alexametrics
27.4 C
Manado
Minggu, 22 Mei 2022

Banner Mobile (Anymind)

Lima Syarat Pandemi Covid Menuju Endemi Menurut Ahli

MANADOPOST.ID–Indonesia bertekad untuk menuju transisi dari status pandemi ke arah endemi. Artinya, dalam situasi endemi, kasus Covid-19 yang muncul cenderung statis atau stabil dan tidak menimbulkan lonjakan kasus

Dalam webinar bersama Biodef, yang merupakan brand dari PT Paragon Technology and Innovation, memasuki fase endemi di mana kedepannya kita akan tetap hidup berdampingan dengan Covid-19, banyak perubahan yang harus dilakukan dalam menjalankan perilaku hidup bersih dan sehat. Menerapkan pola hidup bersih sangat penting dalam melindungi keluarga dari berbagai penyebaran kuman, bakteri, dan virus di luar sana.

“Dimulai dari mencuci tangan hingga mandi secara rutin setiap hari dengan sabun berbahan antiseptik alami, dan ini adalah langkah tepat untuk membantu melindungi keluarga dari penularan beragam penyakit,” kata Group Head Personal Care PT Paragon Technology and Innovation Khikin Indahsari secara virtual baru-baru ini.

Ada beberapa hal yang menjadi indikator bahwa Indonesia atau negara lainnya bersiap menuju endemi. Selain jumlah kasus yang terus turun, ada berbagai faktor lainnya.

Ketua Satgas Covid-19 untuk Ikatan Dokter Indonesia, Prof. Zubairi Djoerban, Sp. PD-KHOM FINASIM, memaparkan, terkait dengan adanya perkembangan kondisi dalam penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia yang sudah lebih baik, transisi pandemi menjadi endemi harus dilakukan secara bertahap. Pemerintah telah menyiapkan roadmap untuk menormalisasi aktivitas masyarakat melalui kebijakan-kebijakan dalam pengendalian virus di transisi ini.

“Meskipun Indonesia sudah dalam masa peralihan menuju endemi, namun masyarakat tetap harus menaati protokol kesehatan, tetap waspada dan jangan jemawa karena bisa saja ketika sudah memasuki endemi, tingkat kasus aktif virus Covid-19 ini akan meningkat,” kata Prof Zubairi.

Menurut Prof Zubairi, ada 5 indikator yang menjadi sinyal bahwa Indonesia siap menuju endemi. Apa saja?

Risiko Penularan Rendah

Juru Bicara Pemerintah Untuk Covid-19 Prof Wiku Adisasmito mengatakan tren kasus positif mingguan nasional telah turun selama 7 minggu berturut-turut paska puncak gelombang ketiga. Saat ini, Pemerintah terus menekan angka kasus pada provinsi penyumbang kasus positif terbesar dalam 7 hari terakhir. Yaitu DKI Jakarta (3.895 kasus), Jawa Barat (2.318 kasus), Banten (1.256 kasus), Jawa Tengah (1.227 kasus), dan Jawa Timur (873 kasus).

Positivity Rate Rendah

Per Rabu (13/4) angka positivity rate yakni 1,59 persen dan positivity rate orang mingguan (3- 9 April 2022) di angka 2,37 persen. Angka itu di bawah ambang batas Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yakni 5 persen. Secara sebaran wilayah terdampak masih berada di 34 provinsi dan 510 kabupaten/kota.

Vaksinasi di Atas 70 Persen

Pada perkembangan program vaksinasi, penerima vaksin ke-1 bertambah 55.216 dengan totalnya melebihi 197 juta atau 197.715.552 orang. Sedangkan penerima vaksinasi ke-2 bertambah 170.872 orang dengan totalnya melebihi 161 juta atau tepatnya 161.932.505 orang. Serta vaksinasi ke-3 bertambah 439.525 dengan totalnya melebihi 28 juta atau 28.400.442 orang. Sementara target sasaran vaksinasi berada di angka 208.265.720 orang.

BOR Aman

Tingkat angka keterisian tempat tidur rumah sakit atau BOR nasional turun signifikan dari 40 persen saat puncak ketiga, menjadi sekitar 4 persen saat ini. Namun 5 provinsi angka BOR-nya masih di atas angka nasional. Yakni, Nusa Tenggara Timur, 8,8 persen, DI Yogyakarta, 8,29 persen, Sulawesi Tengah, 7,87 persen, Kalimantan Tengah, 7,71 persen, dan Kalimantan Utara, 7,47 persen.

Kasus Aktif Turun

Data Satgas Covid-19 per Kamis (14/4), kasus aktif atau pasien positif yang membutuhkan perawatan medis, berkurang 1.500 kasus sehingga kumulatifnya 66.475 kasus. Lalu, pasien terkonfirmasi positif (RT-PCR/TCM dan rapid antigen), bertambah 1.551 kasus. Dan kini total mencapai 6.036.909 kasus.

MANADOPOST.ID–Indonesia bertekad untuk menuju transisi dari status pandemi ke arah endemi. Artinya, dalam situasi endemi, kasus Covid-19 yang muncul cenderung statis atau stabil dan tidak menimbulkan lonjakan kasus

Dalam webinar bersama Biodef, yang merupakan brand dari PT Paragon Technology and Innovation, memasuki fase endemi di mana kedepannya kita akan tetap hidup berdampingan dengan Covid-19, banyak perubahan yang harus dilakukan dalam menjalankan perilaku hidup bersih dan sehat. Menerapkan pola hidup bersih sangat penting dalam melindungi keluarga dari berbagai penyebaran kuman, bakteri, dan virus di luar sana.

“Dimulai dari mencuci tangan hingga mandi secara rutin setiap hari dengan sabun berbahan antiseptik alami, dan ini adalah langkah tepat untuk membantu melindungi keluarga dari penularan beragam penyakit,” kata Group Head Personal Care PT Paragon Technology and Innovation Khikin Indahsari secara virtual baru-baru ini.

Ada beberapa hal yang menjadi indikator bahwa Indonesia atau negara lainnya bersiap menuju endemi. Selain jumlah kasus yang terus turun, ada berbagai faktor lainnya.

Ketua Satgas Covid-19 untuk Ikatan Dokter Indonesia, Prof. Zubairi Djoerban, Sp. PD-KHOM FINASIM, memaparkan, terkait dengan adanya perkembangan kondisi dalam penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia yang sudah lebih baik, transisi pandemi menjadi endemi harus dilakukan secara bertahap. Pemerintah telah menyiapkan roadmap untuk menormalisasi aktivitas masyarakat melalui kebijakan-kebijakan dalam pengendalian virus di transisi ini.

“Meskipun Indonesia sudah dalam masa peralihan menuju endemi, namun masyarakat tetap harus menaati protokol kesehatan, tetap waspada dan jangan jemawa karena bisa saja ketika sudah memasuki endemi, tingkat kasus aktif virus Covid-19 ini akan meningkat,” kata Prof Zubairi.

Menurut Prof Zubairi, ada 5 indikator yang menjadi sinyal bahwa Indonesia siap menuju endemi. Apa saja?

Risiko Penularan Rendah

Juru Bicara Pemerintah Untuk Covid-19 Prof Wiku Adisasmito mengatakan tren kasus positif mingguan nasional telah turun selama 7 minggu berturut-turut paska puncak gelombang ketiga. Saat ini, Pemerintah terus menekan angka kasus pada provinsi penyumbang kasus positif terbesar dalam 7 hari terakhir. Yaitu DKI Jakarta (3.895 kasus), Jawa Barat (2.318 kasus), Banten (1.256 kasus), Jawa Tengah (1.227 kasus), dan Jawa Timur (873 kasus).

Positivity Rate Rendah

Per Rabu (13/4) angka positivity rate yakni 1,59 persen dan positivity rate orang mingguan (3- 9 April 2022) di angka 2,37 persen. Angka itu di bawah ambang batas Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yakni 5 persen. Secara sebaran wilayah terdampak masih berada di 34 provinsi dan 510 kabupaten/kota.

Vaksinasi di Atas 70 Persen

Pada perkembangan program vaksinasi, penerima vaksin ke-1 bertambah 55.216 dengan totalnya melebihi 197 juta atau 197.715.552 orang. Sedangkan penerima vaksinasi ke-2 bertambah 170.872 orang dengan totalnya melebihi 161 juta atau tepatnya 161.932.505 orang. Serta vaksinasi ke-3 bertambah 439.525 dengan totalnya melebihi 28 juta atau 28.400.442 orang. Sementara target sasaran vaksinasi berada di angka 208.265.720 orang.

BOR Aman

Tingkat angka keterisian tempat tidur rumah sakit atau BOR nasional turun signifikan dari 40 persen saat puncak ketiga, menjadi sekitar 4 persen saat ini. Namun 5 provinsi angka BOR-nya masih di atas angka nasional. Yakni, Nusa Tenggara Timur, 8,8 persen, DI Yogyakarta, 8,29 persen, Sulawesi Tengah, 7,87 persen, Kalimantan Tengah, 7,71 persen, dan Kalimantan Utara, 7,47 persen.

Kasus Aktif Turun

Data Satgas Covid-19 per Kamis (14/4), kasus aktif atau pasien positif yang membutuhkan perawatan medis, berkurang 1.500 kasus sehingga kumulatifnya 66.475 kasus. Lalu, pasien terkonfirmasi positif (RT-PCR/TCM dan rapid antigen), bertambah 1.551 kasus. Dan kini total mencapai 6.036.909 kasus.

Most Read

Artikel Terbaru

/