24.4 C
Manado
Senin, 15 Agustus 2022

Hati-hati, Ini Perbedaan Sakit Kepala Karena Covid dengan Sakit Kepala Biasa

MANADOPOST.ID–Sakit kepala bisa menjadi salah satu gejala beberapa penyakit. Menurut penelitian, sakit kepala juga bisa menjadi salah satu tanda Covid-19.

Data dari ZOE COVID Symptom Study menunjukkan bahwa sakit kepala bisa menjadi gejala awal Covid-19 yang lebih umum seperti batuk. Sakit kepala saat kena Covid-19 merupakan akibat langsung dari penyakit yang mempengaruhi otak.

Namun, memang, tak semua sakit kepala menjadi gejala Covid-19. Sakit kepala juga bisa disebabkan karena dehidrasi atau kelaparan karena tidak cukup mengonsumsi cairan atau makanan.

Sakit kepala adalah keluhan kesehatan yang umum. Menurut National Headache Foundation, mereka mungkin juga merupakan hasil dari berbagai faktor, termasuk alergi, ketegangan mata, hingga minum alkohol.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Lalu apa bedanya sakit kepala karena Covid-19 dengan sakit kepala biasa?

Dilansir dari Medical News Today, Rabu (18/8), sakit kepala ini mungkin terasa seperti sensasi berdenyut atau menusuk di kepala. Sakit kepala ini mungkin berlangsung beberapa hari dan hilang dengan sendirinya atau memerlukan perawatan.

Para peneliti menjelaskan sakit kepala karena Covid-19 bisa disebabkan oleh karena pasien mengalami kelelahan dan kehilangan penciuman. Selain sakit kepala, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), gejala Covid-19 yang paling umum adalah demam, batuk kering, dan kelelahan. Lalu juga diare hingga kehilangan bau dan rasa.

Seperti apa sakit kepala akibat Covid-19?

Ada banyak jenis sakit kepala, dan dapat berkisar dari ringan hingga parah. Sakit kepala biasanya menyebabkan rasa sakit di kepala, yang dapat terjadi di lokasi berbeda.

Ada beberapa bukti bahwa Covid-19 menyebabkan sakit kepala dengan karakteristik tertentu. Sebuah studi dalam The Journal of Headache and Pain dari 3.458 peserta menunjukkan bahwa Covid-19 dapat menyebabkan rasa sakit berdenyut, menekan, atau menusuk sedang hingga berat di kedua sisi kepala.

Studi yang sama juga menemukan bahwa sakit kepala Covid-19 lebih mungkin terjadi pada orang yang mengalami masalah pencernaan dan kehilangan rasa atau bau. Sakit kepala ini dapat berlangsung selama lebih dari 3 hari dan lebih cenderung mempengaruhi laki-laki daripada perempuan, menurut penelitian.

Beberapa orang yang juga telah pulih dari Covid-19 bisa juga sakit kepala. Orang dengan kondisi pasca-Covid dapat mengalami sakit kepala yang menetap setelah gejala lain membaik. Orang lain akan mengalami sakit kepala dengan gejala lain selama lebih dari 4 minggu.(Jawapos)

MANADOPOST.ID–Sakit kepala bisa menjadi salah satu gejala beberapa penyakit. Menurut penelitian, sakit kepala juga bisa menjadi salah satu tanda Covid-19.

Data dari ZOE COVID Symptom Study menunjukkan bahwa sakit kepala bisa menjadi gejala awal Covid-19 yang lebih umum seperti batuk. Sakit kepala saat kena Covid-19 merupakan akibat langsung dari penyakit yang mempengaruhi otak.

Namun, memang, tak semua sakit kepala menjadi gejala Covid-19. Sakit kepala juga bisa disebabkan karena dehidrasi atau kelaparan karena tidak cukup mengonsumsi cairan atau makanan.

Sakit kepala adalah keluhan kesehatan yang umum. Menurut National Headache Foundation, mereka mungkin juga merupakan hasil dari berbagai faktor, termasuk alergi, ketegangan mata, hingga minum alkohol.

Lalu apa bedanya sakit kepala karena Covid-19 dengan sakit kepala biasa?

Dilansir dari Medical News Today, Rabu (18/8), sakit kepala ini mungkin terasa seperti sensasi berdenyut atau menusuk di kepala. Sakit kepala ini mungkin berlangsung beberapa hari dan hilang dengan sendirinya atau memerlukan perawatan.

Para peneliti menjelaskan sakit kepala karena Covid-19 bisa disebabkan oleh karena pasien mengalami kelelahan dan kehilangan penciuman. Selain sakit kepala, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), gejala Covid-19 yang paling umum adalah demam, batuk kering, dan kelelahan. Lalu juga diare hingga kehilangan bau dan rasa.

Seperti apa sakit kepala akibat Covid-19?

Ada banyak jenis sakit kepala, dan dapat berkisar dari ringan hingga parah. Sakit kepala biasanya menyebabkan rasa sakit di kepala, yang dapat terjadi di lokasi berbeda.

Ada beberapa bukti bahwa Covid-19 menyebabkan sakit kepala dengan karakteristik tertentu. Sebuah studi dalam The Journal of Headache and Pain dari 3.458 peserta menunjukkan bahwa Covid-19 dapat menyebabkan rasa sakit berdenyut, menekan, atau menusuk sedang hingga berat di kedua sisi kepala.

Studi yang sama juga menemukan bahwa sakit kepala Covid-19 lebih mungkin terjadi pada orang yang mengalami masalah pencernaan dan kehilangan rasa atau bau. Sakit kepala ini dapat berlangsung selama lebih dari 3 hari dan lebih cenderung mempengaruhi laki-laki daripada perempuan, menurut penelitian.

Beberapa orang yang juga telah pulih dari Covid-19 bisa juga sakit kepala. Orang dengan kondisi pasca-Covid dapat mengalami sakit kepala yang menetap setelah gejala lain membaik. Orang lain akan mengalami sakit kepala dengan gejala lain selama lebih dari 4 minggu.(Jawapos)

Most Read

Artikel Terbaru

/