28.4 C
Manado
Jumat, 30 Juli 2021

Ini Hal-hal yang Harus Dilakukan saat Isolasi Mandiri di Rumah

MANADOPOST.ID- Jika harus melakukan isolasi mandiri (isoman) atau home treatment Covid-19 di rumah, apa saja yang perlu dilakukan? Dari sisi aktivitas fisik, pasien bisa memulainya dengan rutin membuka jendela kamar. Tujuannya adalah agar cahaya matahari masuk. Selain itu, membuka jendela kamar baik untuk sirkulasi udara.

Dr dr Erlina Burhan SpPK MSc PhD juga menganjurkan berjemur rutin pada pagi hari. Yakni, pukul 10.00 sampai 13.00. Tidak perlu terlalu lama. Cukup 10–15 menit saja. Mereka yang mengidap Covid-19 wajib mengenakan masker saat ketemu dengan anggota keluarga atau teman di dalam rumah.

Saat isoman, jangan sampai melupakan olahraga ringan secara rutin. Paling tidak sebanyak 3–5 kali seminggu. Rajin mencuci tangan dan mengonsumsi makanan bergizi seimbang adalah kewajiban. ”Nggak usah pakai acara diet-dietan juga ya,’’ ujarnya.

Selain itu, pisahkan pakaian kotor dengan baju-baju kotor milik keluarga yang lain. Kamar juga wajib dibersihkan setiap hari. ”Cuci alat makan sendiri, tidur di kamar terpisah, dan periksa suhu tubuh serta saturasi oksigen setiap pagi dan malam,’’ tegas dokter yang bertugas di RSUP Persahabatan Jakarta itu.

Dari sisi obat atau suplemen yang dikonsumsi, beberapa hal perlu diperhatikan. Menurut dia, jika tak ada gejala, yang perlu dikonsumsi adalah vitamin. Tepatnya, vitamin C dan D. Pasien dengan penyakit penyerta juga harus melanjutkan minum obat sesuai kondisinya.

Antivirus yang biasanya diberikan kepada pasien bergejala, termasuk bergejala ringan, hanya bisa diberikan dengan resep dokter. Obat-obatan yang diminum juga harus sesuai kondisi. ”Misalnya, ada gejala demam, boleh minum parasetamol,’’ jelasnya. Dia menekankan agar pasien segera ke faskes jika suhu tubuh di atas 38 derajat Celcius dan timbul gejala lain.

Menjaga kesehatan itu penting, tapi menjaga kewarasan juga esensial. Karena itu, Erlina menyarankan semua orang untuk juga memikirkan asupan rohani. Banyak berdoa, salah satunya. Selain itu, lebih banyak berkomunikasi dengan keluarga atau kerabat secara daring.

Menyaring berita-berita yang berseliweran di media sosial (medsos) juga penting. ”Banyak lakukan me time. Bisa dengan baca buku, menulis jurnal, tidur, atau melakukan hobi-hobi lain selama sesuai prokes,’’ tambahnya.

Penanggulangan Covid-19 juga memerlukan penanganan dari hulu hingga ke hilir. Yang sering diabaikan adalah limbah masker. Seiring lonjakan kasus dan banyaknya pasien yang isoman, masing-masing keluarga perlu punya kebijakan untuk mengelola limbah masker. Apalagi, masker medis bekas pasien itu termasuk infeksius.

Jangan sampai home treatment justru membahayakan petugas kebersihan di lingkungan tempat tinggal. Demikian pesan dr Lia Partakusuma dari Sub Bidang Penanganan Limbah Medis Satgas Covid-19.

”Limbah masker digunting menjadi dua bagian sebelum dibuang,’’ tegasnya. Tali maskernya pun harus dipotong. Setelah itu, limbah masker disemprot disinfektan. Langkah selanjutnya adalah memasukkannya ke dalam wadah, bisa berupa amplop atau kantong plastik daur ulang yang ditutup rapat.

Memotong masker bertujuan agar limbah itu tidak disalahgunakan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Wadah yang digunakan untuk membuang limbah masker juga sebaiknya ditandai. Bisa dengan tulisan yang menyebutkan bahwa wadah itu berisi sampah infeksius. (jawapos)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Artikel Terbaru