MANADOPOST.ID – Apple kembali menghadirkan perubahan penting melalui iOS 26.3 beta 1 yang mempermudah pengguna iPhone berpindah ke perangkat Android.
Langkah ini menunjukkan Apple mulai lebih terbuka terhadap ekosistem di luar produknya sendiri.
Dalam pembaruan ini, Apple menjelaskan bahwa proses pemindahan data ke Android membutuhkan kedua perangkat menjalankan software terbaru. Selain itu, koneksi Wi-Fi dan Bluetooth harus dalam kondisi aktif.
Pengguna dapat memindahkan data secara nirkabel menggunakan session ID dan pairing code.
Cara lainnya adalah dengan memindai QR code yang ditampilkan di ponsel Android menggunakan iPhone.
Fitur pemindahan data ini tersedia secara global. Namun, Uni Eropa mengklaim kebijakan ini dipengaruhi oleh Digital Markets Act atau DMA, yaitu aturan untuk mencegah monopoli teknologi, menurut laporan regulator Uni Eropa.
Kemunculan fitur ini di iOS 26.3 beta sebenarnya sudah diprediksi sejak lama. Pada Mei 2025, kode dalam Android QPR1 Beta mengindikasikan adanya dukungan transfer eSIM dari iPhone ke Android, dilansir dari Android Developers.
Baca Juga: Apple TV di Android Resmi Dukung Google Cast, Streaming ke Layar Besar Makin Praktis
Selain soal perpindahan data, Apple juga membawa pembaruan penting untuk pengguna smartwatch non-Apple. iOS 26.3 beta 1 kini mendukung fitur penerusan notifikasi ke perangkat wearable pihak ketiga.
Fitur ini memungkinkan notifikasi dari iPhone muncul di jam pintar selain Apple Watch.
Pengaturan tersebut dapat ditemukan di menu Notifications pada aplikasi Settings.
Sebelumnya, kode iOS 26.1 beta menunjukkan fitur ini hanya bisa digunakan untuk satu perangkat tambahan.
Jika diaktifkan, notifikasi Apple Watch akan otomatis dinonaktifkan.
Perubahan ini diyakini sebagai upaya Apple mematuhi aturan interoperabilitas dari Uni Eropa.
Interoperabilitas berarti perangkat dari merek berbeda bisa bekerja sama dengan lebih mudah.
Digital Markets Act memang mengharuskan perusahaan besar seperti Apple membuka akses fitur tertentu. Tujuannya agar persaingan teknologi menjadi lebih sehat dan adil.
Sebelumnya, Apple juga dipaksa membuka akses NFC di iPhone agar bisa digunakan aplikasi dompet digital selain Apple Wallet.
Kebijakan serupa akhirnya diterapkan juga di Amerika Serikat.
Uni Eropa juga mewajibkan Apple mengizinkan toko aplikasi pihak ketiga melalui iOS 17.4. Hal ini menjadi salah satu perubahan terbesar dalam sejarah iPhone.
Dengan iOS 26.3 beta, Apple tampaknya memilih membuka fitur dibanding menghadapi tekanan regulasi. Langkah ini dinilai lebih menguntungkan bagi pengguna.
Secara keseluruhan, iOS 26.3 beta hanya membawa dua perubahan utama. Fokusnya adalah kemudahan pindah platform dan dukungan perangkat pihak ketiga.
Apple diperkirakan akan menghadirkan fitur tambahan di iOS 26.4. Salah satu yang ditunggu adalah kemampuan personal context pada Siri yang sebelumnya tertunda.
Perubahan ini menunjukkan bahwa ekosistem Apple mulai bergerak ke arah yang lebih terbuka. Bagi pengguna, hal ini tentu memberi lebih banyak pilihan dan kebebasan. (rm)
Editor : Jasinta Bolang