32 C
Manado
Sabtu, 31 Oktober 2020

Aturan Bersepeda Makin Ketat, Ada Sanksinya

MANADOPOST.ID—Ada informasi penting untuk para goweser di Sulawesi Utara (Sulut). Belakangan tren bersepeda marak. Agar tertib, maka Kementerian Perhubungan mengeluarkan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 59 Tahun 2020 Tentang Keselamatan Pesepeda di Jalan pada 14 Agustus lalu. Kemenhub rutin untuk melakukan sosialisasi.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Budi Setiyadi menyatakan bahwa aturan ini salah satunya mengatur persyaratan teknis sepeda. Ada tujuh jenis persyaratan keselamatan yang harus dipenuhi pesepeda saat di jalan. Budi merincikan tujuh syarat itu adalah spakbor, bel, sistem ren, lampu,alat pemantul cahaya berwarna merah, alat pemantul cahaya roda berwarna putih atau kuning, serta pedal.

Dalam PM 59/2020 disebutkan bahwa penggunaan spakbor dikecualikan untuk jenis sepeda balap, sepeda gunung, dan  beberapa jenis sepeda lain. Untuk penggunaan lampu dan alat pemantul cahaya juga disebutkan harus dipasang pada malam hari dan dalam kondisi jarak pandang terbatas.

”Saat berkendara di jalan terutama malam hari para pesepeda harus menyalakan lampu dan menggunakan pakaian maupun atribut yang memantulkan cahaya serta menggunakan helm,” ujar Budi. Selain itu harus menggunakan alas kaki atau sepatu. Pengguna diwajibkan memahami dan mematuhi tata cara berlalu lintas.

”Kami berharap pada pengelola gedung, sekolah, kantor, dapat menyediakan tempat parkir sepeda,” tutur Budi. Dari sini diharapkan ada perubahan masyarakat untuk mobilitas. Selain itu, dijabarkan juga dalam regulasi ini jika parkir umum untuk sepeda harus disediakan oleh setiap penyelenggara fasilitas umum seperti simpul transportasi, gedung perkantoran, pusat perbelanjaan, sekolah, dan tempat ibadah.

Dalam aturan tersebut, pemerintah daerah juga bisa berperan. Pemda dapat menentukan jenis dan kegunaan sepeda sesuai dengan karakter dan kebutuhan di daerah ya.

Lebih lanjut Budi menjelaskan, salah satu ketentuan utama yang diatur oleh pemerintah ialah terkait persyaratan teknis sepeda. Dalam ketentuan itu, Kemenhub membagi jenis pengguna sepeda ke dalam dua kelompok, yakni untuk kepentingan umum dan kepentingan olahraga.

Kedua jenis pesepeda tersebut diwajibkan untuk menggunakan spakbor, rem, bel, lampu, hingga alat pemantul cahaya atau reflektor. Namun, penggunaan helm hanya diharuskan bagi pengguna sepeda untuk kepentingan olahraga.

“Untuk penggunaan sepeda olahraga, itu juga ada persyaratan teknisnya, di mana bagi penggunanya harus menggunakan helm. Kalau untuk kepentingan umum tidak meggunakan helm tidak apa-apa,” tutur Budi.

Selain mengatur teknis sepeda, Kemenhub juga mencantumkan aturan mengenai fasilitas pendukung dan fasilitas parkir umum dalam PM 59 Tahun 2020. Melalui ketentuan-ketentuan itu, Budi berharap pemerintah daerah ataupun pihak lainnya dapat membantu menciptakan infrastruktur pendukung, sehingga pengguna sepeda dapat terfasilitasi dengan baik.

“Kita sangat berharap kepada pengelola gedung, sekolah-sekolah, dan kantor-kantor, dengan telah terbitnya Peraturan Menteri Perhubungan ini kita harapkan adanya tempat parkir bagi sepeda di masing-masing kantor atau di masing-masing sekolah,” ucapnya.

Budi juga mengatakan, sanksi bagi pelanggar aturan pesepeda akan diatur sesuai wilayah. Dengan demikian, sanksi bagi pelanggar Permenhub Nomor 59 Tahun 2020 akan dikeluarkan oleh tiap pemimpin daerah masing-masing wilayah, melalui peraturan daerah (Perda). “Sanksi dari Perda yang nanti akan dibuat oleh masing-masing daerah,” tandas.(gnr)

KETENTUAN BERSEPEDA:

 

  1. LARANGAN SESUAI BAB II PASAL 8:

 

  1. Dengan sengaja membiarkan sepeda ditarik oleh kendaraan bermotor dengan kecepatan yang membahayakan keselamatan.
  2. Mengangkut penumpang, kecuali sepeda dilengkapi dengan tempat duduk penumpang di bagian belakang sepeda.
  3. Menggunakan atau mengoperasikan perangkat elektronik saat berkendara.
  4. Menggunakan payung saat berkendara.
  5. Berdampingan dengan kendaraan lain.
  6. Berkendara dengan berjajar lebih dari 2 sepeda.

 

  1. KETENTUAN SESUAI PASAL 6:

 

– Pada kondisi malam hari, pesepeda menyalakan lampu dan menggunakan pakaian dan/atau atribut yang dapat memantulkan cahaya.

– Menggunakan alas kaki.

– Mengikuti ketentuan perintah dan larangan khusus sepeda.

– Menggunakan sepeda secara tertub dengan memerhatikan keselamatan pengguna jalan lain.

– Memberikan prioritas pada pejalan kaki.

– Menjaga jarak aman dari pengguna jalan lain.

– Membawa sepeda dengan penuh konsentrasi.

– Pesepeda juga dapat menggunakan alat pelindung diri berupa helm.

SEPEDA YANG BEROPERASI HARUS PENUHI SYARAT:

– Spakbor

– Bel

– Sistem rem

– Lampu

– Alat pemantul cahaya berwarna merah

– Alat pemantul cahaya

– Roda berwarna putih atau kuning

– Pedal

*Sumber: Permenhub 59 tahun 2020

-

Artikel Terbaru

152 CPNS Bolsel Gagal

MANADOPOST.ID---Usai melalui proses yang panjang,  akhirnya hasil Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB)  Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kabupaten Bolsel diumumkan.

Bendungan Kuwil Capai 75 Persen, Selesai Pertengahan 2021

MANADOPOST.ID—Salah satu bendungan yang bakal memberikan efek positif masyarakat Sulut khususnya Kota Manado selesai tahun depan.  Hal itu disampaikan Gubernur berstatus cuti Olly Dondokambey, kepada para pakar intelektual Sulut di Hotel Grand Puri Manado.

Wabup Sangihe: Olly-Steven Lanjutkan Periode Kedua

MANADOPOST.ID—Wakil Bupati Kepulauan Sangihe Helmud Hontong menyampaikan dukungan terbuka kepada pasangan Olly Dondokambey-Steven Kandouw pada Pilkada 9 Desember 2020.

Kawanua Prediksi Donald Trump Menang Lagi

MANADOPOST.ID—Pemilihan Presiden Amerika Serikat (AS), ikut mendapat perhatian warga Sulawesi Utara (Sulut), yang saat ini bermukim di negeri Paman Sam.

KPK Bisa Ambil Alih Kasus

MANADOPOST.ID—Kasus-kasus yang mandek di lingkungan Polri dan Kejaksaan bisa diambil alih oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia.