alexametrics
27.4 C
Manado
Minggu, 22 Mei 2022

Banner Mobile (Anymind)

Tak Sempat Lihat Super Blood Moon? Catat, November Ada Gerhana Bulan Lain

MANADOPOST.ID— Fenomena gerhana bulan total atau Super Blood Moon terlihat di langit Kota Manado, Rabu (26/5). Puncak gerhana terjadi pukul 19.18 Wita dengan durasi 14 menit 30 detik.

Fenomena alam ini merupakan momen langka, karena juga bertepatan dengan Hari Raya Waisak 2565 BE. Dilansir JawaPos.com, Peneliti Pusat Sains Antariksa (Pusainsa) Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Emmanuel Sungging mengatakan bahwa fenomena alam yang terjadi bersamaan dengan Hari Raya Waisak terjadi dalam siklus 195 tahun sekali.

“Gerhana bulan 26 Mei 2021 ini disebut sebagai siklus gerhana Bulan Saros seri 121, untuk dua siklus saros berturut-turut, fenomena bulan super merah yang bersamaan dengan Waisak, dapat berulang setiap 195 tahun. Jadi fenomena ini akan terjadi kembali 10 Mei 2199, 21 Mei 2217, dan 16 Mei 2394,” jelas dia, Rabu (26/5).

Namun, tidak perlu khawatir. Bagi masyarakat yang ketinggalan menyaksikan super blood moon secara langsung kemarin malam, di bulan November mendatang akan ada lagi. Akan tetapi, gerhana bulan biasa. ”Ada fenomena gerhana bulan lain, di bulan November,” ujarnya.

Untuk detilnya, pihaknya akan meluncurkan kalender astronomi sebelum fenomena tersebut datang. “Nanti detilnya biasa kami siapin kalau udah deket-deket sih,” ujarnya.(jpc)

MANADOPOST.ID— Fenomena gerhana bulan total atau Super Blood Moon terlihat di langit Kota Manado, Rabu (26/5). Puncak gerhana terjadi pukul 19.18 Wita dengan durasi 14 menit 30 detik.

Fenomena alam ini merupakan momen langka, karena juga bertepatan dengan Hari Raya Waisak 2565 BE. Dilansir JawaPos.com, Peneliti Pusat Sains Antariksa (Pusainsa) Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Emmanuel Sungging mengatakan bahwa fenomena alam yang terjadi bersamaan dengan Hari Raya Waisak terjadi dalam siklus 195 tahun sekali.

“Gerhana bulan 26 Mei 2021 ini disebut sebagai siklus gerhana Bulan Saros seri 121, untuk dua siklus saros berturut-turut, fenomena bulan super merah yang bersamaan dengan Waisak, dapat berulang setiap 195 tahun. Jadi fenomena ini akan terjadi kembali 10 Mei 2199, 21 Mei 2217, dan 16 Mei 2394,” jelas dia, Rabu (26/5).

Namun, tidak perlu khawatir. Bagi masyarakat yang ketinggalan menyaksikan super blood moon secara langsung kemarin malam, di bulan November mendatang akan ada lagi. Akan tetapi, gerhana bulan biasa. ”Ada fenomena gerhana bulan lain, di bulan November,” ujarnya.

Untuk detilnya, pihaknya akan meluncurkan kalender astronomi sebelum fenomena tersebut datang. “Nanti detilnya biasa kami siapin kalau udah deket-deket sih,” ujarnya.(jpc)

Most Read

Artikel Terbaru

/