MANADOPOST.ID - China tengah menjadi sorotan dunia lantaran inovasi transportasi relnya yang tampak seperti keluar dari film fiksi ilmiah. Dari monorel gantung pertama yang beroperasi hingga pengembangan sistem Sky Train hemat energi, negeri ini memperlihatkan langkah besar dalam evolusi moda transportasi modern yang bukan sekadar praktis, tapi juga menjadi atraksi teknologi dan wisata.
Toyota Rel Gantung Pertama di Wuhan: Optics Valley Suspended Monorail
Pada 26 September 2023, Wuhan, ibu kota provinsi Hubei, membuka yang disebut sebagai monorel gantung komersial pertama di China, dikenal sebagai Optics Valley Suspended Monorail atau Optics Valley Photon. Sistem ini berada di kawasan Donghu New Technology Development Zone — yang juga dikenal sebagai Optics Valley dan dibuat untuk melayani warga sekaligus menjadi daya tarik wisata teknologi.
Monorel ini memiliki beberapa keunikan penting:
-
Memiliki 6 stasiun di sepanjang rute sepanjang 10,5 kilometer yang pada tahap pertama beroperasi.
-
Dirancang sepenuhnya tanpa pengemudi, dengan semua fungsi seperti start, masuk stasiun, serta buka/tutup pintu dijalankan secara otomatis.
-
Kecepatan operasionalnya mencapai hingga 60 km/jam, cukup untuk perjalanan cepat dalam urban setting.
-
Kereta terlihat seperti menggantung di udara karena relnya berada di atas badan kereta, menciptakan efek visual futuristik.
-
Beberapa unit dilengkapi lantai kaca transparan, memungkinkan penumpang melihat kota dari atas pengalaman layaknya tur wisata.
Selain sebagai sarana transportasi, monorel ini dirancang untuk menggabungkan fungsi komuter harian dan wisata teknologi, melintasi jalur yang tidak hanya dekat kawasan teknologi tinggi, tetapi juga mendekati ruang hijau dan jalur koridor ekologi yang luas.
Sejak resmi dibuka, sistem ini menjadi salah satu icon kunjungan teknologi di Wuhan dan mendapatkan sambutan hangat, bahkan dipandang sebagai contoh bagaimana transportasi canggih bisa menjadi bagian pengalaman tur kota.
Sky Train & Inovasi Industri Rel Terkait CRBBG dan CRSTG
Sementara Optics Valley menawarkan monorel gantung untuk layanan publik, China Railway Sky Train Group (sering disebut CRSTG) dan China Railway Baoji Bridge Group (CRBBG) menggambarkan bahwa perkembangan sistem rel gantung di China jauh lebih luas dan juga memiliki dimensi industri yang kuat.
Apa itu Sky Train?
-
Dari arsip industri, proyek yang digelar oleh CRBBG dan mitranya mengembangkan yang disebut sebagai Sky Train yaitu sistem rel gantung jarak menengah dengan konsep suspension aerial monorail.
-
Pada proyek awal di Chengdu (2016), CRBBG berhasil menyelesaikan instalasi jalur uji sepanjang 1,4 km yang menandai kesiapan negara ini memasuki era baru monorel gantung dengan teknologi domestik.
Beberapa aspek penting yang ditonjolkan para pengembang adalah:
-
Bobot ringan dan manajemen biaya yang lebih terkontrol, bahkan diperkirakan biaya pembangunan sistem rel gantung bisa turun dibandingkan rel konvensional apabila dirancang dengan efisiensi tinggi.
-
Konstruksi jalur di atas tanah membuatnya tidak terganggu kondisi lalu lintas jalan dan memberikan sudut pandang lebih luas ke lingkungan sekitar.
-
Rangkaian teknologi termasuk sistem kontrol cerdas, sumber daya andal, serta material tahan cuaca yang dirancang untuk operasi sepanjang tahun.
Sumber resmi China Railway Sky Train Group menunjukkan bahwa model monorel gantung ini diposisikan sebagai bentuk urban rail transit baru yang bisa menjadi kelengkapan infrastruktur kota selain metro, light rail, atau monorel non-gantung.
Hubungan dengan China Railway Science & Industry Group (CRSIC / CRSTG)
Organisasi seperti CRSIC yang juga bagian dari jaringan besar perusahaan konstruksi dan teknologi rel negara menjadi tulang punggung riset dan manufaktur di balik evolusi sistem rel baru ini. Mereka terlibat dalam perancangan alat, pengembangan jalur uji, dan integrasi teknologi seperti switch untuk monorel, yang selama ini menjadi tantangan mekanis pada sistem rel gantung.
Teknologi Rel Gantung dalam Konteks Global
Monorel gantung bukanlah teknologi baru di dunia Jerman memiliki sistem monorel gantung Wuppertal Schwebebahn sejak akhir abad ke-19. Namun, apa yang kini sedang terjadi di China adalah penerapan sistem driverless dan integrasi teknologi pintar dalam jaringan transportasi urban yang nyata dan komersial, bukan hanya sebagai atraksi tunggal.
China tampaknya memanfaatkan momentum ini untuk memperluas sistem monorel gantung pada jalur wisata atau bagian dari transit urban baru, sambil terus meneliti aspek-aspek seperti efisiensi energi, operasi otomatis, dan pengalaman pengguna multisensor.
Y.M.G
Editor : ALengkong