar,” ujar Max.

Setelah itu, wali kota langsung memanggil sejumlah ASN untuk bertemu di ruangan wali kota guna menuntaskan persoalan izin tersebut. (ite)

Most Read

Artikel Terbaru

/