26.4 C
Manado
Sabtu, 13 Agustus 2022

Terkait Promo Miras Pakai Nama Muhammad dan Maria, Berikut Pernyataan Manajemen Holywings Indonesia

MANADOPOST.ID – Holywings kembali berhadapan dengan masalah hukum. Restoran dan bar ini bikin heboh lewat promosi minuman keras (miras) yang memakai nama Muhammad dan Maria.

Sontak promosi itu menuai kecaman di berbagai cabang Holywings se-Indonesia. Di Manado, Ormas adat Laskar Manguni Indonesia (LMI) Sulawesi Utara (Sulut) mendatangi cabang yang berada di kawasan Megamas, Sabtu malam (25/6).

Dalam orasinya, Ketua Umum LMI Tonaas Wangko Hanny Pantouw meminta seluruh manajemen Holywings untuk meminta maaf secara terbuka. Ini karena telah melakukan pelecehan dan penghinaan terhadap umat Islam dan juga Katolik.

Karena menggemanya protes dari berbagai pihak, manajemen Holywings pun buka suara. Holywings menyampaikan permintaan maaf secara terbuka melalui akun Instagram resminya.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

“Holywings minta maaf,” tulis pihak manajemen di kalimat pembuka. Mereka memohon doa serta dukungan dari masyarakat Indonesia agar masalah yang terjadi bisa segera diselesaikan sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku.

“Ini demi keberlangsungan lebih dari 3 ribu karyawan di Holywings Indonesia ebserta dengan keluarga mereka yang bergantung pada perusahaan ini,” ungkap Holywings Group.

Diketahui saat ini 6 oknum yang bertanggung jawab terkait promosi miras tersebut telah ditahan dan menjalani proses hukum. “Kami pastikan akan tetap memantau perkembangan kasus ini, menindak tegas dan tidak akan pernah lepas tangan,” lanjut dari pernyataan itu.

Di akhir tulisan, Holywings pun berjanji akan menjadi lebih baik. (tkg)

MANADOPOST.ID – Holywings kembali berhadapan dengan masalah hukum. Restoran dan bar ini bikin heboh lewat promosi minuman keras (miras) yang memakai nama Muhammad dan Maria.

Sontak promosi itu menuai kecaman di berbagai cabang Holywings se-Indonesia. Di Manado, Ormas adat Laskar Manguni Indonesia (LMI) Sulawesi Utara (Sulut) mendatangi cabang yang berada di kawasan Megamas, Sabtu malam (25/6).

Dalam orasinya, Ketua Umum LMI Tonaas Wangko Hanny Pantouw meminta seluruh manajemen Holywings untuk meminta maaf secara terbuka. Ini karena telah melakukan pelecehan dan penghinaan terhadap umat Islam dan juga Katolik.

Karena menggemanya protes dari berbagai pihak, manajemen Holywings pun buka suara. Holywings menyampaikan permintaan maaf secara terbuka melalui akun Instagram resminya.

“Holywings minta maaf,” tulis pihak manajemen di kalimat pembuka. Mereka memohon doa serta dukungan dari masyarakat Indonesia agar masalah yang terjadi bisa segera diselesaikan sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku.

“Ini demi keberlangsungan lebih dari 3 ribu karyawan di Holywings Indonesia ebserta dengan keluarga mereka yang bergantung pada perusahaan ini,” ungkap Holywings Group.

Diketahui saat ini 6 oknum yang bertanggung jawab terkait promosi miras tersebut telah ditahan dan menjalani proses hukum. “Kami pastikan akan tetap memantau perkembangan kasus ini, menindak tegas dan tidak akan pernah lepas tangan,” lanjut dari pernyataan itu.

Di akhir tulisan, Holywings pun berjanji akan menjadi lebih baik. (tkg)

Most Read

Artikel Terbaru

/