Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Amazon Perintahkan Perplexity AI Hentikan Fitur Belanja Otomatis "Comet"

Prisilia Rumengan • Rabu, 5 November 2025 | 16:07 WIB

Perplexity is a customer of Amazon’s cloud unit
Perplexity is a customer of Amazon’s cloud unit

MANADOPOST.ID- Dunia teknologi kembali dihebohkan setelah Amazon secara resmi mengirim surat perintah penghentian kepada perusahaan AI, Perplexity.

Langkah ini diambil karena fitur baru Perplexity bernama Comet diduga melanggar kebijakan transaksi Amazon.

Menurut laporan dari Gadgets360, fitur Comet dapat melakukan pembelian otomatis atas nama pengguna menggunakan data akun mereka.

Fitur tersebut menggunakan sistem kecerdasan buatan yang mampu membaca preferensi belanja pengguna secara real-time.

Amazon menyebut bahwa penggunaan data tanpa izin langsung dari pengguna melanggar aturan keamanan platformnya.

Selain itu, fitur ini juga dinilai bisa menimbulkan risiko besar terhadap privasi dan potensi penipuan digital.

Pihak Amazon menegaskan bahwa mereka tidak memberikan izin API untuk fungsi pembelian otomatis pihak ketiga.

Perplexity AI, di sisi lain, mengklaim bahwa fitur Comet hanya bersifat eksperimental dan masih dalam tahap pengujian terbatas.

Namun, banyak pengguna melaporkan bahwa sistem Comet sempat melakukan transaksi tanpa konfirmasi terlebih dahulu.

Hal itu membuat Amazon segera menurunkan akses API dari server Perplexity hingga investigasi selesai.

Baca Juga: OpenAI Rilis Aplikasi Sora di Android, Kini Bisa Bikin Video Langsung dari Teks

Menurut analis industri, kasus ini menjadi peringatan bahwa inovasi AI harus tetap mematuhi batas regulasi yang berlaku.

Amazon juga mengingatkan bahwa seluruh aktivitas otomatis yang melibatkan keuangan harus melalui otentikasi berlapis.

Perplexity berjanji akan memperbaiki fitur tersebut agar sesuai dengan standar keamanan e-commerce global.

Fitur Comet sebenarnya dirancang untuk membantu pengguna berbelanja lebih cepat dan efisien.

Namun tanpa sistem verifikasi yang kuat, teknologi tersebut justru dapat disalahgunakan oleh pihak tak bertanggung jawab.

Banyak pakar menilai, konflik antara Amazon dan Perplexity ini akan menjadi studi penting tentang etika AI komersial.

Amazon hingga kini belum mengumumkan apakah akan mengambil tindakan hukum lebih lanjut terhadap Perplexity.

Sementara itu, komunitas teknologi mulai memperdebatkan batas aman otomatisasi dalam transaksi digital.

Kasus ini sekaligus menjadi pengingat bahwa kecerdasan buatan tidak bisa dibiarkan beroperasi tanpa kendali manusia.

Dunia kini menantikan langkah Perplexity selanjutnya untuk menanggapi peringatan keras dari raksasa e-commerce tersebut. (AR)

Editor : Prisilia Rumengan
#Perplexity #Teknologi #privasi #AI #ecommerce #Amazon