Jagosatu.com
Naik kereta api memang dikenal lebih nyaman dibanding moda transportasi lain.
Tapi, tahukah kamu kalau kenyamanan itu bukan cuma karena kursinya empuk atau gerbongnya bersih?
Menurut PT Kereta Api Indonesia (KAI), kenyamanan perjalanan justru berawal dari perilaku para penumpangnya.
Dilansir dari Liputan6, KAI mencatat telah melayani sekitar 41,4 juta pelanggan dalam sembilan bulan pertama tahun 2025.
Jumlah itu membuktikan kalau kereta api masih menjadi pilihan favorit masyarakat Indonesia untuk bepergian.
Namun, seiring meningkatnya jumlah penumpang, menjaga kenyamanan bersama jadi semakin penting.
Vice President Public Relations KAI, Anne Purba, mengatakan bahwa rasa saling menghormati adalah kunci utama suasana perjalanan yang menyenangkan.
Ia menegaskan bahwa hal kecil seperti antre dengan tertib dan berbicara sopan bisa membawa suasana positif di dalam kereta.
Etika dasar seperti tidak membuang sampah sembarangan juga termasuk bentuk menghargai sesama penumpang.
Selain itu, penumpang diminta menaruh koper atau barang bawaan dengan rapi agar tidak mengganggu ruang gerak orang lain.
Bagi yang suka mendengarkan musik atau menonton film selama perjalanan, KAI menyarankan untuk menggunakan headset.
Kebiasaan ini sederhana tapi sangat membantu menjaga ketenangan suasana di dalam gerbong.
KAI juga mengimbau agar penumpang yang kurang sehat tetap memakai masker selama perjalanan.
Hal ini dilakukan demi menjaga kenyamanan dan kesehatan bersama, terutama di ruang tertutup seperti dalam kereta.
Menariknya, KAI juga mengingatkan pentingnya menjaga privasi sesama penumpang.
Misalnya, tidak memotret atau merekam orang lain tanpa izin, karena bisa membuat mereka tidak nyaman.
Menurut Anne Purba, setiap penumpang memiliki peran besar dalam menciptakan pengalaman perjalanan yang menyenangkan.
Dengan saling menghormati dan menjaga sikap, suasana dalam kereta bisa terasa lebih hangat dan bersahabat.
Jadi, bukan cuma petugas KAI yang bertugas menjaga kenyamanan, tapi kita semua juga ikut berperan penting.
Karena pada akhirnya, rasa nyaman di perjalanan tercipta bukan hanya dari fasilitas, tapi juga dari cara kita bersikap.
(m)
Editor : ALengkong