31.4 C
Manado
Jumat, 1 Juli 2022

Hebat! 5 Mahasiswa Ini ‘Sulap’ Kulit Durian Jadi Krim Jerawat 

MANADOPOST.ID – Di tangan mahasiswa Universitas Brawijaya (UB), kulit durian yang sering dibuang begitu saja, kini bisa jadi krim jerawat.

Dilansir dari CNN Indonesia, mahasiswa UB membuat krim anti-jerawat dari kulit durian karena mengandung senyawa antibakteri yang dapat menghambat pertumbuhan jerawat.

Inovasi ini dibuat oleh lima mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (UB). Mereka adalah Nur Khasanah, Putri Ayu, Annindea Erza N, Dzurrotin Qurrota A, dan Dita Rahmaningtyas di bawah bimbingan dosen Zubaidah Ningsih AS.

Nur Khasanah mengatakan kulit durian kaya akan senyawa anti bakteri seperti flavonoid, saponin, tannin, terpenoid, dan alkaloid. Kandungan ini membuat kulit durian lebih efektif mencegah jerawat dibandingkan tea tree oil yang banyak digunakan sebagai bahan krim jerawat ini.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

“Krim anti-jerawat berbahan dasar limbah kulit buah durian ini lebih efektif dengan daya hambat sebesar 18,1 mm dibandingkan produk di pasaran yang mengandung tree tea oil dengan daya hambat 15,8 mm,” kata Nur Khasanah, dikutip dari Antara.

Krim jerawat ini dibuat menggunakan ekstrak kulit buah durian. Pertama, kulit durian dipotong dan dibersihkan. Lalu, dimasukkan ke dalam oven dengan suhu 60°C selama 2×24 jam. Setelah itu, kulit durian dihaluskan, diayak, dan diekstraksi.

Nur Khasanah menyebut krim anti-jerawat berbahan kulit durian ini dibuat menggunakan teknologi nanoemulsi. Teknologi ini mengekstrak kulit durian sehingga memiliki efek hidrasi.

“Teknologi nanoemulsi yang terdiri dari fase minyak dan air dengan ukuran droplet kurang dari 200 nm serta luas permukaan yang besar ini dapat memberikan efek hidrasi, sehingga meningkatkan permeabilitas kulit dalam penetrasi obat dan mengurangi risiko peradangan jerawat,” tutur Nur Khasanah.

MANADOPOST.ID – Di tangan mahasiswa Universitas Brawijaya (UB), kulit durian yang sering dibuang begitu saja, kini bisa jadi krim jerawat.

Dilansir dari CNN Indonesia, mahasiswa UB membuat krim anti-jerawat dari kulit durian karena mengandung senyawa antibakteri yang dapat menghambat pertumbuhan jerawat.

Inovasi ini dibuat oleh lima mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (UB). Mereka adalah Nur Khasanah, Putri Ayu, Annindea Erza N, Dzurrotin Qurrota A, dan Dita Rahmaningtyas di bawah bimbingan dosen Zubaidah Ningsih AS.

Nur Khasanah mengatakan kulit durian kaya akan senyawa anti bakteri seperti flavonoid, saponin, tannin, terpenoid, dan alkaloid. Kandungan ini membuat kulit durian lebih efektif mencegah jerawat dibandingkan tea tree oil yang banyak digunakan sebagai bahan krim jerawat ini.

“Krim anti-jerawat berbahan dasar limbah kulit buah durian ini lebih efektif dengan daya hambat sebesar 18,1 mm dibandingkan produk di pasaran yang mengandung tree tea oil dengan daya hambat 15,8 mm,” kata Nur Khasanah, dikutip dari Antara.

Krim jerawat ini dibuat menggunakan ekstrak kulit buah durian. Pertama, kulit durian dipotong dan dibersihkan. Lalu, dimasukkan ke dalam oven dengan suhu 60°C selama 2×24 jam. Setelah itu, kulit durian dihaluskan, diayak, dan diekstraksi.

Nur Khasanah menyebut krim anti-jerawat berbahan kulit durian ini dibuat menggunakan teknologi nanoemulsi. Teknologi ini mengekstrak kulit durian sehingga memiliki efek hidrasi.

“Teknologi nanoemulsi yang terdiri dari fase minyak dan air dengan ukuran droplet kurang dari 200 nm serta luas permukaan yang besar ini dapat memberikan efek hidrasi, sehingga meningkatkan permeabilitas kulit dalam penetrasi obat dan mengurangi risiko peradangan jerawat,” tutur Nur Khasanah.

Most Read

Artikel Terbaru

/