25.4 C
Manado
Rabu, 29 Juni 2022

Banner Mobile (Anymind)

WASPADA! Omicron Varian BA.4 dan BA.5 Disebut Mirip Delta, Serang Paru-paru

- Advertisement -

MANADOPOST.ID–Sejumlah ahli menyebutkan subvarian terbaru Omicron yakni BA.4 dan BA.5 memiliki karakter yang mirip dengan varian Delta. Hal itu membuat subvarian tersebut kemungkinan besar menargetkan menyerang paru-paru.

Menurut data awal dari Kei Sato di Universitas Tokyo dan rekan, BA.4, BA.5, dan BA.2.12.1 mungkin telah berevolusi untuk menyerang infeksi sel paru-paru dibanding jaringan saluran pernapasan bagian atas. Hal itu membuatnya lebih mirip dengan varian sebelumnya seperti Alpha dan Delta.

Kecenderungan varian Omicron sebelumnya untuk lebih memilih menginfeksi jaringan non-paru mungkin menjadi salah satu alasan infeksi cenderung lebih ringan pada kebanyakan orang. Namun, kedua subvarian ini diyakini lebih menular.

“Secara keseluruhan, penyelidikan kami menunjukkan bahwa risiko varian Omicron, terutama BA.4 dan BA.5, terhadap kesehatan global berpotensi lebih besar daripada BA.2 asli,” kata Sato.

- Advertisement -

Eksperimen Profesor Sato menunjukkan bahwa BA.4, BA.5 dan BA.2.12.1 mereplikasi lebih efisien dalam sel paru-paru manusia daripada BA.2. Dan eksperimen lebih lanjut pada hamster menunjukkan bahwa BA.4 dan BA.5 dapat menyebabkan penyakit yang lebih parah.

“Sepertinya hal-hal ini beralih kembali ke bentuk infeksi yang lebih berbahaya, jadi turun ke paru-paru,” kata ahli virologi di University of Leeds dr. Stephen Griffin.

Kasus di Inggris

Penerimaan rumah sakit untuk pasien Covid di Inggris mulai kembali naik berdasar data NHS. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menyelidiki dua subvarian Omicron sejak April untuk menilai apakah mereka lebih menular atau berbahaya daripada pendahulunya. Baik BA.4 dan BA.5 telah ditambahkan ke daftar pemantauan badan tersebut.

Pekan lalu, angka baru menunjukkan bahwa infeksi Covid-19 di Inggris meningkat 43 persen dalam seminggu setelah perayaan Yubileum Platinum, dengan dua subvarian baru diyakini berada di balik peningkatan yang mendadak.

Selain itu, sekitar 1,4 juta orang di Inggris mengidap virus Korona pada akhir pekan 11 Juni 2022, naik dari sekitar 990.000 pada pekan sebelumnya.9Jawapos)

MANADOPOST.ID–Sejumlah ahli menyebutkan subvarian terbaru Omicron yakni BA.4 dan BA.5 memiliki karakter yang mirip dengan varian Delta. Hal itu membuat subvarian tersebut kemungkinan besar menargetkan menyerang paru-paru.

Menurut data awal dari Kei Sato di Universitas Tokyo dan rekan, BA.4, BA.5, dan BA.2.12.1 mungkin telah berevolusi untuk menyerang infeksi sel paru-paru dibanding jaringan saluran pernapasan bagian atas. Hal itu membuatnya lebih mirip dengan varian sebelumnya seperti Alpha dan Delta.

Kecenderungan varian Omicron sebelumnya untuk lebih memilih menginfeksi jaringan non-paru mungkin menjadi salah satu alasan infeksi cenderung lebih ringan pada kebanyakan orang. Namun, kedua subvarian ini diyakini lebih menular.

“Secara keseluruhan, penyelidikan kami menunjukkan bahwa risiko varian Omicron, terutama BA.4 dan BA.5, terhadap kesehatan global berpotensi lebih besar daripada BA.2 asli,” kata Sato.

Eksperimen Profesor Sato menunjukkan bahwa BA.4, BA.5 dan BA.2.12.1 mereplikasi lebih efisien dalam sel paru-paru manusia daripada BA.2. Dan eksperimen lebih lanjut pada hamster menunjukkan bahwa BA.4 dan BA.5 dapat menyebabkan penyakit yang lebih parah.

“Sepertinya hal-hal ini beralih kembali ke bentuk infeksi yang lebih berbahaya, jadi turun ke paru-paru,” kata ahli virologi di University of Leeds dr. Stephen Griffin.

Kasus di Inggris

Penerimaan rumah sakit untuk pasien Covid di Inggris mulai kembali naik berdasar data NHS. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menyelidiki dua subvarian Omicron sejak April untuk menilai apakah mereka lebih menular atau berbahaya daripada pendahulunya. Baik BA.4 dan BA.5 telah ditambahkan ke daftar pemantauan badan tersebut.

Pekan lalu, angka baru menunjukkan bahwa infeksi Covid-19 di Inggris meningkat 43 persen dalam seminggu setelah perayaan Yubileum Platinum, dengan dua subvarian baru diyakini berada di balik peningkatan yang mendadak.

Selain itu, sekitar 1,4 juta orang di Inggris mengidap virus Korona pada akhir pekan 11 Juni 2022, naik dari sekitar 990.000 pada pekan sebelumnya.9Jawapos)

Most Read

Artikel Terbaru

/